Web almuhandisun.blogspot.com
moslem-engineer.blogspot.com almanhaj.or.id

Tuesday, January 17, 2006

[Bagian 8] Arti Sebuah Keteguhan Iman

---------- Forwarded message ----------
From: Abu Tilmidz <tilmidzi@yahoo.com>
Date: Jan 10, 2006 2:30 PM
Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 8] Arti Sebuah Keteguhan Iman
To: manhaj-salaf@yahoogroups.com

Arti Sebuah Keteguhan Iman
[Bagian 8]
Ketujuh: Tarbiyah (pendidikan)
Ada empat bentuk tarbiyah yang sangat mendasar yang dapat mendatangkan keteguhan, yaitu Tarbiyah Imaniyah (keimanan), Ilmiah (keilmuan), Wa'iyah (penyadaran) dan Mutadarrijah (bertahap).
Yang dimaksud dengan Tarbiyah Imaniyah adalah: tarbiyah yang dapat menghidupkan hati dengan perasaan Khouf (takut), Roja' (berharap) dan M ahabbah (cinta) yang dapat menyingkirkan kegersangan hati akibat jauh dari nash-nash Al Quran dan As-Sunnah dan hanya memperhatikan ucapan-ucapan orang-orang tertentu.
Yang dimaksud dengan Tarbiyah Ilmiah adalah: Tarbiyah yang berdiri diatas dalil yang shahih yang terhindar dari taklid buta yang tercela.
Yang dimaksud dengan Tarbiyah Wa'iyah adalah: tarbiyah yang tidak menempuh jalan orang-orang yang menyimpang, tetapi mempelajari strategi musuh-musuh Islam serta memahami realitas yang ada, memahami setiap kejadian dan memberikan penilaian terhadapnya, menghindari ketertutupan dan tenggelam dalam lingkungan yang sempit dan terbatas.
Yang dimaksud dengan Tarbiyah Mutadarrijah adalah: tarbiyah yang mengantarkan seorang muslim sedikit demi sedikit menaiki tangga kesempurnaannya dengan metode yang seimbang, menghindari ketergesa-gesaan yang merusak.
Agar kita dapat mengetahui pentingnya masalah ini sebagai faktor peneguh, maka kita dapat melihat kembali siroh Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan kemudian bertanya kepada diri kita masing-masing.
Apa yang menjadi sumber keteguhan para sahabat saat menghadapi masa-masa penindasan ?
Bagaimana Bilal, Khabbab, Mush'ab dan keluarga Yasir serta yang lainnya dari golongan lemah dan bahkan para pembesar sahabat tetap teguh saat mengalami pemboikotan dan lain-lain ?
Apakah mungkin mereka dapat tabah tanpa tarbiyah intensif dalam cahaya kenabian yang menerangi kepribadian mereka ?
Kita ambil contoh seorang sahabat seperti Khabbab bin Art Radhiallahu'anhu, saat tuan perempuannya memanggang tusuk besi hingga memerah kemudian beliau (Khabbab) dengan punggung telanjang dilemparkan ke atasnya dan besi tersebut baru padam setelah menembus punggungnya dan gajihnya meleleh di atasnya. Apa yang membuatnya sabar atas itu semua ?
Demikian juga halnya dengan Bilal yang ditindih batu di tengah panasnya padang pasir dan Sumayyah yang dirantai dan dibelenggu…
Ada sebuah pertanyaan yang muncul pada fase Madinah, siapa yang tetap teguh bersama Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pada perang Hunain saat banyak kaum muslimin yang mundur kebelakang ? Apakah mereka (yang tetap teguh itu) adalah orang-orang yang baru masuk Islam atau mereka yang masuk Islam saat terjadi Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) yang tidak mendapatkan tarbiyah dalam waktu yang cukup dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan banyak diantara mereka yang berperang semata-mata karena mengharapkan ghanimah (harta rampasan) ? Ternyata tidak….justru yang tetap teguh adalah mereka yang telah mendapatkan gemblengan yang cukup dalam tarbiyah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam ?
Seandainya tidak ada tarbiyah apakah mereka akan tetap teguh ?
to be continued....insya Allah
Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA ALLAH
Muhammad Shalih Al Munajjid


MENEBAR ILMU & TEGAKKAN SUNNAH

0 Comments:

Post a Comment

<< Home