<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061</id><updated>2011-12-15T09:40:12.791+07:00</updated><title type='text'>Al Muhandisun</title><subtitle type='html'>It's not like any blogs. This blog contains many important knowledges that you should read often, I take it from many trusted sources. So please visit it continuously. I would be so glad if you could give some comments here. Be a member here, so you could take all the advantages, dunya wal akhirat.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-115491468599962867</id><published>2006-08-07T08:32:00.000+07:00</published><updated>2006-08-07T08:38:06.460+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Jihad di Palestina saat ini?!?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Ditulis Oleh: Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Apa hukum jihad di Palestina sekarang ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Syaikh menjawab:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;Masalah ini harus ditinjau dari berbagai segi (yang pertama), sudah seyogyanya kita mengetahui dengan jelas masalah Palestina, Palestina merupakan bumi yang diberkahi dan suci. Al-Qur'an mensifati bumi Palestina dengan bumi yang diberkahi sebanyak lima kali, dan ayat yang paling jelas adalah ayat pertama dari surat al-Isra': “yang telah kami berkahi disekitarnya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;(Yang kedua) Negeri kaum muslimin sudah sepantasnya dijaga oleh kaum muslimin itu sendiri, dan agar kaum muslimin melawan orang-orang yang ingin merampasnya. Orang-orang yahudi –laknat Allah atas mereka dan semoga Allah membinasakan mereka- adalah penjajah atas Negara kaum muslimin di Palestina, maka wajib bagi kaum muslimin mereka untuk melawan dan memerangi serta mengeluarkan orang-orang yahudi dari bumi Palestina agar mereka kembali ketempat asal mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;br /&gt;(Yang ketiga), yang harus diketahui bahwa jihad adalah puncaknya islam sebagaimana dalam hadits Muadz bin Jabal –ra- “Tiangnya agama islam adalah sholat dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah”. Akan tetapi tidaklah pantas jika kita mengangkat panji jihad bukan pada tempatnya atau menempatkan jihad bukan pada tempat yang sudah ditentukan oleh Allah dan rasul-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Sebuah hadits yang telah dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan selainnya bahwa Ibnu Umar telah menyebutkan sebuah hadits Nabi saw yaitu Islam dibangun di atas lima hal…. kemudian seorang berkata: “Dan jihad. Orang tersebut bermaksud mengatakan bahwa jihad merupakan salah satu rukun islam yang lima- maka Ibnu umar berkata jihad merupakan hal yang baik tapi inilah yang telah dikatakan oleh Rasulullah saw (jihad bukan termasuk rukun Islam yang lima-pent)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Jihad akan terus ada sampai hari kiamat tidak akan sirna selamanya, akan tetapi jihad mempunyai syarat-syarat (yang harus ditunaikan dulu sebelum melakukannya-pent), yang telah dijelaskan oleh para ulama. &lt;/span&gt;Jihad mengandung sebab-sebab yang bersifat maknawi, pendidikan, aqidah dan materi. Sebab-sebab yang bersifat aqidah dan pendidikan adalah aplikasi penghambaan kita kepada Allah, kita menolong agama Allah, "apabila kalian menolong agama Allah niscaya Allah akan menolong kalian" (QS. Muhammad : 7) "dan Allah pasti akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya" (QS. Al-Hajj : 40). Oleh karena itu haruslah kita menolong agama Allah dahulu hingga Allah menolong kita. Apakah makna menolong agama Allah? Maknanya kita menegakkan agama Allah, kita menegakkan syariat Allah, kita menjadi hamba Allah yang sesungguhnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang kedua, persiapan yang bersifat materi/jasmani, “persiapkan apa-apa yang sanggup kalian persiapkan, dari kekuatan fisik maupun dari kuda-kuda yang ditambatkan” (QS.Al-Anfaal: 60). &lt;span style="" lang="ES"&gt;Akan tetapi mana yang lebih utama, kita mempersiapkan berbagai senjata? Sedangkan aqidah kita berantakan, akhlak kita seperti akhlak orang yahudi, dan kebiasaan kita seperti kebiasaan yahudi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kita telah banyak mengikuti kebiasaan orang-orang yahudi sebagaimana telah disabdakan oleh Nabi saw "Kalian akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan kaum sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal sehasta demi sehasta, hingga mereka masuk kelubang biawakpun kalian ikuti. Para sahabat berkata: yahudi dan nashara? Nabi bersabda siapa lagi kalau bukan mereka?!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian dalil aqli dan naqli serta realita memperkuat bahwa hal pertama yang harus dilakukan adalah menanamkan agama Allah dalam diri kita, yaitu dengan kita menolong agama Allah, dan kita kembali kepada Allah, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi kita saw "Apabila kalian telah berjual beli dengan cara I'nah, dan kalian telah mengambil ekor-ekor sapi, ridho dengan persawahan, serta kalian meninggalkan jihad, Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian, tidak akan dicabut kehinaan itu hingga kalian kembali kepada agama kalian". Semua maksiat diatas telah kalian lakukan, salah satunya meninggalkan jihad hingga Allah timpakan kehinaan atas kalian. &lt;/span&gt;Barangsiapa yang melakukan hal-hal tersebut maka akan ditimpakan atas mereka kehinaan. Kemudian bagaimana agar kehinaan tersebut bisa terangkat? Apakah dengan menegakkan jihad? Tidak, kembali untuk menegakkan jihad diwaktu sekarang tidak bermanfaat, karena manusia yang berkata aku akan kembali kepada jihad tidak paham akan jihad, maka harus kita kembali kepada asasnya yaitu sebagaimana sabda Nabi "hingga kalian kembali kepada agama kalian". (hadits diatas tidak mengatakan hingga kalian menegakkan jihad akan tetapi sabda Nabi berbunyi: hingga kalian kembali kepada agama kalian-pent).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Oleh karena itu kami katakan bahwa memerdekakan Palestina, mengeluarkan orang-orang yahudi dari bumi Palestina, merupakan salah satu dari kewajiban atas umat Islam. &lt;span style="" lang="ES"&gt;Tidak sepantasnya kita ridho dan hanya diam saja dengan kehinaan dan kesengsaraan. Namun wajib bagi kita untuk mengambil sebab-sebab yang syar'i dan melaksanakan ketentuan Allah guna mendapatkan pertolongan-Nya, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw didalam shohih Bukhari dan Muslim "Kalian memerangi orang-orang yahudi hingga mereka berlarian dan bersembunyi di balik pepohonan dan bebatuan, hingga pepohonan dan bebatuan berkata: Wahai muslim, wahai hamba Allah …."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Dengan demikian yang menang atas orang-orang yahudi, yang membunuh yahudi, yang mengeluarkan orang yahudi dari negeri kaum muslimin adalah muslim, hamba Allah jika kita kembali kejalan Allah maka kita ditolong atas orang yahudi. Adapun kita mempergunakan keadaan kaum muslimin yang dirundung duka dan luka untuk kepentingan suatu kelompok, maka ini tidaklah diridhoi oleh agama kita dan tidak diterima oleh seorang yang mukhlis dari kita. Realita yang terjadi pada pergerakan-pergerakan hizbiyyah serta kelompok-kelompok yang lain adalah mereka sibuk dengan kejadian tragis di Palestina, mereka sibuk dalam mengekspos pembunuhan, penghancuran dan selainnya, dan sebenarnya mereka hanya duduk-duduk saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Mereka sibuk dengan ketragisan di chechnya, dan di Bosnia tapi apa yang telah mereka hasilkan? Tidak ada sedikit pun, namun tiba-tiba mereka datang dan berkata: Kalian wahai salafiyyun tidak menganjurkan manusia untuk berjihad, kalian tidak menginginkan agar negeri kaum muslimin bebas. “Sesungguhnya mereka tidaklah berkata melainkan hanya perkataan dusta”. (QS. Al-Kahfi: 5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Demi Allah, sejarah akan bersaksi bahwa dakwah salafiyah ini merupakan dakwah yang sangat antusian untuk menjadikan kaum muslimin sebagai sebaik-baik umat yang dikeluarkan untuk manusia. Akan tetapi mereka yang tidak ingin berjalan diatas ketentuan Allah tergesa-gesa dalam bertindak hingga menjatuhkan umat dalam kesedihan, penyesalan, pembunuhan, dan pengrusakan. Lihatlah realita mereka di al-Jazair. Apa yang telah dihasilkan oleh revolusi mereka, pembunuhan, Pengrusakan dan hancurnya mobil-mobil ….. Apa yang dihasilkan di Mesir? Apa yang dihasilkan di Suria? Apa yang dihasilkan oleh mereka yang mengatakan kami keluar dari pemerintah yang tidak berhukum dengan hukum Allah ….. Mereka tidak merubah sesuatupun melainkan malah menambah kesengsaraan, menambah fitnah, menambah kehancuran. Dahulu manusia dalam ketenangan, kedamaian sekarang berubah menjadi kesengsaraan dan kepedihan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Sesungguhnya yang terjadi di Palestina adalah penyalah gunaan keadaan manusia untuk mencapai apa yang diinginkan oleh para pemimpin. Sebelum kita melihat kepada intifadhoh maka lihatlah kepada intifadhoh yang terdahulu yang selama berpuluh-puluh tahun bergejolak namun apa yang dihasilkan? Hanya menghasilkan perdamaian ….. Maka harus kita berangkat dari realita yang (pahit ini) dan jangan sampai kita ditunggangi oleh ahli bathil. Siapakah yang mengatakan bahwa batu bisa menghancurkan tank-tank? Dan siapa yang mengatakan bahwa ketapel bisa mengalahkan rudal sedangkan anda dan musuh anda sama-sama bermaksiat kepada Allah ta’ala?!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Ada seorang ikhwah dari Baitul Maqdis bercerita kepada saya (penulis) bahwa dia telah mengunjungi para korban yang terluka, kami berkunjung kepada 32 orang lebih, 30 orang diantara mereka tidak sholat. Mereka datang dan berkata : nasrani yang ikut dan turun kejalan untuk demonstrasi dan terbunuh dia sahid Apabila terbunuh karena ikut revolusi maka mereka sahid. Pemabuk, pezina, syirik kepada Allah asalkan dia ikut revolusi, maka dia mati sahid. Palestina tidak akan bebas hanya dengan angan-angan, Palestina tidak akan bebas dan merdeka hanya dengan slogan-slogan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Palestina membutuhkan para pejantan, yang melakukan ketaatan kepada Allah, seperti dalam hadits "Wahai muslim, wahai hamba Allah dibelakangku ada yahudi kemarilah dan bunuh dia". Merekalah yang akan membebaskan Palestina, merekalah yang akan membebaskan rumah-rumah kaum muslimin yang terampas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Kita mohon kepada Allah agar dikembalikan keagama kita dengan baik, dan agar diangkat kehinaan dari kita, diangkat kehinaan dari saudara-saudara kita serta negeri-negeri kaum muslimin, dan agar dikembalikan apa-apa yang terampas dari negeri kaum muslimin kepada negeri Islam. Alhamdulillah Rabbil 'alamin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;Maraji':&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;www.islamfuture.net&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;www.salafindo.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-115491468599962867?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/115491468599962867/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=115491468599962867' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/115491468599962867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/115491468599962867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/08/bagaimana-jihad-di-palestina-saat-ini.html' title='Bagaimana Jihad di Palestina saat ini?!?'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-115165586188778826</id><published>2006-06-30T15:19:00.000+07:00</published><updated>2006-06-30T15:24:22.113+07:00</updated><title type='text'>MAKNA DAN HUKUM QASHAR</title><content type='html'>Oleh : Ustadz Abdullah Shaleh Al-Hadrami    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Qashar adalah meringkas shalat empat rakaat (Dhuhur, Ashar dan Isya) menjadi dua rakaat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;[1] Dasar mengqashar shalat adalah Al-Qur'an, As-Sunnah dan Ijma' (kesepakatan para ulama).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;[2] Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;mengqashar salatmu, jika kamu takut di serang orang-orang kafir" (QS. 4&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;An-Nisaa'i: 101).&lt;/p&gt;Dari Ya'la bin Umayyah bahwasanya dia bertanya kepada Umar ibnul Kaththab radhiallahu anhu tentang ayat ini seraya berkata: "Jika kamu takut di serang orang-orang kafir", padahal manusia telah aman?!. Sahabat Umar radhiallahu anhu menjawab: Aku sempat heran seperti keherananmu itu lalu akupun bertanya kepada Rasulullah - shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam tentang hal itu dan beliau menjawab: (Qashar itu) adalah sedekah dari Allah kepadamu, maka terimalah sedekah Allah tersebut.[3]    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;"Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata: Allah menentukan shalat melalui lisan Nabimu shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam empat raka'at apabila hadhar (mukim) dan dua raka'at apabila safar"[5]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;"Dari Umar radhiallahu anhu berkata: Shalat safar (musafir) adalah dua raka'at, shalat Jum'at adalah dua raka'at dan shalat Ied adalah dua raka'at"[6]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma berkata: Aku menemani Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam dalam safar dan beliau tidak pernah menambah atas dua raka'at sampai wafat, kemudian aku menemani Abu Bakar radhiallahu&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;anhu dan beliau tidak pernah menambah atas dua raka'at sampai wafat, kemudian aku menemani Umar radhiallahu anhu dan beliau tidak pernah menambah atas dua raka'at sampai wafat, kemudian aku menemani Utsman radhiallahu anhu dan beliau tidak pernah menambah atas dua raka'at sampai wafat. Dan Allah subhaanahu wa ta'ala telah berfirman : "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu." (QS.33 Al-Ahzaab: 21).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berkata Anas bin Malik radhiallahu anhu: Kami pergi bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam dari &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Mad&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;h ke &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Mekkah, maka beliaupun shalat dua-dua (qashar) sampai kami kembali ke &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Mad&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;h.[7]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;JARAK SAFAR YANG DIBOLEHKAN MENGQASHAR.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Qashar hanya boleh di lakukan oleh musafir -baik safar dekat atau safar jauh-, karena tidak ada dalil yang membatasi jarak tertentu dalam hal ini, jadi seseorang yang bepergian boleh melakukan qashar apabila bepergiannya&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;bisa di sebut safar menurut pengertian umumnya. Sebagian ulama memberikan batasan dengan safar yang lebih dari delapan puluh kilometer agar tidak terjadi kebingunan dan tidak rancu, namun pendapat ini tidak berdasarkan dalil sahih yang jelas.[8]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apabila terjadi kerancuan dan kebingungan dalam menetukan jarak atau batasan diperbolehkannya mengqashar shalat maka tidak mengapa kita mengikuti pendapat yang menentukan jarak dan batasan tersebut -yaitu sekitar 80 atau 90 kilometer-, karena pendapat ini juga merupakan pendapat para &lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt; dan ulama yang layak berijtihad.[9]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seorang musafir diperbolehkan mengqashar shalatnya apabila telah meninggalkan kampung halamannya sampai dia pulang kembali ke rumahnya.[10]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berkata Ibnul Mundzir: Aku tidak mengetahui (satu dalilpun) bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam mengqashar dalam safarnya melainkan setelah keluar (meninggalkan) &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Mad&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;h.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berkata Anas radhiallahu anhu : Aku shalat bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Mad&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;h empat raka'at dan di Dzul Hulaifah (luar &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Mad&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;h) dua raka'at"[11]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;SAMPAI KAPAN MUSAFIR BOLEH MENGQASHAR.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Para ulama berbeda pendapat tentang batasan waktu sampai kapan seseorang dikatakan sebagai musafir dan diperbolehkan meng-qashar (meringkas) shalat. Jumhur (sebagian besar) ulama yang termasuk didalamnya &lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;imam&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; empat: Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hambali rahimahumullah berpendapat bahwa ada batasan waktu tertentu. Namun para ulama yang lain diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, Muhammad Rasyid Ridha, Syaikh Abdur Rahman As-sa'di, Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin dan para ulama lainnya rahimahumullah berpendapat bahwa seorang musafir diperbolehkan untuk meng-qashar shalat selama ia mempunyai niatan untuk kembali ke kampung halamannya walaupun ia berada di perantauannya selama bertahun-tahun. Karena tidak ada satu dalilpun&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang sahih dan secara tegas menerangkan tentang batasan waktu dalam masalah ini. &lt;/span&gt;Dan pendapat inilah yang rajih (kuat) berdasarkan dalil-dalil yang sangat banyak, diantaranya:&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat Jabir radhiallahu anhu meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam tinggal di Tabuk selama dua puluh hari meng-qashar shalat.[12]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat Ibnu Abbas radhiallahu anhuma meriwayatkan, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam tinggal di Makkah selama sembilan belas hari meng-qashar shalat.[13] Nafi' rahimahullah meriwayatkan, bahwasanya Ibnu Umar radhiallahu anhuma tinggal di Azzerbaijan selama enam bulan meng-qashar shalat.[14]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari dalil-dalil di atas jelaslah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam tidak memberikan batasan waktu tertentu untuk diperbolehkannya meng-qashar shalat bagi musafir (perantau) selama mereka mempunyai niatan untuk kembali ke kampung halamannya dan tidak berniat untuk menetap di daerah perantauan tersebut.[15]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;SHALAT TATHAWWU / NAFILAH / SUNNAH BAGI MUSAFIR.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jumhur ulama (mayoritas) berpendapat bahwa tidak mengapa dan tidak makruh shalat nafilah/ tathawwu bagi musafir yang mengqashar shalatnya, baik nafilah yang merupakan sunnah rawatib (qobliyah dan ba'diyah) maupun yang&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;lainnya. Dalil mereka adalah bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam shalat delapan raka'at pada hari penaklukan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Makkah atau Fathu Makkah dan beliau dalam keadaan safar.[16]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebagian ulama berpendapat bahwa yang di syari'atkan adalah meninggalkan (tidak mengerjakan) shalat sunnah rawatib (qobliyah dan ba'diyah) saja ketika safar, dalil mereka adalah riwayat dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma bahwasanya beliau melihat orang-orang (musafir) yang shalat sunnah rawatib setelah selesai shalat fardhu, maka beliaupun berkata: “Kalau sekiranya aku shalat sunnah rawatib setelah shalat fardhu tentulah aku akan menyempurnakan shalatku (maksudnya tidak mengqashar). Wahai saudaraku, sungguh aku menemani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa'ala alihi wasallam dalam safar dan beliau tidak pernah menambah atas dua raka'at sampai wafat, kemudian aku menemani Abu Bakar radhiallahu ‘anhu dan beliau tidak pernah menambah atas dua raka'at sampai wafat, kemudian aku menemani Umar radhiallahu ‘anhu dan beliau tidak pernah menambah atas dua raka'at sampai wafat, kemudian aku menemani Utsman radhiallahu ‘anhu dan beliau tidak pernah menambah atas dua raka'at sampai wafat. Dan Allah subhaanahu wa ta'ala telah berfirman: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu.(QS.33 Al-Ahzaab: 21[17])&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Adapun shalat-shalat sunnah/nafilah/tathawwu' lainnya seperti shalat malam, witir, sunnah fajar, dhuha, shalat yang ada sebab -sunnah wudhu dan tahiyyatul masjid- dan tathwwu muthlak adalah tidak mengapa dilakukan dan bahkan tetap di syari'atkan berdasarkan hadits-hadits sahih dalam hal ini.[18]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;JAMA'.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menjama' shalat adalah mengabungkan antara dua shalat (Dhuhur dan Ashar atau Maghrib dan 'Isya') dan dikerjakan dalam waktu salah satunya. Boleh seseorang melakukan jama' taqdim dan jama' ta'khir.[19]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jama'taqdim adalah menggabungkan dua shalat dan dikerjakan dalam waktu shalat pertama, yaitu; Dhuhur dan Ashar dikerjakan dalam waktu Dhuhur, Maghrib dan 'Isya' dikerjakan dalam waktu Maghrib. Jama' taqdim harus dilakukan secara berurutan sebagaimana urutan shalat dan tidak boleh terbalik.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Adapun jama' ta'khir adalah menggabungkan dua shalat dan dikerjakan dalam waktu shalat kedua, yaitu; Dhuhur dan Ashar dikerjakan dalam waktu Ashar, Maghrib dan 'Isya'dikerjakan dalam waktu Isya', Jama' ta'khir boleh dilakukan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;secara berurutan dan boleh pula tidak berurutan akan tetapi yang afdhal adalah dilakukan secara berurutan sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahuhu alaihi wa'ala alihi wasallam.[20]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Menjama' shalat boleh dilakukan oleh siapa saja yang memerlukannya -baik musafir atau bukan- dan tidak boleh dilakukan terus menerus tanpa udzur, jadi dilakukan ketika diperlukan saja.[21]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Termasuk udzur yang membolehkan seseorang untuk menjama' shalatnya adalah musafir ketika masih dalan perjalanan dan belum sampai di tempat tujuan[22], turunnya hujan [23], dan orang sakit.[24]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Berkata Imam Nawawi rahimahullah: Sebagian &lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt; (ulama) berpendapat bahwa seorang yang mukim boleh menjama' shalatnya apabila di perlukan asalkan tidak di jadikan sebagai kebiasaan."[25]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma berkata, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam menjama antara dhuhur dengan ashar dan antara maghrib dengan isya' di Mad&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;h tanpa sebab takut dan safar (dalam riwayat lain; tanpa sebab takut dan hujan). Ketika ditanyakan hal itu kepada Ibnu Abbas radhiallahu anhuma beliau menjawab: Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam tidak ingin memberatkan ummatnya.[26]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MENJAMA' JUM'AT DENGAN ASHAR.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tidak diperbolehkan menjama' (menggabung) antara shalat Jum'at dan shalat Ashar dengan alasan apapun baik musafir, orang sakit, turun hujan atau ada keperluan dll-, walaupun dia adalah orang yang di perbolehkan menjama' antara Dhuhur dan Ashar.