Web almuhandisun.blogspot.com
moslem-engineer.blogspot.com almanhaj.or.id

Tuesday, January 17, 2006

[Bagian 7] Arti Sebuah Keteguhan Iman

---------- Forwarded message ----------
From: Abu Tilmidz <tilmidzi@yahoo.com>
Date: Jan 5, 2006 7:25 AM
Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 7] Arti Sebuah Keteguhan Iman
To: manhaj-salaf@yahoogroups.com

Arti Sebuah Keteguhan Iman
[Bagian 7]
Keenam: Berupaya agar setiap muslim menempuh jalan yang benar (shahih)
Satu-satunya jalan yang benar yang wajib bagi setiap muslim untuk menempuhnya adalah salafy; jalan kelompok yang mendapatkan pertolongan dan keselamatan, pemilik aqidah yang murni dan dasar yang benar, pengikut sunnah dan dalil, yang berbeda dari musuh-musuh Allah dan menjauhkan diri dari pendukung kebathilan.
Jika anda ingin mengetahui nilai masalah ini dalam mendatangkan keteguhan, perhatikanlah dan tanyalah diri anda sendiri: Mengapa banyak orang -dahulu maupun sekarang- yang mengalami kesesatan dan kebingungan dan kaki-kaki mereka tidak teguh di jalan yang lurus? atau menemukan jalan yang lurus setelah dia menghabiskan sebagian besar umurnya dan menyia-nyiakan waktunya yang berharga dalam kehidupannya ?.
Akan anda dapati ada di antara mereka yang berpindah-pindah dari satu kesesatan dan bid'ah kepada kesesatan dan bid'ah yang lainnya, dari filsafat kepada ilmu kalam, dari pemikiran Mu'tazilah yang melakukan tahrif dan ta'wil (merubah dan menta'wil sifat-sifat Allah) kepada pemikiran Murji'ah yang menyerahkan segala-galanya kepada Allah, dari satu tarekat tasawwuf kepada yang lainnya….
Demikianlah para pelaku bid'ah mengalami kebingungan dan kegalauan; dan perhatikanlah bagaimana ahli kalam terhalang untuk mendapatkan keteguhan saat-saat menghadapi kematiannya, sehingga ada salah seorang ulama salaf yang mengatakan: "Orang yang paling banyak mengalami keraguan di saat kematiannya adalah ahli kalam".
Tetapi pikirkan dan amatilah apakah ada salah seorang diantara salafy yang keluar darinya dengan kebencian setelah dia mengenalnya, memahaminya dan menjalaninya ? Boleh jadi ada orang yang meninggalkannya karena hawa nafsu dan syubhat yang menghinggapi akalnya yang lemah, tetapi tidak ada yang meninggalkannya setelah dia melihat ada yang lebih benar darinya dan adanya kebatilan yang terdapat di dalam salafy.
Hal tersebut dapat dibuktikan dari tanya jawab yang terjadi antara Heraclius dan Abu Sufyan, saat Heraclius bertanya: "Apakah ada diantara mereka -setelah masuk kedalam agamanya- lalu murtad darinya (Islam) karena kebenciannya terhadap agama tersebut?", dijawab oleh Abu Sufyan: "Tidak ada", kemudian Heraclius berkata: "Demikianlah halnya iman jika sudah menerangi hati seseorang" [Riwayat Bukhori, Fathul Bari 1/32]
Kita sering mendengar tokoh-tokoh besar yang telah berpindah-pindah dari satu bid'ah kepada bid'ah yang lainnya, tetapi kemudian Allah berikan kepada mereka hidayah sehingga mereka tinggalkan kebatilannya dan pindah ke mazhab Ahli Sunnah wal Jamaah dengan membawa kebencian atas mazhabnya yang pertama, tetapi apakah kita mendengar berita sebaliknya ?!
Maka jika anda menginginkan keteguhan, ikutilah salafy, dakwah ahlus sunnah wal jamaah.
to be continued....insya Allah
Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA ALLAH
Muhammad Shalih Al Munajjid


MENEBAR ILMU & TEGAKKAN SUNNAH

Umar bin Abdul Aziz berkata :

"Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu (Salafus Shalih) itu berhenti di atas dasar ilmu dengan bashirah yang tajam (menembus) mereka, menahan (dirinya), dan mereka lebih mampu dalam membahas sesuatu jika mereka ingin membahasnya." (Bayan Fadlli Ilmis Salaf 38)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home