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Hal ini di sebabkan tidak adanya dalil tentang menjama' antara Jum'at dan Ashar, dan yang ada adalah menjama' antara Dhuhur dan Ashar dan antara Maghrib dan Isya'. Jum'at tidak bisa diqiyaskan dengan Dhuhur karena sangat banyak perbedaan antara keduanya. Ibadah harus dengan dasar dan dalil, apabila ada yang mengatakan boleh maka silahkan dia menyebutkan dasar dan dalilnya dan dia tidak akan mendapatkannya karena tidak ada satu dalilpun dalam hal ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam bersabda: Barang siapa membuat perkara baru dalam urusan kami ini (dalam agama) yang bukan dari padanya (tidak berdasar) maka tertolak.[27]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalam riwayat lain: Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintah kami (tidak ada ajarannya) maka amalannya tertolak.[28]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi kembali kepada hukum asal, yaitu wajib mendirikan shalat pada waktunya masing-masing kecuali apabila ada dalil yang membolehkan untuk menjama' (menggabungnya) dengan shalat lain.[29]&lt;/p&gt; &lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;JAMA' DAN SEKALIGUS QASHAR.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Tidak ada kelaziman antara jama' dan qashar. Musafir di sunnahkan mengqashar shalat dan tidak harus menjama', yang afdhal bagi musafir yang telah menyelesaikan perjalanannya dan telah sampai di tujuannya adalah mengqashar saja tanpa menjama' sebagaimana dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam ketika berada di M&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; pada waktu haji wada', yaitu beliau hanya mengqashar saja tanpa menjama,[30] dan beliau shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam pernah melakukan jama' sekaligus qashar pada waktu perang Tabuk.[31] Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam selalu melakukan jama' sekaligus qashar apabila dalam perjalanan dan belum sampai tujuan.[32]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Jadi Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam sedikit sekali menjama' shalatnya karena beliau shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam melakukannya ketika diperlukan saja.[33]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;MUSAFIR SHALAT DI BELAKANG MUKIM.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Shalat berjama'ah adalah wajib bagi orang mukim ataupun musafir, apabila seorang musafir shalat di belakang &lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt; yang mukim maka dia mengikuti shalat &lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt; tersebut yaitu empat rakaat, namun apabila dia shalat bersama-sama musafir maka shalatnya di qashar (dua raka'at). Hal ini di dasarkan atas riwayat sahih dari Ibnu Abbas radhiallahu anhuma. Berkata Musa bin Salamah: Suatu ketika kami di Makkah (musafir) bersama Ibnu Abbas, lalu aku bertanya: Kami melakukan shalat empat raka'at apabila bersama kamu (penduduk Mekkah), dan apabila kami kembali ke tempat kami (bersama-sama musafir) maka kami shalat dua raka'at? Ibnu Abbas radhiallahu anhuma menjawab: Itu adalah sunnahnya Abul Qasim (Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam).[34]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;MUSAFIR MENJADI IMAM ORANG MUKIM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apabila musafir dijadikan sebagai &lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt; orang-orang mukim dan dia mengqashar shalatnya maka hendaklah orang-orang yang mukim meneruskan shalat mereka sampai selesai (empat raka'at), namun agar tidak terjadi kebingungan hendaklah &lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt; yang musafir memberi tahu makmumnya bahwa dia shalat qashar dan hendaklah mereka (makmum yang mukim) meneruskan shalat mereka sendiri-sendiri dan tidak mengikuti salam setelah dia (&lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt;) salam dari dua raka'at. Hal ini pernah di lakukan Rasulullah shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam ketika berada di Makkah (musafir) dan menjadi &lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt; penduduk Mekkah, beliau shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam berkata: “Sempurnakanlah shalatmu (empat raka'at) wahai penduduk Mekkah ! Karena kami adalah musafir”.[35] Beliau shallallahu ‘alaihi wa'ala alihi wasallam shalat dua-dua (qashar) dan mereka meneruskan sampai empat raka'at setelah beliau salam.[36]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apabila &lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt; yang musafir tersebut khawatir membingungkan makmumnya dan dia shalat empat raka'at (tidak mengqashar) maka tidaklah mengapa karena hukum qashar adalah sunnah mu'akkadah dan bukan wajib.[37]&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;SHALAT JUMAT BAGI MUSAFIR.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kebanyakan ulama berpendapat bahwa tidak ada shalat Jum'at bagi musafir, namun apabila musafir tersebut tinggal di suatu daerah yang diadakan shalat Jum'at maka wajib atasnya untuk mengikuti shalat Jum'at bersama mereka. Ini adalah pendapat &lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt; Malik, &lt;st1:personname&gt;imam&lt;/st1:PersonName&gt; Syafi'i, Ats-Tsauriy, Ishaq, Abu Tsaur, dll.[38]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dalilnya adalah bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa'ala alihi wasallam apabila safar (bepergian) tidak shalat Jum'at dalam safarnya, juga ketika Haji Wada' Beliau shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam tidak melaksanakan shalat Jum'at dan menggantinya dengan shalat Dhuhur yang dijama' (digabung) dengan Ashar[39]. Demikian pula para Khulafa Ar-Rasyidun (empat khalifah) radhiallahu anhum dan para sahabat lainnya radhiallahu anhum serta orang-orang yang setelah mereka apabila safar tidak shalat Jum'at dan menggantinya dengan Dhuhur.[40]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Al-Hasan Al-Basri, dari Abdur Rahman bin Samurah berkata: Aku tinggal bersama dia (Al-Hasan Al-Basri) di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Kabul&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; selama dua tahun mengqashar shalat dan tidak shalat Jum'at"&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sahabat Anas radhiallahu anhu tinggal di Naisabur selama satu atau dua tahun, beliau tidak melaksanakan shalat Jum'at.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ibnul Mundzir -rahimahullah menyebutkan bahwa ini adalah Ijma' (kesepakatan para ulama') yang berdasarkan hadis sahih dalam hal ini sehingga tidak di perbolehkan menyelisihinya.[41]&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Wallahu A'lam dan Semoga Bermanfaat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;Foote Note :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[1].Lihat Tafsir Ath-Thabari 4/244, Mu'jamul Washit hal 738.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[2].Lihat Al-Mughni, Ibnu Qudamah 3/104 dan Al-Majmu' Syarah Muhadzdzab 4/165.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[3].HR. Muslim, Abu Dawud dll. Lihat Al-jami'li Ahkamil Qur'an, Al-Qurthubi 5/226-227.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[4].HR. Muslim, Ibnu Majah, Abu Dawud dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[5].HR. Ibnu Majah dan An-Nasa'i dll dengan sanad sahih. Lihat sahih Ibnu Majah 871 dan Zaadul Ma'ad, Ibnul Qayim 1/467&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[6].HR. Bukhari dan Muslim dll. Lihat Al-Wajiz fi Fiqhis Sunnati wal Kitabil Aziz, Abdul Adhim bin Badawi Al-Khalafi 138.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[7].HR. Bukhari dan Muslim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[8].Lihat Al-Muhalla, Ibnu Hazm 21/5, Zaadul Ma'ad, Ibnul Qayyim 1/481, Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq 1/307-308, As-Shalah, Prof.Dr. Abdullah Ath-Thayyar 160-161, Al-Wajiz, Abdul Adhim Al-Khalafi 138 dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[9].Lihat Majmu'Fatawa Syaikh Utsaimin 15/265.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[10].Al-Wajiz, Abdul Adhim Al-Khalafi 138&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[11].HR. Bukhari, Muslim dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[12].HR. Imam Ahmad dll dengan sanad sahih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[13].HR. Bukhari dll&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[14].Riwayat Al-Baihaqi dll dengan sanad sahih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[15].Lihat Majmu' Fatawa Syaikh Utsaimin jilid 15, Irwa'ul Ghalil Syaikh Al-Albani jilid 3, Fiqhus Sunnah 1/309-312.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[16].HR. Bukhari dan Muslim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[17].HR. Bukhari. Lihat Zaadul Ma'ad, Ibnul Qayyim 1/315-316, 473-475, Fiqhus Sunah 1/312-313, Taudhihul Ahkam, Al-Bassam 2/223-229. Majmu' Fatawa Syaikh Utsaimin 15/254.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[18].Kitab Ad-Dakwah, Bin Baz, lihat As-Shalah, Prof.Dr. Abdullah Ath-Thayyar 308.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[19].Lihat Fiqhus Sunnah 1/313-317.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[20].Lihat Fatawa Muhimmah, Syaikh Bin Baz 93-94, Kitab As-Shalah, Prof.Dr. Abdullah Ath-Thayyar 177.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[21].Lihat Taudhihul Ahkam, Al-Bassam 2/308-310 dan Fiqhus Sunnah 1/ 316-317.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[22].HR. Bukhari dan Muslim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[23].HR. Muslim, Inbu Majah dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[24].Taudhihul Ahkam, Al-Bassam 2/310, Al-Wajiz, Abdul Adhim bin Badawi Al-Khalafi 139-141, Fiqhus Sunnah 1/313-317 [25].Lihat syarh Muslim, &lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;imam&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt; Nawawi 5/219 dan Al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah wal Kitabil Aziz 141.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[26].HR. Muslim dll. Lihat Sahihul Jami' 1070.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[27].HR. Bukhari 2697 dan Muslim 1718.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[28].HR. Muslim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[29].Lihat Majmu' Fatawa Syaikh Utsaimin 15/ 369-378&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[30].Lihat Sifat haji Nabi shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam karya Al-Albani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[31].HR. Muslim. Lihat Taudhihul Ahkam, Al-Bassam 2/308-309.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[32].As-Shalah, Prof.Dr. Abdullah Ath-Thayyar 181. Pendapat ini adalah merupakan fatwa para ulama termasuk syaikh Abdul Aziz bin Baz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[33].Lihat Taudhihul Ahkam, Al-Bassam 2/ 308.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[34].Riwayat Imam Ahmad dengan sanad sahih. Lihat Irwa'ul Ghalil no 571 dan Tamamul Minnah, Syaikh Al-Albani 317 [35].HR. Abu Dawud.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[36].Lihat Al-Majmu' Syarah Muhadzdzab 4/178 dan Majmu' Fatawa Syaikh Utsaimin 15/269&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[37].Lihat Taudhihul Ahkam, Syaikh Abdullah bin Abdir Rahman Al-Bassam 2/294-295&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[38].Lihat Al-Mughni, Ibnu Qudamah 3/216, Al-Majmu'Syarh Muhadzdzab, Imam Nawawi 4/247-248, lihat pula Majmu'Fatawa Syaikh Utsaimin 15/370.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[39].Lihat Hajjatun Nabi shallallahu alaihi wa'ala alihi wasallam Kama Rawaaha Anhu Jabir -radhiallahu anhu, Karya Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani hal 73.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;"&gt;[40].Lihat Al-Mughni, Ibnu Qudamah 3/216. [41].Lihat Al-Mughni, Ibnu Qudamah 3/216&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-115165586188778826?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/115165586188778826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=115165586188778826' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/115165586188778826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/115165586188778826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/06/makna-dan-hukum-qashar.html' title='MAKNA DAN HUKUM QASHAR'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-114585897079694879</id><published>2006-04-24T13:06:00.000+07:00</published><updated>2006-04-24T13:09:30.936+07:00</updated><title type='text'>Mentaati Pemimpin/Pemerintah Muslim walaupun Mereka Pemimpin yang Zhalim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Oleh : Abu Tauam Budi Aribowo  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Allah Ta’ala berfirman,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Hai orang – orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri diantara kamu” (QS An Nisaa’ 59)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan dari Wa’il Al Hadhrami, Salamah bin Yazid Al Ju’fi ra. pernah bertanya kepada Rasulullah ShalallHu alaiHi wa sallam,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Wahai Nabi Allah, bagaimanakah pendapat engkau jika kami diperintah oleh penguasa yang hanya menuntut hak mereka, sedangkan hak kami tidak mereka berikan ? Perintah apakah yang akan engkau berikan kepada kami ?”.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lalu beliau ShalallaHu alaiHi wa sallam berpaling dari Salamah, kemudian Salamah bertanya lagi, lalu beliau ShalallaHu alaiHi wa sallam berpaling lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah dia bertanya yang kedua kali atau ketiga kalinya, Asy’at bin Qais menariknya, lalu Rasulullah ShalallaHu alaiHi wa sallam bersabda,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Patuhilah dan setialah (kepada mereka).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sesungguhnya kewajiban mereka adalah apa yang dibebankan kepada mereka, dan kewajiban kamu adalah semata – mata apa yang dibebankan kepada kamu” (HR. Muslim, Kitab Al Imarah, Bab Thaa’atul umaraa-i wa-in mana’ul huquuq)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Demikianlah kaum muslimin diwajibkan untuk taat kepada pemimpin walaupun mereka para pemimpin mengambil hak dan berbuat zhalim, Rasulullah ShalallaHu alaiHi wa sallam juga telah bersabda,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Patuh dan taatilah pemimpinmu walaupun dia memukul punggungmu dan mengambil hartamu, patuhilah dan taatilah” (HR. Muslim 12/236-237)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun kepatuhan disini bukanlah kepatuhan untuk bermaksiat kepada Allah sebagaimana sabda Rasulullah ShalallaHu alaiHi wa sallam berikut ini,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Laa thaa’ata fii ma’shiyatillahi innamath thaa ‘atu fil ma’ruufi” yang artinya “Tidak ada ketaatan dalam bermaksiat kepada Allah, sesungguhnya ketaatan itu hanyalah dalam kebaikan” (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kepatuhan yang dimaksud disini adalah kepatuhan dalam hal yang ma’ruf, seperti contoh pada hadits berikut ini,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah ShalallaHu alaiHi wa sallam bersabda, “Wa idzaas tunfirtum, fanfiruu !” yang artinya “Dan jika kalian diperintahkan untuk pergi berperang (berjihad), maka berangkatlah !”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(HR. Bukhari no. 1834 dan Muslim no. 1353)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ini merupakan perkara yang tidak diketahui kebanyakan dari kaum muslimin (baca : Mustafa Kemal At Tartuk – Bapak Nasionalisme Turki dan lainnya) ketika mereka melihat kerusakan dan kezhaliman para khalifah terakhir dari Kekhalifahan Islam D&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;sti Turki Utmani, mereka lalu berusaha bekerja sama dengan orang – orang kafir untuk meleyapkan Khilafah Al Islamiyyah Al Utsmani tahun 1924 (Cermati juga jatuhnya Darul Islam Irak ke tangan Al Kufar – lihat bagaimana sebagian rakyat Irak tidak membantu Saddam Husain, pemimpin mereka yang muslim, bahkan bersikap sebaliknya !).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mereka lupa akan larangan memberontak dari para pemimpin selama belum melihat kekafiran dan kesyirikan pemimpin mereka yang secara jelas yang dapat dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Ta’ala dan diputuskan oleh para ulama’ rabbani berdasarkan kaidah – kaidah fikih dakwah yang diambil dari Al Qur’an dan As Sunnah serta sikap – sikap salafush shalih (generasi shalih terdahulu).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Ummul Mukminin Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah ra dari Nabi ShalallaHu alaiHi wa sallam beliau bersabda,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;”Sesungguhnya akan diangkat untuk kalian beberapa penguasa dan kalian akan mengetahui kemunkarannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka siapa saja yang benci bebaslah ia, dan siapa saja yang mengingkarinya, maka selamatlah ia, tetapi orang yang senang dan mengikutinya maka tersesatlah ia” &lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; sahabat bertanya, “Apakah tidak sebaiknya kita memerangi mereka ?” Beliau bersabda, “Jangan ! Selama mereka masih mengerjakan shalat bersamamu” (HR. Muslim)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan kepada kaum muslimin yang ingin menasehati pemerintah muslim yang zhalim maka hendaknya dilakukan secara diam – diam atau berdua saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Janganlah menasehatinya secara terang – terangan atau dengan cara berdemonstrasi seperti yang marak dilakukan akhir – akhir ini karena Rasulullah ShalallaHu alaiHi wa sallam bersabda dari riwayat sahabat Iyadh bin Ghunaim ra.,&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;”Barang siapa hendak menasehati penguasa maka janganlah secara terang – terangan, melainkan ambil tangannya dan berdua dengannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apabila ia menerimanya maka itu adalah untukmu, kecuali apabila ia enggan maka apa yang ada padanya adalah baginya sendiri” (HR Ahmad III/403-404, Al Hakim III/290, Al Baihaqi dan lainnya hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Kitab Adz Dzilal)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Maka dari itu Usamah bin Zaid ra. ketika menasehati Khalifah Islam Utsman bin Affan ra. dilakukannya dengan secara diam – diam sebagaimana atsar sahabat berikut ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Dari Ubaidilah bin Khiyar berkata, “Aku mendatangi Usamah bin Zaid ra. dan aku katakan kepadanya, ‘Mengapa engkau tidak menasehati Utsman bin Affan ra. untuk menegakan hukum had atas Al Walid ?’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Maka Usamah bin Zaid ra. menjawab, ‘Apakah kamu mengira aku tidak menasehatinya kecuali harus dihadapanmu ? demi Allah, sungguh aku telah menasehatinya secara sembunyi – sembunyi antara aku dan ia saja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan aku tidak ingin membuka pintu kejelekan dan aku bukanlah orang yang pertama kali membukanya” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Sering sekali terdengar perkataan celaan dan h&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;an di dalam aksi – aksi demonstrasi yang ditujukan kepada para penguasa muslim, yang mana hal ini sesungguhnya menyimpang dari manhaj salafush shalih, jalannya para salafush shalih, ahlus sunnah wal jama’ah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Imam Al Barbahary rahimahullah (wafat 392 H) berkata, “Jika anda melihat orang mendo’akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keburukan kepada pemimpin, ketahuilah bahwa ia termasuk salah satu pengikut hawa nafsu, namun bila anda melihat orang mendoakan kebaikan kepada kepada seorang pemimpin, ketahuilah bahwa ia termasuk golongan ahlus sunnah, insya Allah” (Kitab Syahrus Sunnah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Abu Ali Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata, “Jikalau aku mempunyai doa yang baik yang akan dikabulkan, maka semuanya akan aku tujukan bagi para pemimpin”, lalu ia ditanya, “Wahai Abu Ali jelaskan maksud ucapanmu tersebut ?”, beliau berkata, “Bila doa itu hanya aku tujukan bagi diriku, tidak lebih hanya bermanfaat bagi diriku, namun apabila aku tujukan kepada pemimpin dan ternyata para pemimpin berubah menjadi baik, maka semua orang dan negara akan merasakan manfaat dan kebaikannya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Dan menasehati Umara’ secara diam – diam memang merupakan suatu amal shalih yang berat namun demikian pahala yang didapatkannya pun sangatlah besar karena hal tersebut adalah salah satu bentuk jihad sebagaimana keterangan hadits – hadits yang diambil dari Kitab Riyadhus Shalihin berikut ini :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Dari Abu Sa’id Al Khudri ra., dari Nabi ShalallaHu alaiHi wa sallam, beliau bersabda,”Afdhalul jihaadi kalimatu ‘adlin sulthaanin jaair” yang artinya “Seutama – utamanya jihad adalah mengatakan keadilan di depan penguasa yang menyeleweng”&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(HR. &lt;/span&gt;Abu Daud dan Tirmidzi, dia berkata, “Hadits hasan”, hadits no. 199 pada Kitab Riyadush Shalihin oleh Imam An Nawawi)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada hadits lain Rasulullah ShalallaHu alaiHi wa sallam berkata pada seseorang yang bertanya tentang jihad apa yang paling utama, maka Rasulullah ShalallaHu alaiHi wa sallam menjawab,”Kalimatun haqqin ‘inda sulthaanin jaair” yang artinya “Mengatakan kalimat yang benar di depan penguasa yang menyeleweng” (HR. An Nasa’i dengan sanad shahih, hadits no. 200 pada Kitab Riyadush Shalihin, dari sahabat Abu Abdullah Al Ahmasi ra.)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maraji’&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;1. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hukum Memberontak Kepada Penguasa Muslim, Syaikh Fawaz bin Yahya Al Ghuslan, Pustaka Al Atsari, &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, Cetakan Pertama, Jumadil Tsaniyah 1424 H/Agustus 2003 M.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;2. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengapa Memilih Manhaj Salaf ?, Syaikh Salam bin Ied Al Hilaly, Pustaka Imam Bukhari, Solo, Cetakan Ketiga, Muharram 1426 H/Maret 2005 M.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;3. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka At Taqwa, Bogor, Cetakan Kedua, Jumadil Akhir 1425 H/Agustus 2004 M.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;4. &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tarjamah Riyadush Shalihin, Penulis : Imam An Nawawi, Takhrij : Syaikh Al Albani, Duta Ilmu, &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Surabaya&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;, Cetakan Kedua, Oktober 2004 (Edisi Revisi).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semoga Bermanfaat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-114585897079694879?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/114585897079694879/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=114585897079694879' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/114585897079694879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/114585897079694879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/04/mentaati-pemimpinpemerintah-muslim.html' title='Mentaati Pemimpin/Pemerintah Muslim walaupun Mereka Pemimpin yang Zhalim'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-114344848710890598</id><published>2006-03-27T15:33:00.000+07:00</published><updated>2006-03-27T15:41:18.920+07:00</updated><title type='text'>FATWA ULAMA TENTANG USAMAH BIN LADEN</title><content type='html'>&lt;div class="Section1" dir="rtl"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; line-height: 70%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 70%;" lang="AR-SA"&gt;فتاوى العلماء في أسامة بن لادن&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="line-height: 70%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;**********&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الفتوى الأولى للعلامة الإمام عبد العزيز بن باز – رحمه الله -&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Fatwa Pertama al-Alamah al-Imam Ibnu bazz –&lt;i&gt;rahimahullahu-&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قال الإمام بن باز – رحمه الله : (( أما ما يقوم به&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الآن محمد المسعري وسعد الفقيه وأشباههما من ناشري الدعوات الفاسدة الضالة فهذا بلا شك شر عظيم ، وهم دعاة شر عظيم ، وفساد كبير ، والواجب الحذر من نشراتهم ، والقضاء&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;عليها ، وإتلافها ، وعدم التعاون معهم في أي شيء يدعو إلى الفساد والشر والباطل والفتن ؛ لأن الله أمر بالتعاون على البر والتقوى لا بالتعاون على الفساد والشر ، ونشر الكذب ، ونشر الدعوات الباطلة التي تسبب الفرقة واختلال الأمن إلى غير ذلك .&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Imam Ibnu Bazz &lt;i&gt;rahimahullahu&lt;/i&gt; berkata : "Adapun (aktivitas) yang dikerjakan saat ini oleh Muhammad al-Mis'ari dan Sa'ad al-Faqih serta orang-orang yang serupa dengan mereka, dari aktivitas penyebaran propaganda-propaganda yang rusak dan menyesatkan, maka tidak syak lagi hal ini merupakan keburukan yang dahsyat. Mereka-mereka ini adalah para da'i (penyeru) yang menyeru kepada keburukan yang besar dan kerusakan yang hebat. Maka wajiblah berhati-hati dari selebaran-selebaran mereka, membuang dan memusnahkannya, serta jangan mau ber&lt;i&gt;ta'awun&lt;/i&gt; (bekerja sama) dengan mereka dalam segala perkara yang mengajak kepada kerusakan, keburukan, kebatilan dan fitnah. Karena Allah memerintahkan untuk bekerja sama di dalam kebajikan dan ketakwaan, tidak bekerja sama di dalam kerusakan dan keburukan di dalam menyebarkan kedustaan dan di dalam menyebarkan propaganda-propaganda batil yang menyebabkan terjadinya perpecahan, hilangnya rasa aman dan (keburukan-keburukan) lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;هذه النشرات التي تصدر من الفقيه ، أو من المسعري أو من غيرهما من دعاة الباطل ودعاة الشر والفرقة يجب القضاء عليها وإتلافها وعدم الالتفات إليها ، ويجب نصيحتهم&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وإرشادهم للحق ، وتحذيرهم من هذا الباطل ، ولا يجوز لأحد أن يتعاون معهم في هذا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الشر ، ويجب أن ينصحوا ، وأن يعودوا إلى رشدهم ، وأن يدَعوا هذا الباطل ويتركوه .&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Selebaran-selebaran ini yang berasal dari al-Faqih, al-Mis'ari atau selain mereka dari kalangan para penyeru kebatilan dan penyeru keburukan dan perpecahan, wajib dibuang, dimusnahkan dan tidak boleh berpaling kepadanya sedikitpun. Wajib pula&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menasehati dan mengarahkan mereka kepada kebenaran serta mentahdzir mereka dari kebatilan ini. Dan tidaklah boleh bagi seorangpun untuk bekerja sama dengan mereka di dalam perkara buruk ini, namun wajib bagi mereka untuk bertaubat dan kembali kepada jalan yang lurus serta wajib bagi mereka meninggalkan kebatilan ini dan menjauhinya.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ونصيحتي للمسعري والفقيه وابن لادن&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; وجميع من يسلك سبيلهم أن يدَعوا هذا الطريق&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الوخيم ، وأن يتقوا الله ويحذروا نقمته وغضبه ، وأن يعودوا إلى رشدهم ، وأن يتوبوا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إلى الله مما سلف منهم ، والله سبحانه وعد عباده التائبين بقبول توبتهم ، والإحسان إليهم ، كما قال سبحانه : { قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ * وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لا تُنْصَرُونَ} وقال سبحانه : { وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ } والآيات في هذا المعنى كثيرة )) أهـ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;( &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;مجلة البحوث الإسلامية العدد 50 ص 7- 17&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Dan nasehatku untuk al-Mis'ari, al-Faqih dan &lt;b&gt;Ibnu Laden&lt;/b&gt; serta seluruh orang yang menempuh jalan mereka supaya mau meninggalkan jalan yang jelek ini. Hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan berhati-hati dari murka dan amarah Allah, hendaklah mereka kembali ke jalan yang lurus dan bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa mereka yang telah lalu, karena sesungguhnya Allah menjanjikan bagi hamba-hamba-Nya yang bertaubat pada-Nya untuk menerima taubat mereka, berbuat baik pada mereka, sebagaimana firman Allah &lt;i&gt;Subhanahu&lt;/i&gt; : "&lt;i&gt;Katakanlah wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, (karena) sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa kalian semua. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kepada Rabb kalian dan berserahdirilah kepadanya sebelum datangnya adzab kemudian kalian tidak dapat ditolong lagi&lt;/i&gt;." Dan firman-Nya : "&lt;i&gt;Bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung&lt;/i&gt;." Dan ayat-ayat yang semakna dengan hal ini sangatlah banyak. (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Majalah al-Buhuts al-Islamiyyah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, no. 10, hal. 7-17).&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;**********&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الفتوى الثانية للعلامة الإمام عبد العزيز بن باز – رحمه الله –&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Fatwa Kedua al-Alamah al-Imam Ibnu bazz –&lt;i&gt;rahimahullahu-&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ذكر &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الإمام عبد العزيز بن باز – رحمه الله - &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;في (جريدة المسلمون والشرق الأوسط - 9 جمادى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الأولى 1417هـ) : أن &lt;b&gt;أسامة بن لادن&lt;/b&gt; من المفسدين في الأرض، ويتحرى طرق الشر الفاسدة&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وخرج عن طاعة ولي الأمر.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Al-Imam Abdul Aziz bin Baz &lt;i&gt;rahimahullahu&lt;/i&gt; di dalam Harian &lt;i&gt;al-Muslimun&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;Syirqul Awsath&lt;/i&gt; (9 Jumadil Ula 1417) berkata : "&lt;b&gt;Usamah bin Laden termasuk orang-orang yang melakukan kerusakan di muka bumi dan menempuh jalan-jalan keburukan yang rusak serta memberontak dari &lt;i&gt;waliyul amri&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;."&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;**********&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فتوى المحدث &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الشيخ مقبل بن هادي الوادعي&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; – رحمه الله –&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Fatwa al-Muhaddits asy-Syaikh Muqbil al-Wadi'iy –&lt;i&gt;rahimahullahu-&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;. في لقاء مع علامة اليمن الشيخ مقبل بن هادي&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الوادعي - رحمه الله- في جريدة الرأي العام الكويتية بتاريخ 19/12/1998 العدد :&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt; 11503 &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;قال الشيخ مقبل -رحمه الله- : (( &lt;b&gt;أبرأ إلى الله من بن لادن فهوشؤم وبلاء على الأمة وأعمــاله شر&lt;/b&gt; )).&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Pada &lt;i&gt;liqo' &lt;/i&gt;(pertemuan) bersama Allamah Yaman, asy-Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'iy &lt;i&gt;rahimahullahu&lt;/i&gt;, di dalam harian &lt;i&gt;ar-Ro'yu al-'Aam al-Kuwaitiyah&lt;/i&gt; tertanggal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:date year="1998" day="19" month="12"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;19/12/1998&lt;/span&gt;&lt;/st1:date&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;, no : 11503. Syaikh Muqbil &lt;i&gt;rahimahullahu&lt;/i&gt; berkata : "&lt;b&gt;Aku berlepas diri dari Bin Laden karena dia merupakan kejahatan dan musibah bagi ummat Islam dan aktivitasnya buruk.&lt;/b&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;و في نفس اللقاء :(( السائل : الملاحظ أن المسلمين يتعرضون للمضايقات في الدول الغربية بمجرد حدوث انفجار في أي مكان في العالم ؟&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Pada kesempatan yang sama pula, (Syaikh ditanya) : Penanya : "Memperhatikan kaum muslimin yang dihadapkan dengan tekanan-tekanan di negeri-negeri barat hanya karena terjadinya aktivitas peledakan di mana saja di dunia ini?"&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أجاب&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الشيخ مقبل : أعلم ذلك ، وقد اتصل بي بعض الأخوة من بريطانيا يشكون التضييق عليهم ،&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ويسألون عما إذا كان يجوز لهم إعلان البراءة من أسامة بن لادن ، فقلنا لهم تبرأنا منه ومن أعماله منذ زمن بعيد ، والواقع يشهد أن المسلمين في دول الغرب مضيق عليهم&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;بسبب الحركات التي تغذيها حركة الإخوان المفلسين أو غيرهم ، والله المستعان .&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Syaikh Muqbil menjawab : " Saya tahu itu, dan beberapa ikhwan dari Inggris telah menghubungiku, mereka mengadukan tentang tekanan yang menimpa mereka. Mereka bertanya apakah boleh mengumumkan &lt;i&gt;baro'&lt;/i&gt; (berlepas diri) dari Usamah bin Laden. Maka kami katakan pada mereka, bahwa kami telah &lt;i&gt;baro'&lt;/i&gt; darinya (Usamah) dan dari segala aktivitasnya semenjak dulu. Dan realitanya menunjukkan bahwa kaum muslimin di negeri-negeri barat tertekan dikarenakan gerakan-gerakan yang dijalankan oleh kelompok &lt;i&gt;Ikhwanul Muflisin&lt;/i&gt; (&lt;i&gt;muflis &lt;/i&gt;: yang merugi, &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) atau selainnya. &lt;i&gt;Wallahul Musta'an&lt;/i&gt; (Dan hanya Allah-lah tempat memohon pertolongan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;السائل : ألم تقدم نصيحة إلى أسامة بن لادن ؟&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أجاب الشيخ : لقد أرسلت نصائح لكن الله أعلم إن كانت وصلت أم لا ، وقد جاءنا منهم أخوة يعرضون مساعدتهم لنا وإعانتهم حتى ندعو إلى الله ، وبعد ذلك فوجئنا بهم يرسلون مالا ويطلبون منا توزيعه&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;على رؤساء القبائل لشراء مدافع ورشاشات ، ولكنني رفضت عرضهم ، وطلبت منهم ألا يأتوا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إلى منزلي ثانية ، وأوضحت لهم أن عملنا هو دعوي فقط ولن نسمح لطلبتنا بغير ذلك )) أهـ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Penanya : "Tidakkah anda sampaikan dulu nasehat kepada Usamah bin Laden?"&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Syaikh menjawab : "Aku telah mengirimkan nasehat-nasehat (padanya) akan tetapi &lt;i&gt;Allahu a'lam&lt;/i&gt; apakah sampai ataukah tidak. Telah sampai kepada kami ikhwan mereka yang mengajukan bantuan dan pertolongan kepada kami untuk berdakwah kepada Allah. Namun setelah itu kami terkejut tatkala mereka mengirimkan harta dan meminta kepada kami untuk membagikannya kepada para pembesar-pembesar suku/kabilah untuk membeli tank dan persenjataan. Namun aku tolak tawaran mereka dan aku minta mereka supaya tidak datang lagi ke kediamanku untuk kedua kalinya. Dan aku terangkan pada mereka bahwa aktivitas kami adalah aktivitas murni dakwah saja dan kami tidak pernah memberikan izin kepada murid-murid kami beraktivitas selainnya (yakni selain dakwah, &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;. وقال الشيخ مقبل – رحمه الله - في كتاب (تحفة المجيب) من تسجيل بتاريخ 18 صفر 1417 هـ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;تحت عنوان (من وراء التفجيرات في أرض الحرمين؟ ) : (( وكذلك إسناد الأمور إلى الجهال،&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فقد روى البخاري ومسلم في "صحيحيهما" عن عبدالله بن عمرو رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم : (( إنّ الله لا يقبض العلم انتزاعًا ينتزعه&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;من العباد، ولكن يقبض العلم بقبض العلماء، حتّى إذا لم يبق عالمًا اتّخذ النّاس&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;رءوسًا جهّالاً، فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلّوا وأضلّوا )).&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Syaikh Muqbil &lt;i&gt;rahimahullahu&lt;/i&gt; berkata di dalam kitab &lt;i&gt;Tuhfatul Mujib&lt;/i&gt;, dari rekaman kaset tertanggal 18 Shofar 1417 yang berjudul &lt;i&gt;Min Waro` at-Tafjiiraat fi Ardhi al-Haramain&lt;/i&gt; : "Dan demikian pula dengan menyandarkan perkara (agama) kepada orang-orang bodoh, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim di dalam &lt;i&gt;Shahih&lt;/i&gt; mereka, dari Abdullah bin 'Amr &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhuma&lt;/i&gt; berkata, Rasulullah &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa Sallam &lt;/i&gt;bersabda : "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan begitu saja dari para hamba-hamba-Nya. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga apabila tidak tersisa lagi para ulama, maka manusia menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh, mereka ditanya dan berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan."&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;كما يقال: العالم&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الفلاني ما يعرف عن الواقع شيئًا، أو عالم جامد، تنفير، كما تقول مجلة "السنة" التي ينبغي أن تسمى بمجلة "البدعة"، فقد ظهرت عداوتها لأهل السنة من قضية الخليج.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Seperti yang dikatakan (oleh orang-orang bodoh, &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) bahwa si fulan yang alim ini tidak faham &lt;i&gt;waqi'&lt;/i&gt; (realita) sedikitpun, atau dia adalah seorang alim yang &lt;i&gt;jumud&lt;/i&gt; (beku/kaku metode berfikirnya, &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) dengan maksud &lt;i&gt;tanfir&lt;/i&gt; (menjauhkan ummat dari ulama, &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;), sebagaimana yang di'kata'&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;st1:state&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;kan&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt; oleh Majalah "As-Sunnah" (milik al-Muntada Inggris yang dikelola Muhammad Surur Zainal Abidin, &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) –yang lebih layak disebut dengan "Al-Bid'ah"- yang menampakkan permusuhan sengitnya terhadap ahlus sunnah semenjak (meletusnya perang) teluk.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;وأقول: إن الناس منذ تركوا الرجوع إلى العلماء تخبطوا يقول الله عز وجل: {وإذا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;جاءهم أمر من الأمن أو الخوف أذاعوا به ولو ردّوه إلى الرّسول وإلى أولي الأمر منهم لعلمه الّذين يستنبطونه منهم }، وأولي الأمر هم العلماء والأمراء والعقلاء&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الصالحون.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;وقارون عند أن خرج على قومه في زينته قال أهل الدنيا: {يا ليت لنا مثل&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ما أوتي قارون إنّه لذو حظّ عظيم * وقال الّذين أوتوا العلم ويلكم ثواب الله خير لمن آمن وعمل صالحًا ولا يلقّاها إلاّ الصّابرون }.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Dan saya katakan, sesungguhnya manusia tatkala mereka mulai meninggalkan &lt;i&gt;ruju'&lt;/i&gt; (mengembalikan segala permasalahan, &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) kepada para ulama, mereka akan menyimpang. Allah &lt;i&gt;Azza wa Jalla &lt;/i&gt;berfirman : "&lt;i&gt;Jika datang kepada mereka suatu berita tentang ketentraman atau ketakutan, mereka segera menyiarkannya. Seandainya mereka mau menyerahkan perkara tersebut kepada Rasul dan Ulil Amri di tengah-tengah mereka, niscaya tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya akan mengetahuinya dari mereka.&lt;/i&gt;" Dan yang dimaksud dengan &lt;i&gt;Ulil Amri &lt;/i&gt;adalah para ulama, &lt;i&gt;umara' &lt;/i&gt;(penguasa), &lt;i&gt;uqolaa'&lt;/i&gt; (orang yang berakal) dan orang-orang yang shalih. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;(Lihatlah) Qorun ketika dia keluar di hadapan kaumnya dengan segala perhiasannya, maka berkatalah orang-orang &lt;i&gt;ahlud dunya&lt;/i&gt; (pencinta dunia) : "&lt;i&gt;Semoga kiranya kita memiliki seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya ia benar-benar memiliki keberuntungan yang besar. Namun orang-orang yang berilmu berkata, kecelakaan besarlah bagi kamu, pahala yang Allah berikan adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholih, dan tidaklah diperoleh pahala tersebut kecuali oleh orang-orang yang sabar.&lt;/i&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;والعلماء يضعون الأشياء مواضعها: {وتلك الأمثال نضربها للنّاس وما يعقلها إلاّ العالمون }، {إنّ في ذلك لآيات للعالمين }، {إنّما يخشى الله من عباده العلماء }، {يرفع الله الّذين آمنوا منكم والّذين أوتوا العلم درجات }. فهل يرفع الله أهل العلم أم أصحاب الثورات والانقلابات وقد جاء في "صحيح البخاري" عن أبي هريرة رضي الله عنه أنّ النّبيّ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;سئل: متى السّاعة؟ فقال: (( إذا وسّد الأمر إلى غير أهله&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فانتظر السّاعة)) رئيس حزب وهو جاهل.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Adapun para ulama, mereka meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. "&lt;i&gt;Dan itulah permisalan-permisalan yang kami buat bagi manusia dan tiada yang memahaminya melainkan orang-orang yang berilmu&lt;/i&gt;.", "&lt;i&gt;Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berilmu&lt;/i&gt;.", "&lt;i&gt;Allah meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu di antara kalian beberapa derajat&lt;/i&gt;." Lantas, siapakah orang yang diangkat (derajatnya) oleh Allah, para ulama ataukah para pelaku revolusi dan kudeta?! Telah datang sebuah hadits di dalam &lt;i&gt;Shohih al-Bukhari&lt;/i&gt; dari Abu Hurairoh &lt;i&gt;radhiyallahu 'anhu&lt;/i&gt; bahwasanya Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa Sallam &lt;/i&gt;ditanya : "Kapankah &lt;i&gt;as-Sa'ah&lt;/i&gt; (terjadinya kiamat)?", Rasulullah menjawab : "Apabila urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehadiran &lt;i&gt;as-Sa'ah&lt;/i&gt;." Dan (telah jelas bahwa) pimpinan hizb (partai) adalah orang yang bodoh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ومن الأمثلة على هذه الفتن &lt;b&gt;الفتنة التي كادت تدبر لليمن من قبل أسامة بن لادن &lt;/b&gt;إذا قيل له: نريد مبلغ عشرين ألف ريال سعودي نبني بها مسجدًا في بلد كذا . فيقول: ليس عندنا إمكانيات، سنعطي إن شاء الله بقدر&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إمكانياتنا. وإذا قيل له: نريد مدفعًا ورشاشًا وغيرهما. فيقول: خذ هذه مائة ألف (أو&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أكثر) وإن شاء الله سيأتي الباقي )) أهـ .&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Diantara contoh dari fitnah ini adalah &lt;b&gt;fitnah yang telah hampir meliputi Yaman yang dihembuskan oleh Usamah bin Laden&lt;/b&gt;. Apabila dikatakan pada dirinya : "kami memerlukan dana sebesar 20.000 Real Saudi untuk membangun Masjid di negeri ini." Maka dia (Usamah) menjawab : "Kami tidak memiliki kemampuan (sebesar itu), akan kami berikan insya Allah sebatas kemampuan kami." Namun apabila dikatakan padanya : "Kami memerlukan tank-tank, persenjataan dan selainnya." Maka niscaya dia akan menjawab : "Ambillah ini, 100.000 –atau lebih- dan insya Allah akan menyusul sisanya."&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:100%;"&gt;**********&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فتوى &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الشيخ العلامة أحمد النجمي &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;– حفظه الله -&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Fatwa asy-Syaikh al-Allamah Ahmad an-Najmi –&lt;i&gt;hafizhahullahu-&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;. سئل الشيخ العلامة أحمد النجمي–حفظه الله-: &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أحسن الله إليك هذا سائل يقول قد صح النبي عليه الصلاة و السلام أنه قال : (( لعن الله من آوى محدثاً ))،هل هذا الحديث ينطبق على دولة طالبان و خاصة أنهم يؤون الخوارج ويعدونهم في معسكر الفاروق الذي يشرف عليه &lt;b&gt;أسامة بن لادن&lt;/b&gt; و فيه أربعة فصائل: الفصيل الأول فصيل المعتم ، وفصيل الشهراني ، و فصيل الهاجري ، وفصيل السعيد ، وهؤلاء الأربعة هم الذين فجروا في العليا ، و يكفرون الحكام و يكفرون العلماء في هذه&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;البلاد ؟&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Asy-Syaikh al-Allamah Ahmad an-Najmi &lt;i&gt;hafizhahullahu&lt;/i&gt; ditanya :&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;"Semoga Allah memberi kebaikan pada anda, seorang penanya berkata, telah shahih bahwasanya Nabi &lt;i&gt;'alaihi Sholatu wa Salam&lt;/i&gt; bersabda : "&lt;i&gt;Allah mengutuk orang-orang yang melindungi pelaku kejahatan&lt;/i&gt;." Apakah hadits ini dapat diterapkan terhadap Daulah Thaliban, khususnya mereka telah menolong khowarij dan mempersiapkan bagi mereka seketariat prajurit "Al-Faruq", yang dikomandani oleh Usamah bin Laden, yang memiliki empat divisi, yaitu divisi &lt;i&gt;al-Mu'tam, asy-Syahrooni, al-Haajiri &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;as-Sa'iid&lt;/i&gt;. Dan keempat divisi inilah yang melakukan peledakan di &lt;i&gt;al-'Ulayya&lt;/i&gt; dan mengkafirkan pemerintah dan ulama negeri ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;فأجاب الشيخ -حفظه الله-: ((&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt; لا شك أن هؤلاء يعتبروا محدثين،و هؤلاء الذين آووهم داخلون في هذا الوعيد الذي قاله النبي صلى الله عليه وسلم و اللعنة التي&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;لعنها من فعل ذلك، (( لعن الله من آوى محدثاً )) فلو أن واحداً قتل بغير حق و أنت أويته و قلت لأصحاب الدم ما لكم عليه سبيل و منعتهم ، ألست تعتبر مؤوياً للمحدثين ! )) أهـ.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Syaikh &lt;i&gt;hafizhahullahu&lt;/i&gt; menjawab : "Tidak diragukan lagi, bahwasanya mereka dianggap sebagai para pelaku kejahatan. Dan mereka yang melindungi (para pelaku kejahatan) ini masuk di dalam ancaman hadits Nabi &lt;i&gt;Shallallahu 'alaihi wa Sallam&lt;/i&gt; tadi dan kutukan/laknat ini menimpa siapa saja yang melakukan hal tersebut. "&lt;i&gt;Allah melaknat orang yang melindungi pelaku kejahatan&lt;/i&gt;". Apabila seandainya ada orang yang membunuh tanpa &lt;i&gt;haq&lt;/i&gt; (adanya alasan syar'i yang membenarkan pembunuhan tersebut, &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;) dan kamu melindunginya dan mengatakan kepada keluarga orang yang terbunuh, 'kalian tidak dapat melakukan apa-apa terhadapnya (pembunuh)' dan kamu menghalang-halangi mereka (dari meminta hak mereka, &lt;sup&gt;pent.&lt;/sup&gt;), bukankah anda termasuk sebagai orang yang membela para pelaku kejahatan?!"&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: right; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="right"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;[Dialihbahasakan oleh Abu Salma al-Atsari dari Maktabah as-Sahab as-Salafiyah (www.sahab.org)]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-114344848710890598?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/114344848710890598/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=114344848710890598' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/114344848710890598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/114344848710890598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/03/fatwa-ulama-tentang-usamah-bin-laden.html' title='FATWA ULAMA TENTANG USAMAH BIN LADEN'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113859889506892576</id><published>2006-01-30T12:28:00.000+07:00</published><updated>2006-03-27T11:44:13.836+07:00</updated><title type='text'>Benarkah mereka itu berjihad ?</title><content type='html'>&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Abu Abdirrahman bin Thayyib, Lc&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;03 Dec 2005 | 09:29:44 WIB&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah mereka itu berjihad ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, kami menyanjung-Nya, meminta pertolongan, mengharap ampunan dan petunjuk kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejelekan diri dan perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorangpun yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada seorangpun yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad ` adalah hamba dan utusan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan janganlah kalian meninggal kecuali dalam keadaan muslim" [QS Ali Imron 102].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama - Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu" [QS An Nisa 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar" [QS Al Ahzab 70-71]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amma ba du : Sesungguhnya sebenar-benarnya ucapan adalah kitabullah dan sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuknya Nabi. Dan sejelek-jeleknya perkara adalah hal-hal baru (dalam agama), dan setiap hal yang baru (dalam agama) adalah bid'ah dan setiap bid'ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'asyiral muslimin -rahimani wa rahimakumullah-, disebutkan dalam shohih Bukhori, Muslim dan selainnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bahwasanya Nabi pernah suatu ketika membagikan harta rampasan kepada para sahabatnya, lalu tiba-tiba datang seseorang yang bernama Dzul khuwaisiroh At-Tamimi seraya mengatakan kepada Nabi : "Berlaku adillah wahai Muhammad!". Mendengar ucapan itu, Rasulullah marah sambil berkata: "Celakalah engkau, jika aku tidak bisa berbuat adil maka siapa yang bisa berbuat adil ?". Sahabat Umar yang hadir pada saat itu berkata : "Wahai Rasulullah, izinkanlah aku untuk memenggal leher orang ini". Rasul pun menjawab :&lt;br /&gt;"Biarkanlah dia (Wahai Umar), karena dia memiliki teman-teman yang salah seorang dari kalian merasa sedikit sholat maupun puasanya dibanding dengan sholat dan puasa mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana keluarnya anak panah dari sasarannya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'asyiral muslimin -rahimani wa rahimakumullah-, inilah benih, inilah cikal bakal, inilah nenek moyang sebuah aliran sesat, sebuah kelompok sempalan yang menisbatkan diri mereka kepada Islam, yang bernama Al-Khowarij. Mereka tidak pernah puas dengan pemimpin kaum muslimin, mereka selalu ingin memberontak kepada penguasa kaum muslimin, dan selalu menyebarkan aib-aib penguasa. Mereka menyeru rakyat untuk memberontak kepada penguasa dan mereka ini akan selalu muncul di setiap saat sampai akhir zaman nanti, sebagaimana yang pernah disabdakan Nabi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akan keluar sekelompok orang diakhir zaman nanti, mereka masih ingusan dan bodoh. Mereka membaca al-qur'an tapi keimanan mereka tidak sampai kepada kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama sebagaimana keluarnya anak panah dari sasarannya. Dimana saja kalian bertemu mereka maka perangilah mereka, karena didalam memerangi mereka terdapat pahala bagi orang yang memerangi mereka di hari kiamat nanti". (HR.Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'asyiral muslimin -rahimani wa rahimakumullah-, kelompok ini selalu mengobarkan bendera jihad untuk memerangi kaum muslimin, kelompok yang menghalalkan darah kaum muslimin. Tidak ada bukti yang lebih nyata akan hal diatas ini melainkan kisah mereka ketika mereka ikut andil dalam pembunuhan seorang kholifah ar-rasyid Ustman bin Affan. Merekalah yang ikut andil dalam pengepungan terhadap rumah Utsman bin Affan. Setelah itu, mereka semakin merajalela dikala kekholifahan Ali bin Abi Tholib. Mereka mengkafirkan Ali bin Abi Tholib dan para sahabatnya. Merekalah yang paling bertanggung jawab dalam pembunuhan terhadap Ali bin Abi Tholib . Seseorang yang bernama Abdurrahman bin Muljam Al-Himyari, dialah pelaku pembunuhan terhadap kholifah ar-rasyid Ali bin Abi Tholib . Pada waktu dia ingin membunuh Ali bin Abi Tholib yaitu ketika pedangnya disabetkan kepada Ali bin Abi Tholib dia sempat membaca ayat al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; "Tidak ada hukum kecuali hukum Allah" dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membunuh Ali bin Abi Tholib dianggap oleh Abdurrahman bin Muljam sebagai bentuk jihad, sebagai bentuk perjuangan di jalan Allah. Subhanallah, demikianlah kesesatan kalau sudah masuk kedalam hati dan otak manusia, tidak tahu mana malam mana siang, mana kegelapan mana cahaya. Membunuh seorang kholifah ar-rosyid, membunuh seorang sahabat yang dijamin masuk surga dianggap sebagai bentuk jihad, sebagai bentuk perjuangan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kaum muslimin -rahimani wa rahimakumullah- marilah kita selalu bertakwa kepada Allah subhanahu wata'ala, selalu menuntut ilmu agama ini dari sumbernya (al-Qur an dan Sunnah sesuai pemahaman sahabat Nabi ). Adapun slogan-slogan, semboyan-semboyan, dan seruan-seruan yang terkadang berlebelkan Islam jangan kita mudah terpengaruh. Janganlah kita tertipu, sampai kita menimbangnya diatas al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah, para sahabat, para tabi in dan tabiut tabi in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma asyiral muslimin -rahimani wa rahinakumullah-, "Maa asbaha allaila bil baariha" alangkah miripnya kelompok-kelompok sekarang yang menghalalkan darah kaum muslimin, yang mereka melakukan teror dimana-mana, entah di Indonesia, di Saudi Arabia, di Yordania dan lain-lain dengan melakukan peledakan-peledakan, pengeboman-pengeboman dengan mengatas namakan Islam dan mereka anggap sebagai jihad. Apakah hal ini bisa dibenarkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa dikatakan jihad orang-orang yang membunuh kaum muslimin, yang membunuh orang-orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari pemerintah kaum muslimin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa dikatakan jihad orang-orang yang membunuh wanita-wanita dan anak-anak kecil yang tidak berdosa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana membunuh orang mukmin bisa dikatakan jihad, sedangkan Allah  berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang membunuh orang mukmin dengan sengaja maka balasannya adalah neraka jahannam dia kekal didalamnya sealama-lamanya dan Allah murka kepadanya, dan Allah melaknatnya dan Allah juga menyediakan baginya adzab yang pedih". (QS.An-Nisa : 93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin membunuh orang mukmin atau muslim dianggap sebagai jihad, sedangkan Nabi  bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh musnahnya dunia itu tidak seberapa dibandingkan dengan pembunuhan seorang muslim tanpa hak dan seandainya semua penduduk langit dan bumi bersatu dalam pembunuhan seorang mukmin saja, maka Allah akan memasukkan mereka semua kedalam neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin membunuh orang-orang kafir yang masuk kedalam negeri kaum muslimin dan mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah kaum muslimin dikatakan jihad, sedangkan Nabi bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang membunuh seorang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari pemerintah kaum muslimin maka dia tidak akan mencium bau surga" (HR.Bukhori)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin bisa dikatakan jihad orang-orang yang membunuh perempuan-perempuan dan anak-anak kecil yang tidak berdosa, sedangkan Nabi selalu mewasiatkan kepada pasukannya pada waktu mereka berjihad dengan ucapan beliau:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berperanglah kalian di jalan Allah dengan menyebut nama Allah dan perangilah orang-orang yang mengkufuri Allah. Jangan kalian curang dan jangan menyincang serta jangan membunuh anak-anak kecil".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bisa dikatakan jihad orang-orang yang memberontak kepada penguasa kaum muslimin, sedangkan Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman taatilah Allah, taatilah Rasul-Nya dan para pemimpin kalian" (QS.An-Nisa : 59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma asyiral muslimin -rahimani wa rahimakumullah-, ittaqullah, bertakwalah kepada Allah, dan bertakwalah mereka yang telah terjerumus kedalam pemikiran khowarij yang menghalalkan darah kaum muslimin atau membunuh orang-orang yang tidak bersalah, yang selalu memberontak kepada penguasa kaum muslimin serta bertakwalah mereka yang mendukung, yang menyetujui orang-orang yang membuat teror terhadap kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma asyiral muslimin -rahimani wa rahimakumullah-, jihad adalah ibadah sebagaimana sholat, haji, zakat harus mengikuti dan mencontoh Sunnah Rasul . Oleh karena itulah Ali bin Abi Tholib mentafsirkan ayat dalam surat Al-Kahfi ayat 103-104 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah wahai Muhammad apakah akan kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Tholib mengatakan itulah khowarij. Karena apa ? karena mereka melaksanakan suatu ibadah, mereka mengobarkan jihad tanpa ilmu, tanpa mengikuti sunnah Rasulullah , sehingga mereka berani mengkafirkan, mereka berani menghalalkan darah sahabat Nabi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma'asyiral muslimin -rahimani wa rahimakumullah-, Islam tidak akan jaya selama kaum muslimin menyimpang dari ajaran agamanya. Umat Islam tidak akan pernah menjadi jaya selama mereka tidak mau kembali kepada ajaran Islam yang murni yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya, yang diajarkan Nabi kepada para sahabatnya. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud bahwasanya Nabi bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian yang tidak akan dicabut sampai kalian kembali kepada agama kalian", yaitu kembali kepada aqidah yang murni, kembali kepada tauhid, kepada Sunnah Nabi, kepada metode sahabat Nabi dalam segala hal, dalam aqidah, ibadah, jihad, dalam berdakwah, dan dalam mendidik kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jika kaum muslimin tidak mau kembali kepada hal tersebut, maka sekarang inilah kaum muslimin meresakan bagaimana kehinaan itu, bagaimana mereka diporak porandakan oleh orang-orang kuffar, bukan karena kekuatan mereka tapi karena kelemahan kita. Dan Allah tidak akan merubah keadaan kaum muslimin yang terhina ini sampai mereka mau merubah keadaan mereka sendiri. Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sampai kaum itu merubah diri mereka sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum muslilmin tidak akan terubah keadaannya sampai mereka mengubah aqidah mereka yang rusak, merubah aqidah mereka yang tercampur dengan kesyirikan, yang merupakan bentuk penyekutuan kepada Allah. Dan merubah diri dari berdoa kepada wali-wali yang telah mati kepada berdoa hanya kepada Allah saja. Merubah ibadah-ibadah mereka yang penuh dengan bidâ€™ah kepada Sunnah Nabi. Dengan itulah, mereka akan menjadi mulia, mereka akan menjadi jaya, sebagaimana kejayaan yang telah diperoleh oleh para sahabat Nabi. Imam Malik pernah mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak akan membaikkan umat ini kecuali dengan apa yang membaikkan umat terdahulu" yaitu para sahabat Nabi, yang selalu mengikuti Sunnah beliau dalam setiap hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khutbah kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, serta seluruh sahabat dan para pengikut beliau yang setia. Amma ba'du :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya wasiatkan kepada diri saya dan kaum muslimin semuanya untuk selalu bertakwa kepada Allah dengan mengikuti Sunnah Rasul, dengan selalu menuntut ilmu agama baik aqidah, ibadah, muamalah, maupun akhlak. Karena memang tidak ada kebaikan bagi seorang muslim kecuali dengan dia tahu agamanya, dengan dia menuntut ilmu agamanya. Nabi pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan baginya maka Allah akan pahamkan kepadanya agama" (Muttafaqun  alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kebaikan kecuali bagi yang memahami agama ini dengan sebenar-benarnya, memahami agama ini sesuai dengan pemahaman yang benar, pemahaman salafus sholih, pemahaman sahabat, tabiin dan tabiut tabiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma asyiral muslimin -rahimani wa rahimakumullah-, pada khutbah kedua kali ini saya ingin mengingatkan kaum muslimin akan suatu hal yang sekarang sering diucapkan oleh sebagian kaum muslimin yaitu kata-kata atau istilah Asy-Syahid. Banyak di koran-koran atau di media masa dan yang lainnya kita jumpai seseorang menyatakan fulan (si B) itu syahid, (si C) itu syahid. Padahal kita tidak tahu apakah dia betul-betul berjuang di jalan Allah ? Apakah betul-betul dia telah menelusuri jejak Rasul ? Oleh karenanya, Imam Bukhari dalam shohihnya membuat suatu bab atau judul yaitu Laa yuqoolu fulanun Syahid "Tidak (boleh) dikatakan seseorang itu syahid" dan beliau berdalil dengan dua hadits, yang pertama yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allahlah yang paling tahu siapa yang berjihad di jalan-Nya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian hadits yang kedua kisah peperangan yang terjadi pada zaman Nabi. Nabi pada waktu itu berperang dengan orang-orang musyrikin, sebagian para sahabat mengatakan sungguh tidak ada yang lebih banyak jasanya dari pada si fulan. Kemudian Nabi mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia dineraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat pun terheran-heran, kenapa Nabi mengatakan hal seperti itu padahal kita melihat sendiri si fulan itu sangat berjasa, sangat berjuang di jalan Allah memerangi orang-orang musyrikin. Tidak tahunya orang tersebut ketika mau meninggal dunia membunuh dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah Imam Bukhari menyatakan tidak bolehnya mengatakan fulan syahid, si A atau si B itu mati syahid, karena permasalahannya ada ditangan Allah. Tidak ada yang mengetahui syahid atau tidak kecuali Allah. Kemudian hal ini dikomentari oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam Fathul bari, beliau mengatakan ketika mengomentari judul bab "laa yuqolu fulanun syahid" "Tidak boleh dikatakan fulan itu syahid" : "Alal qot i fi dzalik" yaitu memastikan orang itu syahid "Illa inkana bil wahyi" kecuali kalau ada wahyu (bahwa si B atau si C syahid). Kemudian Ibnu Hajar Al-Asqolani membawakan ucapan Umar bin Khottob. Umar dalam khutbahnya pernah mengatakan : "Kalian mengatakan dalam peperangan kalian, fulan (si B) itu syahid dan fulan (si C) itu meninggal dalam keadaan syahid, Janganlah kalian mengatakan seperti itu, akan tetapi ucapkanlah (secara global) seperti yang dikatakan oleh Rasulullah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mati di jalan Allah atau terbunuh di jalan Allah maka dia syahid"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu ikhwani fillah, maasyiral muslimin -rahimani wa rahimakumullah-, jangan kita mudah mengatakan fulan syahid, orang itu syahid, orang itu termasuk syuhada atau orang itu telah bertemu dengan Allah disyurga-Nya, dan telah bertemu dengan bidadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah, aqidah Ahlus sunnah wal jamaah sebagaimana yang dinukilkan oleh Imam Ath-Thohawiyah dalam aqidah thohawiyyah beliau mengatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita hanya bisa berharap bagi orang-orang yang berbuat baik dari kalangan orang-orang yang beriman agar Allah mengampuni dosa-dosanya dan agar Allah memasukkannya kedalam surga dengan rahmat-Nya. Tapi kita tidak bisa menjamin dan kita tidak bisa mengatakan dia itu di surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah aqidah Ahlus sunnah wal jamaah, tidak boleh memastikan dia mati syahid, dia masuk surga atau masuk neraka. Kita hanya bisa berharap semoga yang berjuang di jalan Allah dia bisa masuk surga dan kita mengharap semoga Allah mengampuni dosa-dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, kembalilah kepada Ahlu sunnah wal jamaah, kepada pemahaman salafus sholih agar kita tidak tersesat dan tidak tergelincir dimana-mana. Dan janganlah kita tertipu dengan slogan-slogan yang ada, jihad fisabilillah atau sekarang banyak istilah film-film Islami, musik Islami, semua ditempelkan kepada Islam. Dan juga sekolah Islami yang terkadang banyak menghancurkan Islam dari dalam tanpa mereka sadari. Lihat hakekatnya, lihat apakah sesuai dengan Sunnah, sesuai dengan metode para salafus sholeh atau tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma asyiral muslimin -rahimani wa rahimakumullah-"Assunnah safinatun najah" Sunnah Nabi (dan metode para sahabat) adalah jalan keselamatan, barangsiapa yang menyimpang darinya maka dia akan binasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Maraji':&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kutbah jumat di masjid al-Irsyad Surabaya 25-Nov-2005&lt;/p&gt;dikutip dari: &lt;a href="http://www.salafindo.com"&gt;www.salafindo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113859889506892576?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113859889506892576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113859889506892576' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113859889506892576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113859889506892576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/benarkah-mereka-itu-berjihad.html' title='Benarkah mereka itu berjihad ?'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113808387386856483</id><published>2006-01-24T13:08:00.000+07:00</published><updated>2006-01-24T13:24:34.316+07:00</updated><title type='text'>Anda Salah Paham Tentang Manhaj Salaf!!</title><content type='html'>&lt;st1:date month="1" day="9" year="2006"&gt;January 9th, 2006&lt;/st1:date&gt; &lt;st1:time hour="9" minute="39"&gt;9:39 am&lt;/st1:time&gt; (&lt;a href="http://muslim.or.id/?cat=8" title="View all posts in Manhaj"&gt;Manhaj&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://muslim.or.id/?cat=14" title="View all posts in Nasehat"&gt;Nasehat&lt;/a&gt;)   &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;(Tanggapan terhadap komentar Akhuna Suripan)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Penulis: Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga, sahabat dan seluruh orang yang mengikuti jejaknya hingga hari kiamat, amiin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Selanjutnya berikut saya akan menanggapi tulisan saudara kita Suripan, yang menurut saya banyak mengandung kebenaran, tetapi di waktu yang sama juga mengandung banyak kekeliruan atau kerancuan. Agar lebih jelas tanggapan saya, maka akan saya sebutkan terlebih dahulu penggalan ucapan saudara kita Suripan yang perlu ditanggapi, kemudian akan saya lanjutkan dengan komentar saya, yang dimulai dengan tanda // (dua garis miring), dan diakhiri dengan // (dua garis miring) juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Akhuna Suripan berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;Bismillahirrahmanirrakhim&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;Saudaraku Seiman yang saya cintai karena Alloh. Puji syukur ke hadirat Alloh dan Salawat beserta Salam kepada junjungan kita Muhammad SAW, keluarga, para sahabat beliau yang mulia. Saya bukanlah orang yang alim di antara kalian dan bukan juga syaikh yang diagung-agungkan. Saya hanya seorang muslim biasa yang sangat prihatin melihat perkembangan umat Islam dewasa ini khususnya yang melibatkan saudara-saudara yang mengaku dirinya sebagai Salafiyun.&lt;br /&gt;Maha Suci Alloh yang telah mengkaruniakan ilmuNya kepada saudara-saudara hingga saudara-saudara mempunyai kemampuan hujjah yang baik dalam menyampaikan ajaran Addin ini kepada ummat. Bak ibarat pedang saudara-saudara mempunyai pedang dengan mata pedang yang sangat tajam, segala puji hanya milik Alloh yang berhak menerima pujian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;//Alhamdulillah pada pembukaan tulisan ini, akhuna Suripan menunjukkan sikap jujur dan semoga ini keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam. Sikap jujur yang membawanya berterus terang mengutarakan fenomena yang terjadi di medan dakwah, yaitu yang berkaitan dengan keutamaan dan kelebihan yang ada pada diri ikhwah-ikhwah yang mendakwahkan dan berupaya meniti metode ulama salaf dalam beragama. Yaitu kelebihan berupa karunia dari Alloh berupa ilmu agama, sehingga mereka seperti yang diutarakan oleh akhuna Suripan memiliki kemampuan hujjah yang baik dalam menyampaikan ajaran agama kepada umat. Sikap jujur ini semoga senantiasa membawa keberkahan dalam kehidupan akhuna Suripan, dan menjadi modal besar baginya dalam mencari kebenaran dan mengamalkannya, Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Selanjutnya untuk sedikit membuktikan kepada para pembaca bahwa karunia ini ilmu yang didasari oleh hujjah yang jelas nan shahih/otentik adalah karunia terbesar yang didapatkan oleh umat manusia setelah hidayah mengikrarkan syahadat La ilaha illAlloh Muhammad Rasulullah, saya akan sebutkan beberapa dalil yang membuktikan hal itu:&lt;br /&gt;(&lt;/span&gt;يرفع&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الله&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الذين&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;آمنوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;منكم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;والذين&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أوتوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;العلم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;درجات&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Alloh akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al Mujaadalah: 11)&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ulama ahli tafsir menegaskan bahwa maksud dari ayat ini adalah: Alloh akan meninggikan kedudukan orang-orang yang beriman sebagai balasan bagi amalan mereka, sebagaimana Alloh juga akan memberikan kelebihan bagi orang-orang yang berilmu dari kaum kalangan orang-orang yang beriman, sehingga kedudukan mereka lebih tinggi dibanding orang mukmin lainnya beberapa derajat. (Baca Tafsir Ibnu Jarir At Thabary 28/19).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Dan di antara dalil yang menunjukkan akan keutamaan ilmu dan orang yang berilmu adalah firman Alloh Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;قُلْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;هَلْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يَسْتَوِي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الَّذِينَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يَعْلَمُونَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَالَّذِينَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;لاَيَعْلَمُونَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;إِنَّمَا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يَتَذَكَّرُ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أُولُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;اْلأَلْبَابِ&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Katakanlah: ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az Zumar: 9)&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ibnu Katsir rohimahulloh ketika menafsirkan ayat ini berkata: “Sesungguhnya yang dapat mengetahui perbedaan antara kelompok ini (yang berilmu) dari kelompok itu (yang tidak berilmu) hanyalah orang-orang yang memiliki akal.” (Tafsir Ibnu Katsir 4/48).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ini sebagian dari sekian banyak dalil yang membuktikan bahwa orang yang berilmu lebih utama dibanding orang yang tidak berilmu. Dan bukan hanya sekedar itu, pada ayat ke-2 Alloh mengisyaratkan bahwa yang dapat membedakan antara mereka hanyalah orang-orang yang memiliki akal sehat, sehingga dengan akalnya yang sehat ia dapat mengetahui bahwa orang yang berilmu lebih utama dibanding yang tidak berilmu. Saya rasa hal ini sangat jelas dan gamblang bagi orang-orang yang benar-benar berakal sehat, dan hatinya tidak ditutupi oleh dosa fanatis golongan, ashabiyah terhadap guru, atau noda-noda perbuatan dosa. Dan saya yakin, akhuna Suripan adalah termasuk salah seorang yang dapat mengetahui perbedaan antara keduanya, sehingga dengan jujur dan tanpa rasa malu akhuna Suripan mengakui akan kelebihan ilmu yang ada pada orang-orang yang mengakui dan berusaha meniti manhaj salaf, dibanding lainnya. Dan menurut akhuna, mereka yang mengakui meniti manhaj salaf (salafiyyin) bak telah memiliki senjata tajam, dan ini adalah modal besar untuk berjihad dan beramal. Dan ini adalah pengakuan bahwa bila salafiyyun berhasil mengarahkan senjata tajamnya ini dengan baik dan benar, niscaya akan berhasil mengalahkan musuh. Tentu dari pengakuan ini tersirat pengakuan lain bahwa, selain mereka (salafiyyun) belum atau tidak memiliki senjata yang tajam, sehingga mana mungkin mereka dapat mengalahkan musuh bila senjatanya tumpul atau bahkan tidak memiliki senjata sama sekali. Atau bahkan yang dimilikinya adalah racun yang ia anggap sebagai obat, sehingga bukannya sembuh dari penyakit yang ia derita, akan tetapi keb&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;saanlah yang akan ia temui. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Untuk mengetahui kebenaran dari pengakuan tersirat dari akhuna Suripan, maka kita harus tahu bahwa sumber kekuatan dan sebab datangnya pertolongan Alloh kepada umat islam ialah iman dan amal shalih yang didasari oleh dalil dari Al Quran dan As Sunnah, bukan dengan rekayasa sendiri-sendiri, oleh karena itu Alloh memerintahkan kita dengan firmannya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;وَاعْتَصِمُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بِحَبْلِ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;اللهِ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;جَمِيعًا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَلاَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;تَفَرَّقُوا&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan berpegang teguhlah kamu dengan tali (agama) Alloh, dan jangan sekali-kali kamu bercerai berai”. (QS. Ali Imran: 103)&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Sebagaimana Alloh juga memerintahkan agar tidak bercerai berai dan saling berselisih, karena perselisihan itu adalah sumber petaka, di dunia dan akhirat, dan sebab terjadinya kekalahan ketika menghadapi musuh. Alloh ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;وَلاَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;تَكُونُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كَالَّذِينَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;تَفَرَّقُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَاخْتَلَفُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;مِن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بَعْدِ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;مَاجَآءَهُمُ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الْبَيِّنَاتُ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَأُوْلاَئِكَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;لَهُمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;عَذَابٌ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;عَظِيمُ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يَوْمَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;تَبْيَضُّ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وُجُوهُُ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَتَسْوَدُّ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وُجُوهُُ&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai berai dan berselisih sesudah datang kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri dan ada pula muka yang hitam muram”. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;(QS. Ali Imran: 104-105)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan bila kita bertanya: Apakah tolok ukur persatuan dan kesatuan menurut Alloh dan Rasul-Nya?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk mengetahui jawaban pertanyaan cerdas ini, maka marilah kita merenungkan firman Alloh berikut:&lt;br /&gt;وَأَطِيعُوا اللهَ وَرَسُولَهُ وَلاَتَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan ta’atlah kepada Alloh dan Rasul-Nya dan janganlah kamu saling berselisih, sehingga kamu menemui kegagalan dan hilanglah kekuatanmu.” (QS. Al Anfaal: 46)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Amatilah, pada ayat ini Alloh ta’ala menjadikan ketaatan kepada Alloh dan Rosul-Nya sebagi lawan dari perselisihan, dan perselisihan/perbedaan adalah sumber/biang kerok bagi kelemahan dan hilangnya kekuatan umat islam. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan sudah barang tentu, kita semua sadar bahwa ketaatan kepada Alloh dan Rasul-Nya hanyalah akan terealisasi, bila kita benar-benar mengamalkan Al Quran dan As Sunnah, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam , sahabatnya dan ulama’ terdahulu (salafus sholeh). &lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Dan sudah barang tentu ini semua tidak akan dapat terealisasi tanpa adanya ilmu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Wasiat dari Alloh ini juga ditegaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;لا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;تختلفوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فإن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;من&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كان&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قبلكم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;اختلفوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فهلكوا&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Janganlah kamu saling berselisih, karena umat sebelummu telah berselisih, sehingga mereka b&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;sa/ runtuh”. (HSR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Inilah sumber permasalahan, dan inilah sumber kelemahan yang harus segera dibenahi dan diperangi, yaitu adanya berbagai penyelewengan dari ajaran Al Quran dan As Sunnah. Inilah sebab terjadinya kemunduran sekaligus kekalahan umat islam dari selain mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Umat Islam mundur dan kalah bukanlah karena kekurangan pengikut, atau kalah dalam hal teknologi atau persenjataan. Akan tetapi sebab utamanya ialah apa yang telah saya jabarkan di atas, yaitu umat islam pada zaman ini berusaha mencari kemuliaan dari selain jalan Alloh dan Rasul-Nya, dan mencampakkan jauh-jauh syariat yang telah diajarkan dalam Al Quran dan As Sunnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Saya harap akhuna Suripan sudi menjawab pertanyaan saya berikut: Apakah yang dapat dipetik oleh umat islam sekarang ini dari kemajuan Pakistan &amp; Iran dalam hal persenjataan nuklir yang telah mereka miliki? Bukankah antum tahu bahwa banyak dari umat islam yang telah berhasil mencapai kemajuan dalam berbagai IPTEK, memiliki kekayaan yang melimpah ruah, akan tetapi apa yang dapat dirasakan oleh umat islam dari berbagai kemajuan dan kekayaan mereka?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Ini semua membuktikan kebenaran sabda Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;يوشك&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الأمم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;تداعى&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;عليكم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كما&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;تداعى&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الأكلة&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;إلى&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قصعتها&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;. &lt;/span&gt;فقال&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قائل&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;: &lt;/span&gt;ومن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قلة&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;نحن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يومئذ؟&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قال&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;: &lt;/span&gt;بل&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أنتم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يومئذ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كثير&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ولكنكم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;غثاء&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كغثاء&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;السيل،&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ولينزعن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الله&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;من&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;صدور&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;عدوكم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;المهابة&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;منكم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وليقذفن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الله&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;في&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قلوبكم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الوهن&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;. &lt;/span&gt;فقال&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قائل&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;رسول&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الله&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وما&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الوهن&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;: &lt;/span&gt;قال&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;حب&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الدنيا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وكراهية&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الموت&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;. &lt;/span&gt;رواه&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أحمد&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وأبو&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;داود&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وصححه&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الألباني&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sebentar lagi berbagai umat akan bersekongkol untuk menindas/menggerogoti (mengeroyok) kalian, sebagaimana para pemakan akan ramai-ramai menyantap hidangan mereka. Maka ada salah seorang sahabat yang berkata: Apakah hal itu terjadi karena jumlah kami sedikit? Beliau menjawab: Bahkan kalian kala itu berjumlah banyak, akan tetapi kalian buih (lemah) bak buih air bah, dan sungguh-sungguh Alloh akan mencabut dari dada musuh-musuh kalian rasa segan terhadap kalian, dan Alloh benar-benar akan mencampakkan ke dalam hati kalian rasa wahan (lemah). Maka ada yang bertanya: Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud dengan wahn? Beliau menjawab: Rasa cinta terhadap dunia dan takut akan kematian.” &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;(HRS. Ahmad dan Abu Dawud, dan disahihkan oleh Al Albani)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Inilah sumber permasalahan dan inti problematika umat pada zaman ini. Oleh karena itu marilah kita semua kembali kepada ajaran agama, dengan menimba ilmu agama sebanyak-banyaknya dan berupaya menghidupkannya dalam diri kita, keluarga, masyarakat kita. Tentunya semua ini harus dengan metode yang bijak, penuh dengan hikmah, lembut dan dengan tidak terburu-buru ingin segera memetik hasil dalam sekejap mata, bak membalikkan telapak tangan. Karena bila kita terburu-buru, niscaya yang akan terjadi adalah kekecewaan dan kegagalan yang pasti, seperti dalam pepatah:&lt;br /&gt;من استعجل الشيء قبل أوانه عوقب بحرمانه&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa yang tergesa-gesa ingin memetik sesuatu sebelum saatnya, niscaya ia akan dihukumi dengan kegagalan mendapatkannya.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan ini pula yang sekarang kita lihat di negeri kita: Orang-orang yang ingin menegakkan syariat islam dengan cara pengeboman, mereka hanya mendatangkan petaka dan permasalahan bagi umat, setiap yang berusaha menjalankan syariat agama islam sekarang malah dicurigai sebagai anggota teroris, dst.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitu juga kelompok lainnya, yang menempuh jalan demokrasi, dan membentuk partai dan hanyut dalam kehidupan berpolitik, semua ini dengan alasan ingin segera mengubah sistem dan menerapkan syariat islam sesegera mungkin. Akan tetapi apa yang terjadi, mereka malah ikut andil dalam mengesahkan berbagai undang-undang yang menyelisihi syariat, dan ikut melakukan berbagai amalan yang jelas-jelas diharamkan dalam syariat. Dan yang lebih ironis, seruan untuk menerapkan syariat sekarang ini telah hilang dan sirna 100 % dari pembicaraan mereka, setelah kebagian jabatan dan mendapatkan jatah kursi dst. La haula wala quwwata illa billah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hendaknya kita sadar dan mengamati, dan janganlah kita menutup mata dari fenomena yang ada di lapangan, hanya sekedar terbuai oleh cita-cita dan slogan-slogan kosong mlompong, bagaikan mimpi di siang bolong.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hendaknya kisah yang disebutkan oleh ulama’ ahli sirah Nabi berikut ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Tatkala pasukan orang-orang Quraisy telah menghadang Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam beserta kaum muslimin, dan kemudian terjadi negosiasi antara kedua belah pihak, di antara tawaran yang ditawarkan oleh orang-orang Quraisy kepada beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam ialah tawaran yang disampaikan oleh ‘Utbah bin Rabi’ah:&lt;br /&gt;يا ابن أخي إن كنت إنما تريد بما جئت به من هذا الأمر مالا جمعنا لك من أموالنا حتى تكون أكثرنا مالا وإن كنت تريد به شرفا سودناك علينا حتى لا نقطع أمرا دونك وإن كنت تريد به ملكا ملكناك علينا وإن كان هذا الذي يأتيك رئيا تراه لا تستيطع رده عن نفسك طلبنا لك رآق وبذلنا فيه أموالنا حتى نبرئك منه&lt;br /&gt;“Wahai keponakanku, bila yang engkau kehendaki dari apa yang engkau lakukan ini adalah karena ingin harta benda, maka akan kami kumpulkan untukmu seluruh harta orang-orang Quraisy, sehingga engkau menjadi orang paling kaya dari kami, dan bila yang engkau kehendaki ialah kedudukan, maka akan kami jadikan engkau sebagai pemimpin kami, hingga kami tidak akan pernah memutuskan suatu hal melainkan atas perintahmu, dan bila engkau menghendaki menjadi raja, maka akan kami jadikan engkau sebagai raja kami, dan bila yang menimpamu adalah penyakit (kesurupan jin) dan engkau tidak mampu untuk mengusirnya, maka akan kami carikan seorang dukun, dan akan kami gunakan seluruh harta kami untuk membiayainya hingga engkau sembuh”. Sirah Ibnu Hisyam 2/131, Dan Dalail An Nubuwah oleh Al Asbahani 1/194, dan kisah ini dihasankan oleh Syeikh Al Albani dalam fiqhus sirah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Mendengar tawaran yang demikian ini, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak lantas menerima salah satu tawarannya yang berupa tawaran menjadi raja/pemimpin –sebagaimana yang diteorikan oleh banyak harokah islamiyyah zaman sekarang- agar dapat memimpin dan kemudian baru akan mengadakan perubahan undang-undang dst. Nabi tetap meneruskan perjuangannya membentuk tatanan masyarakat muslim yang berakidahkan aqidah islam/tauhid dan berakhlakkan dengan akhlak islamiah. Oleh karena itu Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab tawaran orang ini dengan membacakan &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Fushshilat, yang intinya menyebutkan maksud diturunkannya Al Quran, yaitu guna mendakwahi manusia agar beribadah hanya kepada Alloh Ta’ala.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Inilah metode penegakan khilafah islamiyyah yang diajarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu memb&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt; generasi islam yang benar-benar islam dan bersih dari berbagai noda kesyirikan dan bid’ah/penyelewengan dalam hal ibadah atau lainnya.//&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Namun akhir-akhir ini saya jadi bertanya-tanya atas sikap saudara-saudara Salafiyin yang menggunakan kelihaian hujjahnya, dengan mengatasnamakan menjaga kemurnian aqidah mengarahkan mata pedangnya kesesama muslim, dan hal ini sungguh dilakukan dengan tanpa rasa sungkan dan malu, bahkan seakan mereka tidak berfikir bahwa disamping kanan kiri banyak kaum kuffar yang melihatnya.hal ini tidak dapat dipungkiri karena kita jumpai di internet di website-website Salafy sangat banyak kita jumpai hal-hal tersebut sebagai contoh seperti yang turut saya lampirkan diatas. Website Salafy tumbuh bak jamur dimusim hujan, sebenarnya itu hal sangat baik sebagai wasilah da’wah, namun bila kita lihat, kita baca dan kita amat-amati secara mendalam disana akan kita dapati bahwa mata pedang kaum salafy hari ini tidak diarahkan kepada musuh-musuh Alloh namun sebaliknya malah diarahkan kepada kaum muslimin yang lain khususnya gerakan-gerakan Islam, dan tidak perlu saya sebutkan nama gerakan tersebut disini karena semua orang tahu hal itu. Saudaraku salafiyin yang saya cintai karena Alloh, dari tulisan-tulisan yang saya dapat di website Salafy dan dari diskusi serta dari bertanya kepada orang-orang salafy bahwa saudara-saudara punya cita-cita besar yaitu tegaknya Khilafah Islamiyah, bahkan politikpun diharamkan sebelum tegaknya Khilafah Islamiah.saudara-saudaraku ini adalah pekerjaan besar dan bukan pekerjaan sederhana, itu perlu persiapan dengan melibatkan seluruh komponen ummat Islam bukan Yahudi, Nasrani dan Musyrikin, tetapi ummat Islam, mengapa? Karena ummat Islamlah yang akan menjadi subjek (pelaku) dari kheKhilafahan tersebut, sedang diluar itu mereka harus tunduk kalau memang mereka sudah ummat Islam tundukkan, nah berangkat dari sini izinkan saya mengkritisi apa yang sudah saudara-saudara lakukan saat ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;//Saya rasa, pada penggalan ucapan akhuna Suripan diatas kita dapat pahami bahwa akhuna Suripan juga menunjukkan sikap jujur yang patut dipuji, yaitu akhuna mengakui bahwa di tengah-tengah umat islam terjadi perbedaan atau dengan lebih tegas nan lugas: terjadi perpecahan. Perpecahan yang oleh akhuna disebut dengan kata-kata lembut, yaitu “gerakan-gerakan Islam” Hal ini adalah pengakuan yang patut diacungi jempol, sebab –Insya Alloh- pengakuan ini akan membimbing akhuna kepada kebenaran.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Terjadinya perpecahan dan perselisihan ini jauh-jauh hari telah dikabarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya. Beliau mengabarkan fenomena ini, bukan dalam rangka berbangga-banga dengan keanekaragaman alur dan manhaj yang akan muncul di tengah-tengah umatnya, akan tetapi beliau mengabarkannya dalam rangka memperingatkan umatnya dari keanekaragaman tersebut. Cermatilah hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قال قال رسول الله : (لتتبعن سنن الذين من قبلكم&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;عن أبي سعيد الخدري&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;شبرا بشبر وذراعا بذراع حتى لو دخلوا في حجر ضب لاتبعتموهم. قلنا: يا رسول الله: آليهود والنصارى؟ قال: فمن؟!&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sunguh-sungguh kamu akan mengikuti/mencontoh tradisi orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta, hingga seandainya mereka masuk ke dalam lubang dhob, niscaya kamu akan meniru/mencontoh mereka. Kami pun bertanya: Apakah (yang engkau maksud adalah) kaum Yahudi dan Nasrani? Beliau menjawab: Siapa lagi?” (HRS. Muttafaqun ‘Alaih)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rohimahullah- berkata: “Beliau mengabarkan bahwa akan ada dari umatnya orang-orang yang meniru orang-orang Yahudi dan Nasrani, yang mereka adalah ahlul kitab, dan diantara mereka ada yang meniru bangsa &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Persia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan Romawi, yang keduanya adalah orang-orang non arab”. (Iqtidlo’ Sirathol Mustaqim 6. )&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada hadits lain beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;: (تفرقت اليهود على إحدى وسبعين أو&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; قال قال رسول الله &lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;t&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;عن أبي هريرة&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;اثنتين وسبعين فرقة والنصارى مثل ذلك وتفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة.)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dari sahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umat Yahudi telah berpecah belah menjadi tujuh puluh satu atau tujuh puluh dua golongan, dan umat nasrani berpecah belah seperti itu pula, sedangkan umatku akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan.” (HRS. Ahmad, Abu Dawud, At Tirmizy, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Al Hakim, Ibnu Abi ‘Ashim, dan disahihkan oleh Al Albani)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Inilah fenomena yang sedang terjadi di masyarakat kita sekarang, umat Islam benar-benar telah terpecah belah menjadi berbagai kelompok, dan setiap kelompok memiliki metode dan manhaj tersendiri. Nah, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengabarkan fenomena ini bukan dalam rangka menceritakan kenikmatan yang akan didapatkan oleh umatnya, akan tetapi dalam rangka memperingatkan mereka dari petakan ini. Oleh karena itu dalam hadits lain beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat kepada umatnya agar senantiasa meniti manhaj yang beliau ajarkan dan meninggalkan berbagai manhaj dan golongan/gerakan lainnya yang tidak menerapkan manhaj beliau . Simaklah wasiat beliau ini:&lt;br /&gt;(الزم جماعة المسلمين وإمامهم. قلت: فإن لم يكن لهم جماعة ولا إمام؟ قال: فاعتزل تلك الفرق كلها ولو أن تعض بأصل شجرة حتى يدركك الموت وأنت على ذلك).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Berpegang teguhlah engkau dengan jama’atul muslimin dan pemimpin (&lt;/em&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;em&gt;imam&lt;/em&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;em&gt;/kholifah) mereka. Aku pun bertanya: Seandainya tidak ada jama’atul muslimin, juga tidak ada pemimpin (&lt;/em&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;em&gt;imam&lt;/em&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;em&gt;/kholifah)? Beliau pun menjawab: Tinggalkanlah seluruh kelompok-kelompok tersebut, walaupun engkau harus menggigit batang pepohonan, hingga datang ajalmu, dan engkau dalam keadaan demikian itu”. (HRS. Al Bukhory dan Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pendek kata, upaya menikam dan meruntuhkan berbagai gerakan dan manhaj yang tidak sesuai dengan manhaj Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah metode berdakwah dan beragama yang diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan diwasiatkan oleh beliau kepada umatnya. Dan sebagai salah satu buktinya amatilah hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;: (إن من ضئضيء هذا قوما يقرأون القرآن لا يجاوز حناجرهم&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;قال رسول الله&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;يقتلون أهل الإسلام ويدعون أهل الأوثان يمرقون من الإسلام كما يمرق السهم من الرمية لئن أدركتهم لأقتلنهم قتل عاد) متفق عليه&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya dari tulang rusuk orang ini akan lahir suatu kaum yang mereka membaca Al Quran akan tetapi bacaannya tidak dapat melewati tenggorokannya (mereka tidak memahami apa yang mereka baca), mereka membunuhi kaum muslimin, dan membiarkan para penyembah berhala, mereka akan keluar dari Islam, layaknya anak panah yang keluar dan menembus b&lt;/em&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;em&gt;ina&lt;/em&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;em&gt;tang buruan. Seandainya aku menemui mereka, niscaya akan aku membunuh mereka hingga habis, layaknya kaum ‘Ad dib&lt;/em&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;em&gt;ina&lt;/em&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;em&gt;sakan hingga habis.” (Muttafaqun ‘alaih)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ya Akhi Suripan, untuk sedikit membuktikan kepada antum, bahwa sebenarnya gerakan-gerakan islam yang tidak sesuai dengan manhaj Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam berdakwah dan beragama, maka hendaknya antum baca sejarah berikut ini:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tatkala kaum muslimin telah berhasil menggulingkan dua negara adi daya kala itu (Persia dan Romawi), dan tidak ada lagi kekuatan musuh yang mampu menghadang laju perluasan dan penebaran agama Islam, mulailah musuh-musuh Islam menyusup dan menebarkan isu-isu bohong, guna menimbulkan perpecahan di tengah-tengah umat Islam. Dan ternyata mereka berhasil menjalankan tipu muslihat mereka ini, sehingga timbullah fitnah pada zaman Khalifah Usman bin Affan, yang berbuntut terbunuhnya sang Khalifah, dan berkepanjangan dengan timbulnya perang saudara antara sahabat Ali bin Abi Tholib dengan sahabat Mu’awiyyah bin Abi Sufyan. (Untuk lebih lengkapnya, silakan baca buku-buku sejarah dan tarikh, seperti: Al Bidayah Wa An Nihayah, oleh Ibnu Katsir, dll.)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bukankah runtuhnya khilafah Umawiyyah, akibat pemberontakan yang dilakukan oleh Bani Abbasiyyah, demi memperebutkan kekuasaan? Berapa banyak jumlah kaum muslimin yang tertumpahkan darahnya akibat pemberontakan tersebut?! &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bukankah jatuhnya &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Baghdad&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; ke tangan orang-orang Tartar pada tahun 656 H akibat pengkhia&lt;st1:personname&gt;nata&lt;/st1:PersonName&gt;n seorang Syi’ah yang bernama Al Wazir Muhammad bin Ahmad Al ‘Alqamy? Pengkhia&lt;st1:personname&gt;nata&lt;/st1:PersonName&gt;n ini ia lakukan tatkala ia menjabat sebagai Wazir (perdana menteri) pada zaman Khalifah Al Musta’shim Billah, ia berusaha mengurangi jumlah pasukan khilafah, dari seratus ribu pasukan, hingga menjadi sepuluh ribu pasukan. Dan dia pulalah yang membujuk orang-orang Tatar agar membunuh sang Kholifah beserta keluarganya. (Baca kisah selengkapnya di kitab Al Bidayah wa An Nihayah oleh Ibnu Katsir jilid 13)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sepanjang sejarah, tidak ada orang Yahudi atau Nasrani yang berani menyentuh kehormatan Ka’bah, apalagi sampai merusaknya. Akan tetapi kejahatan ini pernah dilakukan oleh satu kelompok yang mengaku sebagai umat Islam, yaitu oleh (Qaramithoh) salah satu sekte aliran kebat&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;n. Pada tanggal 8 Dzul Hijjah tahun 317 H, mereka menyerbu &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Mekkah, dan membantai beribu-ribu jamaah haji, dan kemudian membuang mayat-mayat mereka ke dalam sumur zamzam. Ditambah lagi mereka memukul hajar Aswad hingga terbelah, dan kemudian mencongkelnya dan dibawa pulang ke negeri mereka Hajer di daerah &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Bahrain&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. (Untuk lebih lengkap, silakan simak kisah kejahatan mereka di Al Bidayah wa An Nihayah 11/171)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perlu diketahui, bahwa kelompok Qoromithoh ini adalah kepanjangan tangan dari kelompok fathimiyyah, yang merupakan salah satu sempalan dari sekte Syi’ah, dan mereka pernah menguasai negri Mesir selama satu abad lamanya. (Untuk lebih mengenal tentang siapa itu Qoromithoh, silahkan baca kitab: Al Aqoid Al Bathiniyyah wa Hukmul Islam Fiha, oleh Dr. Shobir Thu’aimah.) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh karena itu dalam memperjuangkan Islam, hendaknya kita tidak melupakah sejarah kita sendiri, dan hendaknya kita menggali pelajaran dan hikmah dari sejarah kita sendiri, sehingga kita tidak mengulang kegagalan, dan berhasil mengembalikan kejayaan umat yang telah hilang. Akhuna Suripan camkanlah perkataan Imam Malik berikut:&lt;br /&gt;لن يصلح آخر هذه الأمة إلا ما أصلح أولها&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tidaklah mungkin akan dapat membaguskan urusan generasi akhir umat ini kecuali hal yang telah membaguskan urusan generasi pendahulu mereka.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan saya rasa akhuna Suripan juga tahu bahwa Islam mengajarkan prinsip amar ma’ruf nahi mungkar, dan bahwasanya prinsip ini memiliki tiga tahapan, yaitu ingkar dengan hati, dengan membenci amalan mungkar tersebut, kedua: ingkar dengan lisan: yaitu dengan menjelaskan bahwa amalan itu mungkar dan haram, dan yang ketiga: ingkar dengan kekuatan:&lt;br /&gt;من رأى من منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه فإن لم يستطع فبقلبه.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaknya ia mengubahnya dengan tangannya (kekuatannya), jika tidak bisa, maka dengan lisannya dan bila tidak bisa maka dengan hatinya”, (HR. Muslim).&lt;/em&gt; Dan apa yang antum sesali dari manhaj salaf, yaitu membongkar kesesatan dan kesalahan pelaku kesesatan dan kesalahan, dan memperingatkan umat masyarakat dari perbuatan tersebut adalah bagian dari ingkar al mungkar.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sudah barang tentu syariat amar ma’ruf nahi mungkar ini dan wasiat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada umatnya di saat menghadapi perpecahan yang telah saya nukilkan di atas, sangat bertentangan dengan metode yang didengung-dengungkan oleh sebagian orang, yaitu metode yang dikenal dalam bahasa Arab:&lt;br /&gt;نتعاون فيما اتفقنا ويعذر بعضنا بعضا فيما اختلفنا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kita saling bekerja-sama dalam hal persamaan kita, dan saling toleransi dalam segala perbedaan kita”.&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sepintas metode ini bagus sekali, akan tetapi bila kita sedikit berpikir saja, niscaya kita akan terkejut, terlebih-lebih bila kita memperhatikan fenomena penerapannya. Hal ini dikarenakan metode ini terlalu luas dan tidak ada batasannya, sehingga konsekuensinya kita harus toleransi kepada setiap orang, dengan berbagai aliran dan pemahamannya, karena setiap kelompok dan aliran yang ada di agama islam, syi’ah, jahmiyah, qadariyah, ahmadiyah, JIL (Jaringan Islam Liberal) dan lain-lain memiliki persamaan dengan kita, yaitu sama-sama mengaku sebagai kaum muslimin. Bahkan seluruh umat manusia pasti memiliki persamaan dengan kita, minimal persamaan dalam hal menentang praktek kanibalisme, yaitu memakan daging manusia. Kalau demikian lantas akan ke mana kita menyembunyikan prinsip-prinsip akidah kita, dan negara islam model apakah yang hendak didirikan?!//&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;–Bersambung–&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2&gt;&lt;a href="http://muslim.or.id/?p=252" title="Permanent link Anda Salah Paham Tentang Manhaj Salaf !! (Bagian II)"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Anda Salah Paham Tentang Manhaj Salaf !! (Bagian II)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="postdate"&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="postdate"&gt;&lt;st1:date year="2006" day="18" month="1"&gt;January 18th, 2006&lt;/st1:date&gt; &lt;st1:time minute="13" hour="23"&gt;11:13 pm&lt;/st1:time&gt; (&lt;a href="http://muslim.or.id/?cat=8" title="View all posts in Manhaj"&gt;Manhaj&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://muslim.or.id/?cat=14" title="View all posts in Nasehat"&gt;Nasehat&lt;/a&gt;) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Tulisan berikut ini adalah bagian ke-2 (lanjutan) sekaligus bagian terakhir dari tulisan Ust Muhammad Arifin sebelumnya yang menanggapi atas tulisan akhuna Suripan. Sekali lagi kami berharap agar tulisan ini bukan hanya bermanfaat bagi akhuna Suripan namun juga bermanfaat bagi kita semua yang mungkin memiliki pemikiran yang sama dengan akhuna Suripan.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Akhuna Suripan berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;1. Kalau cita-cita mulia itu ingin saudara Salafiyin wujudkan dengan menikamkan mata pedang saudara ke dada-dada kaum muslimin yang lain, hingga mereka tersungkur tidak berdaya, lalu kepada siapa syariat Islam itu akan diimplementasikan/diterapkan? Mungkin saudara-saudara akan katakan kepada kaum muslimin yang seaqidah dengan aqidah Salafy, kalau demikian saudara-saudara sudah menganggap saudara-saudara muslim yang lain itu kafir dst. Kalau demikian adanya maka Fiqud Da’wah yang saudara-saudara terapkan perlu diulang kaji.Tidak layak seorang Muslim yang katanya mengikuti manhaj Salaf tapi berlaku berlawanan dengan manhaj Salaf itu sendiri yaitu menghujat, mencela dan memberikan gelar-gelar yang tidak baik ke sesama muslim dimuka umum (website). Bukankah demikian pendapat-pendapat saudara dalam mengingatkan seorang penguasa, harusnya juga berlaku kepada sesama saudara muslim. Saudara-saudaraku, orang-orang yang dihatinya ada penyakit, yang mereka benci kepada Islam (kaum kuffar) akan bersorak sorai melihat apa yang saudara-saudara lakukan tersebut, maka selayaknya mata pedang saudara-saudara arahkanlah kepada kaum kuffar, dan dekatilah saudara sesama muslim dengan pendekatan kasih sayang yang tulus, Insya Alloh, Alloh akan membukakan pintu kemenangan kepada kaum muslimin.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;//Wah, kayaknya akhuna Suripan tidak pernah membaca sejarah islam, dan asal usul berbagai sekte atau firqah yang ada di masyarakat sekarang ini. Agar akhuna Suripan dapat menyadari bahwa ucapannya di atas amat tidak realistis, maka hendaknya membaca sejarah islam, sehingga akhuna tahu bahwa semenjak dahulu kala, para sahabat, tabi’in, dan ulama salaf setelah mereka senantiasa memerangi sekte-sekte/firqah-firqah yang menyelisihi aqidah ahlu sunnah. Walau demikian negara Islam (Khilafah Islamiyyah) masih bisa berjalan dengan baik, dan hukum islam tetap diterapkan. Bahkan di antara penerapan hukum islam ialah dengan memerangi bid’ah dan para pelakunya. Sebagai bukti, sahabat Ali mengadakan/mengobarkan peperangan melawan sekte (firqah) khawarij yang mereka itu adalah nenek moyang orang-orang yang dengan enteng mengafirkan selain golongannya, terutama para penguasa, sehingga mereka mengafirkan sahabat Ali beserta seluruh orang yang taat dan mengakui kekhilafahannya, dan juga mengafirkan sahabat Mu’awiyyah dan seluruh orang yang mendukungnya. Peperangan antara mereka terjadi di daerah yang disebut Nahrawan, sebagaimana dikisahkan/diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no: 3414) &amp; Muslim (no: 1066). Bukankah khawarij adalah kaum muslimin? Akan tetapi mengapa sahabat Ali Memerangi mereka? Apakah sahabat Ali hanya ingin menerapkan/menjadikan pengikutnya saja sebagai obyek kekhilafahannya? Ataukah Ali telah mengafirkan mereka? Agar akhuna Suripan tahu dengan benar alasan sahabat Ali memerangi mereka, maka simaklah riwayat berikut:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;لما&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قتل&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;علي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;رضي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الله&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;عنه&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الحرورية&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قالوا&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;: &lt;/span&gt;من&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;هؤلاء&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أمير&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;المؤمنين&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أكفار&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;هم؟&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قال&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;: &lt;/span&gt;من&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الكفر&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فروا&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;. &lt;/span&gt;قيل&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;: &lt;/span&gt;فمنافقين؟&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قال&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;: &lt;/span&gt;إن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;المنافقين&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;لا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يذكرون&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الله&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;إلا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قليلا،&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وهؤلاء&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يذكرون&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الله&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كثيرا&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;. &lt;/span&gt;قيل&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;: &lt;/span&gt;فما&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;هم؟&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قال&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;: &lt;/span&gt;قوم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أصابتهم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فتنة&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فعموا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فيها&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;. &lt;/span&gt;رواه&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;عبد&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الرزاق&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; 10/150 &lt;/span&gt;ومحمد&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;نصر&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;المروزي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;في&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;تعظيم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قدر&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الصلاة&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; 2/543.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Tatkala Ali rodhiallohu ‘anhu telah selesai memerangi orang-orang haruriyyah (khawarij), sebagian pasukannya bertanya: Siapakah sebenarnya mereka itu wahai Amirul Mukminin, apakah mereka itu orang-orang kafir? Ia menjawab: Mereka itu melarikan diri dari kekufuran. Ditanya lagi: Kalau begitu apakah mereka itu orang-orang munafik? Ia menjawab: Sesungguhnya orang-orang munafik tidaklah mengingat Alloh selain sedikit sekali, sedangkan mereka itu banyak mengingat Alloh. Ditanya lagi: lalu siapakah sebenarnya mereka itu? Ia menjawab: Mereka adalah orang-orang yang tertimpa fitnah (kesesatan) hingga mereka buta mata karenanya.” (Riwayat Abdurrazzaq 10/150, dan Muhammad bin Nashr Al Marwazi dalam kitab Ta’zhim Qadr AsS Shalah, 2/543).&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Akhuna Suripan, cermatilah baik-baik kisah ini, niscaya antum akan sadar bahwa orang-orang khawarij yang suka mengafirkan selain kelompok mereka, seperti yang dilakukan oleh kelompok (baca: sekte: LDII, JI dll) layak untuk dijauhi dan dibeberkan kesesatannya di hadapan umat, bahkan kalau perlu diperangi seperti yang pernah dilakukan oleh khalifah sekaligus menantu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu khalifah Ali bin Abi Thalib.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Bahkan, sahabat Ali bukan hanya melakukan peperangan terhadap sekte khawarij saja, bahkan kepada sekte yang mengultuskan beliau pun, yaitu yang terkenal dengan sebutan sekte Syi’ah, sahabat Ali juga mengadakan peperangan, bukan hanya peperangan, bahkan malah dihukumi dengan dibakar hidup-hidup, sebagaimana yang dikisahkan dalam kitab &lt;em&gt;Al Bad’u wa At Tarikh&lt;/em&gt; 5/125. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kemudian berbagai kitab dan karya ilmiah yang ditulis oleh para ulama semenjak zaman dahulu hingga sekarang, yang menjelaskan dan membongkar kesesatan sekte-sekte yang ada di masyarakat, adalah salah satu bukti bahwa di antara metode dakwah yang diajarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya ialah menepis segala kesesatan dengan segala sarana yang kita miliki. Bukan malah berupaya menutup-nutupi kesesatan mereka, karena sesungguhnya pertolongan Alloh, dan kemenangan umat islam tidak akan pernah datang selama umat islam tercerai berai oleh bid’ah dan kesesatan. Umat Islam akan jaya bila mereka benar-benar memurnikan agama mereka selaras dengan Al Quran dan As Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;الَّذِينَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ءَامَنُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَلَمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يَلْبِسُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;إِيمَانَهُمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بِظُلْمٍ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أُوْلَئِكَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;لَهُمُ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;اْلأَمْنُ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَهُم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;مُّهْتَدُونَ&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS Al An’am 82) &lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Dan janji berikutnya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;وَلَوْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أَنَّ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أَهْلَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الْقُرَى&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ءَامَنُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَاتَّقَوْا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;لَفَتَحْنَا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;عَلَيْهِم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بَرَكَاتٍ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;مِّنَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;السَّمَآءِ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَاْلأَرْضِ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَلَكِن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كَذَّبُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فَأَخَذْنَاهُمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بِمَا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كَانُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يَكْسِبُونَ&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS Al A’raaf: 96)&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;وَعَدَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;اللهُ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الَّذِينَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ءَامَنُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;مِنكُمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَعَمِلُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الصَّالِحَاتِ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فِي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;اْلأَرْضِ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كَمَااسْتَخْلَفَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الَّذِينَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;مِن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قَبْلِهِمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَلَيُمَكِّنَنَّ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;لَهُمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;دِينَهُمُ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الَّذِي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ارْتَضَى&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;لَهُمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَلَيُبَدِّلَنَّهُم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;مِّن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بَعْدِ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;خَوْفِهِمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أَمْنًا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يَعْبُدُونَنِي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;لاَيُشْرِكُونَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بِي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;شَيْئًا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَمَن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كَفَرَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بَعْدَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ذَلِكَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فَأُوْلاَئِكَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;هُمُ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الْفَاسِقُونَ&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan Alloh telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menggantikan (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam keadaan ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tiada menyekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barang siapa yang kafir sesudah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS An Nur: 55)&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Dan juga firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;يَاأَيُّهَا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الَّذِينَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ءَامَنُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;إِن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;تَنصُرُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;اللهَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يَنصُرْكُمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وَيُثَبِّتْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أَقْدَامَكُمْ&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hai, orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama)Alloh, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS Muhammad: 7)&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Jadi jangan takut kalah oleh musuh bila kita benar-benar telah memurnikan iman dan amal shaleh kita sesuai dengan sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Adapun ucapan antum bahwa ikhwah salafiyyin yang membeberkan kesesatan sekte-sekte yang ada di masyarakat berarti mereka telah menganggap kafir sekte-sekte tersebut, adalah suatu tuduhan yang tanpa dasar, &lt;strong&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;sebab menyebutkan kesalahan, bahkan memerangi tidak relevan dengan mengafirkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;, sebagai salah satu buktinya adalah ucapan dan penjelasan sahabat Ali di atas. Dan perlu antum ketahui bahwa manhaj salaf mengenal perbedaan antara mengklaim kafir pelaku dosa dengan menyatakan bahwa perbuatan dosa itu adalah kekufuran, sebab tidak setiap pelaku kekufuran itu kafir. Oleh karena itu manhaj Ahlusunnah mengajarkan adanya &lt;em&gt;iqamatul hujjah&lt;/em&gt; (menegakkan hujjah, -red) dan &lt;em&gt;izalatus syubhat&lt;/em&gt; (menghilangkan syubhat, -red). Dan pada kesempatan ini saya anjurkan akhuna Suripan untuk mengkaji permasalahan ini, yaitu iqamatul hujjah dan izalatus syubhat menurut pemahaman salaf, dan silakan antum bertanya kepada salah seorang ustad salafi yang antum kenal, semoga antum dapat membedakan antara mengklaim kafir pelaku kekufuran dengan mengklaim kafir perbuatan kekufuran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Kemudian dalam hal mengingkari kemungkaran, memang Ahlusunnah membedakan antara mengingkari kemungkaran yang dilakukan oleh pemerintah dengan yang dilakukan oleh masyarakat biasa. Walau demikian, Ahlusunnah juga tetap mengajarkan bahwa selama kemungkaran dapat diingkari dan ditanggulangi tanpa menyebutkan nama pelakunya, maka itulah yang harus dilakukan, akan tetapi bila tidak mungkin, atau telah terlanjur menyebar di masyarakat, maka melindungi agama masyarakat banyak lebih didahulukan dibanding menjaga kehormatan satu orang atau satu kelompok tertentu. Akan tetapi bila kesalahan itu dilakukan oleh pemerintah atau penguasa, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita agar pengingkarannya dilakukan dengan cara tersembunyi, dan tidak dibeberkan di hadapan khalayak ramai, demi menjaga kemaslahatan umum dan agar tidak menimbulkan fitnah yang lebih besar, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;من&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أراد&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ينصح&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;لذي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;سلطان&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;في&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أمر&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فلا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;يبده&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;علانية&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ولكن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ليأخذ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بيده&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فيخلو&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;به&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فإن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قبل&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;منه&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;فذاك&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وإلا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كان&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;قد&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أدى&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الذي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;عليه&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;. &lt;/span&gt;رواه&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ابن&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أبي&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;عاصم&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;وصححه&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;الألباني&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa yang hendak menasihati seorang penguasa dalam suatu urusan, maka janganlah disampaikan di depan khalayak ramai, akan tetapi hendaknya ia sampaikan di saat ia menyendiri dengannya, dan bila ia menerima nasihatnya, maka itulah yang diinginkan, dan bila tidak menerima, maka ia telah menunaikan kewajibannya.” (Riwayat Ibnu Abi ‘Ashim, dan disahihkan oleh Al Albani).&lt;/em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Bila akhuna Suripan merasa terusik oleh sikap ikhwah salafiyyin yang mengkritik kesesatan sekte-sekte berbagai tokoh firqoh yang ada, maka ini pulalah yang akan dilakukan oleh para pemimpin/penguasa yaitu akan marah dan tersinggung. Akan tetapi antara kemarahan penguasa dengan sekte-sekte yang ada terdapat perbedaan, yaitu bila yang marah adalah pemerintah, maka akan terjadi kerusakan yang luas, sedangkan bila yang marah adalah ketua sekte/firqah, maka mereka tidak dapat berbuat apa-apa, selain menelan ludah pahit (terlebih-lebih bila supremasi pemerintah tegak dan kuat). Selain itu bila kesalahan pemerintah diungkit-ungkit di khalayak ramai, maka akan merusak kepatuhan masyarakat kepada pemerintah, dan menjadikan para penjahat semakin berani melancarkan kejahatannya, bukankah antum sudah merasakan sendiri perbedaan yang terjadi di masyarakat kita Indonesia antara masa Suharto/ORBA dengan berbagai kejahatannya, dengan masa Reformasi? Keamanan hilang, harga bahan pangan menjadi mahal, kejahatan dan kemaksiatan semakin merajalela, dst. Ini semua sebagian dari dampak buruk sikap mengkritik/menyebarkan kesalahan penguasa di khalayak ramai.//&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Akhuna Suripan berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;2. Dalam mensikapi keadaan yang demikian cepatnya berobah, saudara-saudara Salafiyin tidak perlu panik, tenanglah dan bermohonlah kepada Alloh, bermusyawarahlah untuk mengambil langkah-langkah yang terbaik, hingga langkah-langkah yang saudara-saudara ambil akan bermanfaat kepada saudara-saudara dan kaum muslimin umumnya, dan tidak sebaliknya menjadi bumerang bagi saudara-saudara dan kaum muslimin itu sendiri. Tidak usah buru-buru menimpakan suatu keburukan kepada sesama gerakan muslim lain hanya karena ingin selamat dari tudingan orang-oarang yang tidak senang kepada Islam. Lalu membuat tulisan-tulisan dimuka umum (website) dengan menghujat salah satu gerakan Islam, padahal itu bisa menelanjangi saudara-saudara sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Contoh hal seperti apa yang tertulis diwebsite Salafy yang turut saya lampirkan ini. Bagaimana kok bisa dikatakan menelanjangi saudara-saudara sendiri? Izinkan saya mmenguraikanya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;a. Kata Presiden kami SBY Kata-kata diatas itu bisa diartikan bahwa saudara-saudara itu mengakui dan turut memiliki Presiden tersebut, dan seakan-akan keberadaan Presiden tersebut itu ada berkat kerja keras saudara-saudara pada saat pemilu yang lalu, karena mekanisme pemilihan Presiden dilakukan melalui Pemilu, padahal saudara-saudara adalah kelompok orang-orang yang menyakini dan memfatwakan bahwa Pemilu (Demokrasi) itu haram sehingga saudara-saudara Salafiyin pada saat itu tidak ada yang turut mencoblos, alias Golput.nah sekarang kok ujuk-ujuk dengan merasa tidak bersalah mengatakan Presiden kami Susilo bambang Yudoyono, kalau saya tidak salah yang mendukum pencalonan SBY-Kala itu kan PKS dan PD, inikan lucu? Mungkin saudara-saudara akan memberi hujjah, boleh melakukan hal itu bila dalam keadaan darurat, setahu saya belum ada pernayataan pemerintah yang menyudutkan saudara-saudara? Mbok ya mohon kepada Alloh semoga Alloh melindungi saudara-saudara.Dan tidak perlu disembunyi-sembunyikan akan jati diri saudara-saudara, bahwa saudara-saudara Salafiyin itu dimata musuh-musuh Alloh adalah penganut Islam garis keras (Islam Fundamentalis) karena menurut mereka orang-orang/kelompok atau apalah itu namanya kalau yang tidak mengakui Demokrsi maka mereka adalah musuh. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;Apa lagi? Sedang saudara-saudara sudah jelas-jelas mengharamkan Demokrasi, jelas dimata mereka adalah musuh laten.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;//Aduuh, akhuna Suripan, mbok yo jangan buru-buru menyalahkan suatu pendapat yang antum belum tahu dasar dan dalil-dalilnya. Dan menurut hemat saya, akhuna Suripan benar-benar kurang membaca sejarah Islam. Untuk sedikit membuktikan ucapan ini, saya harap akhuna Suripan membaca sejarah berdirinya khilafah Umawiyyah, Abbasiyyah, Utsmaniyyah. Ketiga d&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;sti (baca: khilafah) islam ini dimulai dengan kesalahan, yaitu menentang dan melawan khalifah yang sah. Khilafah Umawiyyah dimulai dari perlawanan sahabat Mu’awiyyah terhadap khalifah yang sah yaitu sahabat Ali Bin Abi Thalib, dan setelah melalui berbagai kejadian sejarah, akhirnya terjadilah penyerahan kekuasaan oleh sahabat Hasan bin Ali bin Abi Thalib kepada sahabat Mu’awiyyah. Khilafah Abbasiyyah dimulai dari pemberontakan besar-besaran yang dilakukan oleh Bani Abbasiyyah melawan khilafah yang sah, yaitu khilafah Bani Umawiyyah, dan akibat pemberontakan ini tertumpahlah ratusan ribu jiwa umat islam. Begitu juga halnya dengan khilafah Utsmaniyyah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Walau proses perebutan kekuasaan ini telah disepakati oleh ulama sebagai tindakan yang diharamkan, dan pelakunya berdosa karenanya, akan tetapi bila kekuasaan berhasil direbut, dan para pemberontak berhasil me&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;nata&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt; kekhilafahan sehingga terciptalah stabilitas keamanan, kekuatan, perekonomian dll, maka umat islam semenjak dahulu telah sepakat untuk mengakui khalifah hasil pemberontakan tersebut. Jadi bisa jadi metode perebutan kekuasaan diharamkan, akan tetapi bila telah berhasil direbut dan yang merebutnya memiliki kemampuan untuk menjalankan khilafah, maka umat islam seluruhnya diwajibkan untuk mengakui khalifah tersebut, dan khalifah tersebut menjadi khalifah yang sah dan wajib ditaati. Oleh karena itu tidak pernah ada seorang ulama’-pun yang menyatakan bahwa khilafah Abbasiyah tidak sah, dan wajib digulingkan, walaupun semua orang tahu bahwa mereka dapat sampai kepada kekuasaan/khilafah dengan cara yang diharamkan. Bukankah demikian sejarahnya wahai akhuna Suripan?!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Oleh karena itu kami juga berkata: Pemilu dan demokrasi adalah haram dan bukan ajaran islam, akan tetapi ajaran orang-orang kafir, akan tetapi bila dari pemilu ada seorang yang berhasil menjadi pemimpin, maka kami akan mengakuinya dan taat kepadanya dan menentang setiap upaya pemberontakan kepadanya, kecuali bila pemimpin tersebut melakukan kekufuran yang nyata-nyata kufur dan tidak ada lagi keraguan padanya, dan umat islam memiliki kekuatan untuk menggantinya, tanpa mengakibatkan pertumpahan darah yang lebih berat dibanding berada di bawah kekuasaannya, maka kita akan katakan boleh untuk menggantinya dengan paksa. &lt;/span&gt;Inilah metode berpikir Ahlusunnah yang penuh dengan hikmah dan senantiasa mementingkan kepentingan umat dibanding kepentingan pribadi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dari sedikit uraian di atas, jelaslah bahwa khilafah/kekuasaan bukanlah tujuan utama yang harus ditegakkan. Akan tetapi khilafah adalah sarana untuk menegakkan hukum Alloh. Jadi bila upaya menegakkan khilafah dengan jalur kekuatan hanya akan menimbulkan kerusakan, dan pertumpahan darah yang tiada hentinya, maka apalah artinya. Karena khilafah ada di antara tujuannya adalah guna melindungi jiwa dan agama umat islam. Oleh karena itu saya harap akhuna Suripan kembali membaca dan merenungi kisah negosiasi yang dilakukan oleh ‘Utbah bin Rabi’ah kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di atas. Walau demikian saya katakan menurut sunnatullah, hukum-hukum Alloh tidak akan dapat ditegakkan dengan sempurna tanpa adanya khilafah yang islamiah.//&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akhuna Suripan berkata:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;b. Permasalahan Bom Bunuh Diri (BBD) Secara terang-terangan bahwa saudara-saudara telah mengarahkan kesalah satu gerakan Islam, padahal pemerintah sendiri dalam hal ini polisi tidak berani melakukan hal itu.Bahkan tuduhan-tuduhan itu saudara-saudara lakukan tanpa kajian mendalam dan tanpa melakukan tawazunitas terlebih dulu, hanya karena ada fatwa bahwa BBD yang dilakukan kaum muslimin palest&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; adalah bukan BBD tapi Bom Syahid lalu dengan entengnya saudara-saudara kait-kaitkan bahwa BBD itu karena akibat dari fatwa tersebut.Padahal fatwa tersebut jelas-jelas menyebutkan bahwa bila BBD itu yang dilakukan diwilayah konflik ummat Islam seperti Palest&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; hari ini yang boleh dikatakan sebagai Bom Syahid, bukan BBD yang dilakukan di wilayah aman seperti di wilayah Indonesia, itu jelas tidak termasuk yang difatwakan. (Penjelasan lebih lanjut masalah bom syahid, lain kali akan saya terlampir).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;//Ya akhi pernahkah antum bertanya, siapakah korban pengeboman yang terjadi di JW Mariot, Kedubes &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, dll, siapakah yang menjadi korbannya? Apakah orang-orang muslim ataukah orang non muslim atau campur antara keduanya? Nah dengan dosa dan sebab apa orang muslim menjadi korban pengeboman? Pernahkah anda menelusuri dalil-dalil tentang haramnya penumpahan darah seorang muslim? Sebagai pengingat diri saya dan diri antum, saya ajak antum untuk merenungi hadits berikut:&lt;br /&gt;عن عبد الله بن عمرو أن النبي قال : (لزوال الدنيا أهون على الله من قتل رجل مسلم) رواه الترمذي والنسائي وصححه الألباني&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bahwasannya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh sirnanya dunia seisinya lebih ringan di sisi Alloh dibanding membunuh seorang muslim.” (Tirmizy dan An Nasa’I dan disahihkan oleh Al Albani).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan berikut saya nukilkan fatwa ulama’ tentang masalah ini:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jawaban Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan:&lt;/strong&gt; Apa hukumnya orang yang meletakkan bom ditubuhnya, guna membunuh segerombolan orang yahudi?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt; Menurut saya (dan tentang hal ini, kami telah ingatkan berkali-kali) bahwa aksi tersebut tidak benar, sebab aksi ini merupakan aksi bunuh diri. Alloh berfirman:&lt;br /&gt;ولا تقتلوا انفسكم&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Janganlah kamu membunuh dirimu”. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;من قتل نفسه بشيئ عذب به يوم القيامة&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa membunuh dirinya dengan cara sesuatu, maka ia akan disiksa dengannya pada hari Kiamat”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seorang muslim harus berusaha melindungi jiwanya, dan jika telah dikumandangkan panggilan jihad, maka dia pergi berjihad bersama kaum muslimin, kalau ia terbunuh maka Alhamdulillah. Adapun ia membunuh dirinya sendiri dengan cara mengikatkan bahan peledak pada dirinya, agar terbunuh bersama diri orang-orang yahudi, maka ini adalah metode yang salah dan tidak boleh, atau dengan menikam dirinya agar ada orang kafir yang terbunuh bersamanya. Tapi jalan yang benar adalah, jika telah disyariatkan jihad, ia berjihad bersama umat Islam lainnya. Adapun aksi yang dilakukan remaja-remaja Palest&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;, adalah satu kesalahan, lagi tidak baik. Kewajiban mereka adalah berdakwah, mendidik dan membimbing serta menasihati, tanpa melakukan aksi kekerasan. (Kaset Aqwalul Ulama Fil Jihad. Studio Minhajus Sunnah &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Riyadh&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jawaban Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin rohimahulloh&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beliau rohimahulloh pada waktu menjelaskan kisah ashhabul ukhdud (Kisah mereka diriwayatkan oleh Imam Muslim, pada Kitab Az Zuhud wa Ar Raqaiq, bab: Kisah Ashhabil Ukhdud, No:3005), tatkala menyebutkan faedah darinya, berkata: “Sesungguhnya boleh bagi seseorang untuk mengorbankan dirinya demi kemaslahatan seluruh kaum muslimin, karena anak ini telah menunjukkan raja tersebut kepada hal yang bisa membunuhnya dan memb&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;sakan dirinya, yaitu dengan mengambil anak panah dari tempatnya…&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Syeikhul Islam berkomentar: “Karena perbuatan anak tersebut adalah jihad fii sabilillah, satu umat beriman (karenanya), sedang dia tidak kehilangan sesuatu apapun, walau dia mati, karena dia pasti mati, cepat atau lambat”.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun yang dilakukan sebagian orang, dengan membawa bahan peledak (bom), dan maju kepada orang-orang kafir, kemudian apabila telah berada di tengah-tengah mereka, ia meledakkannya, maka sesungguhnya tindakan ini termasuk bunuh diri wal’iyadzu billah, dan barang siapa yang bunuh diri, maka dia akan kekal di neraka jahanam selama-lamanya, seperti yang disebutkan dalam hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam (Beliau mengisyaratkan kepada Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, pada kitab: At Thib, bab: Hukum meminum racun dan obat yang dapat mematikan, No:5778). Karena orang ini, telah membunuh dirinya sendiri, tanpa mendatangkan kemaslahatan sedikit pun bagi kaum muslimin, karena apabila dia telah membunuh dirinya dan membunuh 10 atau 100 atau 200 orang kafir, agama islam tidak mendapat manfaat darinya, manusia tidak juga masuk islam, berbeda dengan kisah anak kecil tersebut, barangkali musuh akan lebih mengganas, hingga membantai kaum muslimin dengan membabi buta.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi terhadap penduduk Palest&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;, karena penduduk Palest&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt; apabila satu di antara mereka mati dengan sebab bom bunuh diri, dan berhasil membunuh 6 atau 7 orang yahudi, maka orang-orang yahudi itu akan membunuh 60 orang atau lebih dengan sebab perbuatannya itu, maka hal ini tidak mendatangkan manfaat bagi kaum muslimin, dan juga bagi orang yang bunuh diri tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa tindakan sebagian orang, dengan melakukan bom bunuh diri, tergolong dalam perbuatan bunuh diri tanpa alasan yang dibenarkan, dan menjadikan pelakunya masuk neraka wal‘iyadzu billah, dan pelakunya tidak dikatakan syahid. Akan tetapi jika orang itu melakukan tindakan tersebut karena menta’wil, dia mengira bahwa hal ini diperbolehkan, kami mengharap dia terbebas dari dosa, adapun untuk kemudian dia dijuluki sebagai orang syahid, maka tidak bisa, karena dia tidak menempuh jalan syahadah (cara mati syahid yang benar), barang siapa yang berijtihad dan dia salah, maka ia mendapat satu pahala” (Syarah Riyadhus Sholihin 1/165-166 ) &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan:&lt;/strong&gt; Apa hukum syariat mengenai orang yang meletakkan bom di tubuhnya dan kemudian meledakkan dirinya sendiri di tengah-tengah kerumunan orang-orang kafir, dalam rangka membantai mereka? apakah benar berdalil dengan kisah anak kecil yang seorang raja memerintahkan agar dibunuh (kisah &lt;em&gt;Ashhabul Ukhdud&lt;/em&gt;) ?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt; Orang yang meletakkan bom di tubuhnya dengan tujuan untuk kemudian meledakkan dirinya di tempat keramaian musuh, maka dia telah membunuh dirinya, dan akan diazab di neraka jahanam dengan alat yang ia gunakan untuk membunuh dirinya, ia kekal di neraka selama-lamanya, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang membunuh dirinya dengan sesuatu, maka dia akan diazab dengan alat tersebut di neraka jahanam. Sungguh mengherankan orang-orang yang melakukan perbuatan seperti ini, padahal mereka telah membaca firman Alloh Ta’ala: &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;وَلاَتَقْتُلُوا أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Alloh amat kasih sayang terhadapmu”. (QS An-Nisa’ : 29)&lt;/em&gt; lalu tetap nekat melakukan tindakan tersebut, apakah mereka berhasil memetik sesuatu? apakah musuh terkalahkah dengan cara itu? apakah malah sebaliknya, musuh bertambah ganas terhadap orang-orang yang melakukan tindakan ini, seperti yang kita saksikan di negara Yahudi. Mereka tidaklah jera dengan adanya tindakan seperti ini, bahkan semakin brutal, bahkan kita dapatkan negara Yahudi pada jajak pendapat terakhir, kelompok garis kanan yang berkeing&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;n membasmi orang-orang Arab berhasil meraih kemenangan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akan tetapi orang yang melakukan tindakan ini dengan dasar ijtihad, dia mengira hal itu termasuk amal baik yang akan mendekatkan dirinya kepada Alloh subhanahu wa ta’ala, maka kami mohon kepada Alloh ta’ala untuk tidak menyiksanya, karena dia menta’wil dan jahil.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun berdalih dengan kisah anak kecil (ashhabul ukhdud), maka kisah anak kecil itu menyebabkan masuknya satu umat ke dalam agama islam, bukan membantai musuh, oleh karena itu ketika sang raja tersebut mengumpulkan masyarakat dan mengambil anak panah dari tempatnya anak kecil tersebut, sambil berkata: dengan menyebut nama Alloh Tuhan anak kecil ini, manusia berteriak semuanya: Tuhan Yang Benar adalah Tuhannya anak kecil ini, dari sinilah suatu umat yang banyak masuk islam, seandainya dihasilkan seperti kisah ini, maka kami akan mengatakan mungkin bahwa ada benarnya berdalil dengan kisah ini, dan Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengisahkannya kepada kita, agar kita mengambil pelajaran darinya. Akan tetapi mereka yang melakukan peledakan dirinya sendiri, apabila berhasil membunuh 10 atau 100 orang musuh, maka musuh semakin brutal dan kokoh dalam berpegang teguh dengan prinsip mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan:&lt;/strong&gt; &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; orang yang mengaku bahwa dirinya melakukan aksi jihad dengan model bunuh diri, sebagai contoh, seseorang dari mereka memuati kendaraannya dengan bahan peledak dan kemudian menerobos musuh, dan dia yakin bahwa ia pasti akan menemui ajalnya dalam aksi tersebut:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jawaban:&lt;/strong&gt; Aksi ini menurut saya, adalah aksi bunuh diri dan ia akan disiksa di Jahanam dengan cara yang dia tempuh untuk menghabisi nyawanya, seperti yang dikatakan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits shohih.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Namun orang bodoh yang tidak mengerti dan ia melakukannya dengan anggapan bahwa perbuatannya tersebut baik dan diridhoi Alloh, saya harap semoga Alloh mengampuninya, karena ia melakukannya berdasarkan ijtihad. Meskipun saya berpendapat bahwa dia tidak memiliki alasan di masa kini, sebab bunuh diri dengan bentuk di atas, telah dikenal dan menyebar di kalangan umat. &lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Seharusnya ia menanyakannya kepada ulama, agar jelas baginya kebenaran dari kesesatan. Yang mengherankan, mereka membunuh diri mereka sendiri, padahal Alloh melarangnya. Alloh berfirman:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;وَلاَتَقْتُلُوا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;أَنفُسَكُمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;إِنَّ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;اللهَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;كَانَ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;بِكُمْ&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;رَحِيمًا&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Alloh Maha Penyayang kepadamu” (QS An Nisaa: 29).&lt;/em&gt; Kebanyakan mereka hanya terdorong oleh keing&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;n balas dendam terhadap musuh, dengan cara apapun, baik itu cara yang haram ataupun yang halal, ia hanya ingin memuaskan dirinya. Semoga Alloh memberikan kepada kita penguasaan terhadap ilmu agama dan mengamalkan setiap yang membuat-Nya ridho. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Majalah Ad Dakwah, edisi 1598)//&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="PT-BR"&gt;Akhuna Suripan berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;c. Walaupun berjenggot tetapi beda antara salafiyin dengan harakah lain Saudara-saudara Salafiyin yang di Rahmati Alloh. Musuh-musuh Alloh tidak perlu dikecoh dengan pernyataan-pernyataan seperti itu, mereka sudah kenyang dengan bermacam-macam tipu daya, 32 tahun mereka berkuasa (khusus Indonesia) dengan perlakuan zolimnya, intelijen mereka banyak lebih banyak dari jumlah saudara-saudara, lagi pula Alloh juga sudah mengingatkan kita didalam salah satu ayatnya (QS.2:120) agar kita hati-hati kepada mereka, disana Alloh nyatakan dengan jelas bahwa mereka tidak akan senang kepada sampai engkau mengikuti millah mereka. Jelas, mereka benci kita bukan karena jenggot tapi karena kita punya millah yang hanif yaitu millah yang mengakui bahwa Alloh itu Esa, Syariat Alloh adalah yang tertinggi tidak boleh ada yang lain, karena itulah mereka benci, kebencian mereka akan hilang kalau kita mau ikut millah mereka.Mereka sudah tahu siapa saudara-saudara, fatwa-fawta saudara yang saudara-saudara rilis di website saudara terlihat jelas bahwa saudara-saudara mengharamkan, Pemilu, Demokrasi, Demontrasi dll dan itu sudah cukup bagi mereka untuk memasukkan saudara-saudara kedaftar pengikut Islam garis keras.Mungkin kalau selama ini mereka tidak mengutik-utik saudara-saudara, bukan berarti bahwa mereka senang pada saudara-saudara, menurut saya sekurang-kurangnya ada 2 hal, mengapa mereka tidak mengganggu saudara salafiyin sbb:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;1. Selama ini, secara tidak langsung sikap saudara-saudara kepada harakah Islam yang lain sangat menguntungkan mereka, dimana salafiyin sikapnya keras terhadap kaum muslimin dan lemah lembut terhadap kaum kafirin?. Inilah poin penting bagi mereka untuk tetap memelihara saudara-saudara, mereka tidak susah susah mengeluarkan banyak energi, tenaga dan biaya untuk membunuh gerakan-gerakan Islam, cukup dengan tulisan dan lisan saudara salafiyin.Nanti bila tiba saatnya, manakala kekuatan Islam yang selama ini bisa menghambat kezaliman mereka sudah lumpuh, maka mata meriam-meriam mereka akan mereka arahkan kepada sasaran tunggal yaitu kaum yang mengaku kaum Salafy. Bukankah saudara-saudara sadar dan ingat bahwa manusia paling licik dan jahat adalah Yahudi? Contoh peristiwa dari kelicikan mereka adalah Afganistan, dan Iraq. Dulu mereka adalah negara yang mereka bantu, namun sekarang mereka hujani mereka dengan misil, bom dan meriam.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;2. Saudara-saudara salafiyin yang dirahmati Alloh.Saudara-saudara dimata musuh-musuh Alloh masih dikatagorikan da’wah yang masih difase teoritis, pada fase ini mereka tidak ambil pusing dengan beberapa fatwa yang saudara-saudara keluarkan yang ahkikatnya sangat bertentangan dengan prinsip mereka. Nanti pada saatnya saudara-saudara mau melangkah ke fase aplikatif, nah disini pereng sesungguhnya dimulai, saudara-saudara harus siap mengerahkan segala kemampuan baik materi, sumber daya manusia dan tenaga bahkan juga nyawa.Mereka tidak akan segan-segan untuk menggunakan cara-cara yang keji untuk melaumpuhkan musuh-musuhnya, sementara saudara-saudara umat islam (harokah islam) yang lain mungkin sudah duluan terkubur bahkan mungkin jadi mereka terkubur oleh andil dari tangan dan lisan saudara-saudara. Ah, kan masih ada Alloh yang akan membantu hambanya. Saudara-saudara harusnya malu kepada seorang salafus shaleh yang mengatakan bahwa : yang haq tidak akan bisa mengalahkan yang bathil kalau yang haq itu bercerai berai sedang kebathilan begitu kuat dan rapinya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="color: red;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;//Ya akhi, sebenarnya yang menjadikan pemerintah ORBA senantiasa menguber-uber berbagai macam sekte/firqah yang ada di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; adalah karena rasa khawatir akan kekuasaannya, yang mereka sadari sedang diganggu oleh firqoh-firqoh tersebut. Adapun bila kita tidak berupaya mengganggu kekuasaan mereka, niscaya mereka tidak akan mengusik dakwah kita. Apalagi bila mereka sadar bahwa kekuasaan akan tetap berada di tangan mereka bila mereka menerima dakwah kita, niscaya mereka akan tenang dan tidak akan nguber-nguber dakwah kita. Bukankah antum semenjak dahulu sering membaca dan mendengar sebutan “Subversi”, akan tetapi apakah antum pernah mendengar bahwa ORBA menangkap orang atau memenjarakan orang karena ia sholat dengan benar, atau tidak mau syirik, tidak mau menyembah kuburan dll? Saya yakin antum tahu dengan pasti hal ini. Nah inilah rahasianya mengapa pemerintah di manapun senantiasa nguber-nguber setiap sekte yang berupaya merebut kekuasaan, dan senantiasa mengawas-awasi setiap gerak mereka. Apalagi sekte yang mengajarkan kepada para pengikutnya bai’at kepada pemimpin mereka atau mengaku mendirikan negara Islam bawah tanah atau yang serupa.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Adapun musuh-musuh Islam dari orang-orang Yahudi dan Nasrani, maka sebenarnya yang paling mereka takuti adalah orang-orang yang bertauhid dengan benar, dan senantiasa memerangi tindak kesyirikan dan bid’ah, oleh karena itu mereka dengan dana besar-besaran mendukung berbagai program kesesatan, dimulai dari seruan persatuan agama melalui JIL Paramad&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;, gerakan tasawuf melalui Zikir berjama’ah, Jama’ah Tabligh, dll. Ini semua mereka lakukan demi mencari budak-budak yang akan menjadi kambing hitam dalam menghancurkan kekuatan umat Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan di antara makar yang senantiasa mereka persiapkan untuk menghancurkan umat islam ialah dengan mendidik sekte-sekte garis keras, baik secara langsung atau tidak, agar suatu saat dapat dijadikan kambing hitam, dan alasan untuk menyerang negara islam, sebagaimana yang mereka lakukan dengan Usamah Bin Laden dan kelompoknya. Dahulu Amerika mendidik mereka menggunakan senjata, dan juga mempersenjatai mereka, bahkan menurut pengakuan sebagian kawan saya yang berasal dari &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Afghanistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan pernah ikut andil dalam melawan Uni Soviet: setiap orang Afghan yang angkat senjata melawan Uni Soviet setiap hari mendapat gaji 1/2 dolar &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;US&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. sebagaimana dan ketika tiba saatnya mereka ingin menyerang &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Afghanistan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; dan menguasai negeri muslim ini, mereka jadikan antek-antek mereka (Usamah bin laden CS) sebagai dalih /kambing hitam. (Lah, akhuna Suripan di tulisannya di atas telah menyadari akan hal ini, kok ya tidak mengambil Ibrah). Dan tidak mustahil, berbagai pengeboman di negeri Islam termasuk &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; ada campur tangan dari mereka, baik dengan suplai bahan peledak, atau pendidikan/kaderisasi para perakit bom dll. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya menjadi heran dengan akhuna Suripan, mengesankan bahwa ikhwah salafiyyin keras terhadap sesama muslim, padahal yang mereka lakukan hanyalah mengkritik, dan membuktikan kesalahan dan penyelewengan sekte-sekte yang ada kepada masyarakat. Akan tetapi mengapa akhuna Suripan tidak merasa kebakaran jenggot melihat nyawa sebagian kaum muslimin direnggut dan jasad sebagian umat islam bergelimpangan akibat terkena bom yang dipasang oleh sebagian sekte yang mengebom pasar umum atau perhotelan, atau fasilitas umum lainnya? Ataukah akhuna Suripan memang menganut paham, bahwa selain kelompoknya adalah kafir, sebagaimana yang diyakini oleh LDII? Ataukah akhuna Suripan menganggap bahwa masyarakat kita adalah masyarakat jahiliyyah, sehingga seluruh anggota masyarakat kita selain anggota kelompoknya layak untuk menjadi tumbal atau dikorbankan? &lt;em&gt;La haula wala quwwata illa billah.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pada kesempatan ini saya anjurkan antum untuk mengkaji sejarah perjuangan umat Islam di Indonesia melawan penjajah Belanda. Perjuangan yang dilakukan oleh Umat Islam di bawah kepemimp&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:PersonName&gt;n Imam Bonjol melawan Nasrani dan budak mereka yaitu kaum adat. Dan hendaknya antum juga mengkaji sejarah perjuangan umat Islam di India melawan Nasrani Inggris beserta anteknya Ahmadiyyah. Bila antum telah mengkaji sejarah ini, saya yakin antum akan berkesimpulan lain.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yang sangat mengherankan lagi dari seluruh tulisan akhuna Suripan adalah: Akhuna Suripan merasa bersedih dan seakan tersayat-sayat hatinya melihat sebagian orang dan sekte yang dikritik dan dibongkar kesesatannya, akan tetapi Akhuna Suripan tidak merasa terusik dengan kesalahan dan penyelewengan yang dilakukan oleh berbagai sekte dari ajaran agama, misalnya seperti yang dilakukan oleh JIL, sekte Syi’ah yang menuhankan sahabat Ali, dan menyangka bahwa Malaikat Jibril salah alamat dalam menyampaikan wahyu, Ahmadiyyah yang mengaku bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Nabi, kaum Tasawuf yang mengajarkan kasta dalam beragama, dimulai dari kasta syari’at, ma’rifat, wali, wihdatus syuhud, hingga wihdatul wujud, LDII yang senantiasa mengkalai kafir seluruh kaum muslimin yang tidak ikut dalam sektenya dll. Padahal hakikat bid’ah adalah tuduhan terhadap Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau telah gagal mengemban risalah atau ada syariat yang dikhianati atau disembunyikan oleh beliau. &lt;em&gt;Maha Suci Alloh dari segala yang mereka tuduhkan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Akhuna Suripan! Dengarlah baik-baik penjelasan Imam Malik bin Anas berikut:&lt;br /&gt;من أحدث في هذه الأمة اليوم شيئا لم يكن عليه سلفها فقد زعم أن رسول الله&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;خان الرسالة لأن الله تعالى يقول: حرمت عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير&lt;span style="font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style=""&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; وما أهل لغير لله به والمنخنقة والموقوذة والمتردية والنطيحة وما أكل السبع إلا ما ذكيتم وما ذبح على النصب وأن تستقسموا بالأزلام ذلكم فسق اليوم يئس الذين كفروا من دينكم فلا تخشوهم وخشون اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا فمن اضطر في مخمصة غير متجانف لإثم فإن الله غفور رحيم (المائدة 3) فما لم يكن يومئذ دينا لا يكون اليوم دينا.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barang siapa pada zaman sekarang mengada-adakan pada umat ini sesuatu yang tidak diajarkan oleh pendahulunya (Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya), berarti ia telah beranggapan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah mengkhianati kerasulannya, karena Alloh Ta’ala berfirman: “Diharamkan bagimu bangkai, darah ………pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam menjadi agamamu. Maka barang siapa yang terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha penyayang” (QS Al Maaidah: 3) sehingga segala yang tidak menjadi ajaran agama kala itu (zaman Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabatnya) maka hari ini juga tidak akan menjadi ajaran agama”. (Riwayat Ibnu Hazm dalam kitabnya Al Ihkam 6/225).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Inilah hakikat bid’ah. Pada hakikatnya bid’ah adalah sanggahan terhadap kesempurnaan agama Islam yang telah ditetapkan Alloh pada &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; Al Maaidah ayat 3, dan merupakan tuduhan terhadap Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang mendapatkan amanat menyampaikan risalah ini telah berkhianat. Seorang yang melakukan bid’ah Seakan-akan ia berkata: Bahwa agama Islam ini belum sempurna, sehingga perlu ditambahkan amalan saya ini, atau Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah berkhianat, sehingga amalan baik yang saya amalkan tidak beliau ajarkan kepada umatnya. &lt;em&gt;Na’uuzubillah min dzalika.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semoga jawaban saya ini dapat berguna dan menghilangkan berbagai syubhat yang ada pada diri akhuna Suripan dan setiap yang membaca tulisan saya ini. Dan semoga Alloh senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua dan melindungi umat islam dari berbagai kesesatan, bid’ah dan kejahatan musuh-musuhNya.&lt;br /&gt;اللهم ربَّ جبرائيلَ وميكائيلَ وإسرافيلَ فاطَر السَّماواتِ والأرضِ، عالمَ الغيبِ والشَّهادة، أنتَ تحْكُمُ بين عِبَادِك فيما كانوا فيه يَخْتَلِفُون، اهْدِنَا لِمَا اخْتُلِفَ فيه من الحق بإِذْنِكَ؛ إنَّك تَهْدِي من تَشَاء إلى صراط مستقيم. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعينز والله أعلم بالصَّواب، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ya Alloh, Tuhan malaikat Jibril, Mikail, Israfil, Zat Yang telah Menciptakan langit dan bumi, Yang Mengetahui hal yang gaib dan yang nampak, Engkau mengadili antara hamba-hambamu dalam segala yang mereka perselisihkan. Tunjukilah kami –atas izin-Mu- kepada kebenaran dalam setiap hal yang diperselisihkan padanya, sesungguhnya Engkau-lah Yang menunjuki orang yang Engkau kehendaki menuju kepada jalan yang lurus. Sholawat dan salam dari Alloh semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Dan Allohlah Yang Lebih Mengetahui kebenaran, dan akhir dari setiap doa kami adalah: “segala puji hanya milik Alloh, Tuhan semesta alam”.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Amiin, Wallohu a’lam bisshawab. //&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sumber: &lt;a href="http://muslim.or.id/"&gt;http://muslim.or.id/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113808387386856483?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113808387386856483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113808387386856483' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113808387386856483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113808387386856483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/anda-salah-paham-tentang-manhaj-salaf.html' title='Anda Salah Paham Tentang Manhaj Salaf!!'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113799664438482713</id><published>2006-01-23T13:05:00.000+07:00</published><updated>2006-01-23T13:10:44.716+07:00</updated><title type='text'>MERENCANAKAN DAN MENIKMATI SUKSES SEKARANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Oleh: Ainul Haris, M.Ag&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Siapapun anda, mulai saat ini anda bisa tergolong orang sukses bila anda benar-benar merencanakan dan bervisi sukses serta berperilaku sebagai orang sukses. Ciri utama perilaku orang sukses adalah dia menikmati hidupnya – betapapun keadaan dirinya- dan melakukan perbaikan diri secara berkelanjutan, sehingga selalu hari ini-nya lebih baik dari kemarin. Dan dia merancang hari esoknya lebih baik dari hari ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Orang-orang yang tidak berhasil dan tidak berusaha berhasil adalah orang yang sudah mempersepsikan dirinya berada pada tingkat atau kelas tertentu dari kasta kehidupan. Dia sudah memastikan kasta kehidupannya sendiri sehingga, dia sulit dan enggan untuk naik kasta dan memperbaiki nasibnya. Dia tidak bisa bergerak maju karena dihalangi pembatasan persepsi dan perasaannya. Dia membatasi kemampuan dan kesuksesannya sebatas yang dia pikirkan dan gambarkan. Dia tidak melihat kemampuannya –yang luar biasa- seperti apa adanya yang dikaruniakan Allah kepada dirinya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Padahal Allah berfirman, artinya: "Allah tidak mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu mengubah nasib dirinya sendiri." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Orang-orang yang mencapai keberhasilan luar biasa, –konon menurut sebuah penelitian- barulah menggunakan kurang lebih 5% dari kemampuan otak yang diberikan Allah kepada dirinya. Berarti betapa nganggurnya kebanyakan otak manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Kita bisa melihat kasus soal tradisi membaca. Kita melihat fenomena rendahnya tingkat baca umat Islam di seluruh dunia. Padahal orang yang tidak membaca adalah tidak lebih baik daripada orang yang buta huruf. Standar baca buku adalah satu buku satu minggu. Tapi kenyataannya, jangankan masyarakat umum, para mahasiswa saja belum tentu memenuhi standar satu minggu satu buku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Ironis memang, tapi itulah kenyataan, dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sekaligus contoh riel dari pengangguran otak besar-besaran. Karena salah satu rangsangan untuk menggunakan otak adalah dengan membaca. Kalau begitu, ini artinya setiap manusia memiliki harta karun yang jarang ia sentuh dan manfaatkan. Harta karun itu (baca: kemampuan, kecerdasan) adalah salah satu nikmat dari Allah yang kelak akan dipertanyakan pertanggungjawabannya. Sebab semua nikmat akan ditanyakan kepada kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;"Kemudian pada hari itu, kamu pasti ditanya tentang kenikmatan (yang kamu terima)." (QS. At-Takatsur: 8). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Bagaimana kita menjawabnya? Kita diberi modal oleh Allah dengan berbagai nikmat ini adalah untuk diberdayakan, dimanfaatkan dan dikembangkan, bukan untuk dianggurkan, dicuekin dan ditelantarkan. Sudah belasan tahun modal berbagai kenikmatan itu kita acuhkan, tidak kita pedulikan, bagaimana memulai hidup yang baru, hidup sukses, produktif dan penuh tanggung jawab? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Insya Allah buku &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;10 Kebiasaan Muslim Yang Sukses&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; dapat kita jadikan panduan memulai hidup baru yang penuh d&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;mis dan bertabur kesuksesan itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: blue;"&gt;Kesuksesan Sejati; Kesuksesan Dunia-Akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Pertama kali, kita harus melihat bahwa kita memiliki berlapis-lapis potensi. Kita harus &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;membangun kepercayaan diri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; bahwa sebagaimana &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;orang lain bisa mencapai puncak kesuksesan, kita pun bisa mencapai ke sana.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sebetulnya, di sinilah starting point kita untuk bisa sukses. Inilah yang dalam istilah &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: maroon;"&gt;DR. Ibrahim Al-Qu'ayyid,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; penulis buku 10 Kebiasaan sebagai &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: blue;" lang="PT-BR"&gt;"Kebiasaan Semangat Mencapai Puncak Prestasi"&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dan benar, beliau meletakkannya sebagai kebiasaan pertama yang harus dimiliki seorang yang berjiwa sukses (hal. 11). Kita tidak akan pernah beranjak dari kasta dan tidak akan pernah naik kelas dalam kehidupan ini, bila kita berfikir ke belakang. "Saya hanyalah anak seorang petani, saya hanyalah anak yang terbatas otaknya, saya cukup begini saja", dst. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Untuk melakukan perubahan mendasar atau revolusi, kita harus mengubah paradigma, cara pandang, persepsi dan asumsi kita tentang diri kita sendiri, juga tentang dunia ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila paradigma terhadap diri kita adalah sebagai individu yang sukses, maka perilaku, tindakan dan pola pikir kita akan tumbuh berdasarkan paradigma dan asumsi tersebut. Demikian pun sebaliknya. Di sinilah perubahan itu akan berarti, perubahan dari akarnya, bukan perubahan di permukaan atau level daun-daunnya saja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Dalam istilah agama, untuk mengubah kegagalan menuju sukses kehidupan Akhirat, kita terlebih dahulu harus mengubah manhaj (jalan, metode pemahaman) kita. Yaitu menuju manhaj Ahlus Sunnah wal Jamaah atau manhaj Salafunash Shalih. Karena manhaj inilah yang direkomendasikan Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dengan mengubah manhaj, berbagai perubahan kita dalam beragama akan bersifat mendasar dan substansial, bukan angin-ang&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;n, di permukaan atau tergantung kebutuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Bila kita sudah mengubah paradigma kita, yaitu keyak&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;n kita bahwa kita memiliki berlapis-lapis potensi, berarti kita telah menciptakan lensa baru dalam melihat diri kita dan dunia. Lensa yang jelas dan terang benderang. Ia akan memberi kekuatan yang luar biasa dalam perubahan diri kita. Perubahan menuju kebiasaan orang-orang yang sukes. Dengan begitu kita sudah berfikir, bertindak, berperilaku seolah-olah sebagai orang sukses. Kita menjadi manusia yang sama sekali baru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Tugas besar kita dalam perubahan paradigma untuk mencapai puncak prestasi adalah dengan secara konsisten meningkatkan tiga hal sekaligus; kualitas iman, kualitas kerja (kuliah), kualitas hubungan sosial (hal. 12). Sebagai kompas dan penunjuk arah dalam merealisasikan paradigma yang baru tersebut kita harus menuangkannya dalam bentuk misi hidup, sesuai dengan peran kita masing-masing. Dan misi itu ditulis dengan bertolak dari segi tiga hal di atas (iman, pekerjaan, relasi). Karena segi tiga itulah yang menjadi poros kehidupan kita di dunia ini. Misi hidup itu lahir berawal dari fantasi dan mimpi besar yang disebut visi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Misi merupakan penerjemahan visi, fantasi dan mimpi besar kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Visi adalah perasaan bahwa kita ditantang oleh dunia untuk membuat jejak langkah kita di sana, melalui kekuatan ide, kepribadian, sumber diri dan keing&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;n kita. Visi adalah perasaan yang komprehensif tentang posisi, arah dan cara hidup untuk meraih tujuan, dan apa yang akan kita lakukan ketika tujuan kita raih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Kita sebenarnya tumbuh bersama mimpi-mimpi. Beberapa dari kita membiarkan mimpi-mimpi itu mati. Tapi yang lain tetap memelihara, menjaga serta merawatnya dalam hari-hari yang suram, sampai matahari dan s&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;rnya datang menerangi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Visi kerasulan Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah mengeluarkan umat manusia dari kesesatan kepada kebenaran dan petunjuk. Maka visi itu beliau implementasikan dalam bentuk misi dakwah. Beliau terus menjaga visi-misinya dalam suka duka dakwah, sehingga beliau berhasil melahirkan generasi manusia terbaik sepanjang masa dalam kurun waktu hanya 23 tahun. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Thomas Edison mencanangkan tujuan ambisius (visi) untuk mendapatkan penemuan besar yang baru setiap enam bulan, dan penemuan kecil setiap 10 hari. Ketika meninggal –karena dia menjaga dan konsisten dengan visi misinya- dia memiliki 1.092 lisensi untuk hak paten Amerika Serikat dan 2000 lisensi hak paten dari luar negeri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kebiasaan kedua adalah &lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Menentukan Tujuan&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; (hal. 21). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Jenis tujuan juga masih berporos pada tiga hal di atas (iman, pekerjaan, relasi). Tapi untuk lebih spesifik, penulis menyebutnya dengan tujuan ilahiyah, kemasyarakatan dan tujuan pribadi (hal. 24). Ketiga jenis tujuan tersebut harus saling berkaitan, meskipun di lapangan, kadang terjadi benturan, khususnya tujuan-tujuan yang bersifat kemasyarakatan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Sebagai seorang muslim, tujuan kita di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Maka kita pun merumuskan tujuan-tujuan yang berkaitan dengan hak-hak Allah, lalu hak-hak hamba (hub. Sosial), dan hak-hak pribadi (hal. 30). Kita bisa merumuskan tujuan-tujuan tersebut berdasarkan delapan tahap tujuan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;1) Yang berkaitan dengan hak-hak Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;2) Keluarga. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;3) Pekerjaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;4) Hubungan pribadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;5) Bersifat hiburan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;6) Pengembangan diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;7) Bersifat materi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;8) Kedudukan sosial (hal. 37). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Tujuan-tujuan itu harus memenuhi lima kriteria; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;1) Jelas dan tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;2) Bisa diukur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;3) Bisa dikerjakan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;4) Ada motivasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;5) Tanggal pelaksanaannya ditentukan (hal.44). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Kebiasaan ketiga adalah &lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Menentukan Skala Prioritas&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; (hal. 51). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dalam hal ini &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Stephen Covey&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dalam The 7 Habits-nya mengutip kata-kata yang bagus, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: green;" lang="PT-BR"&gt;"Orang sukses mempunyai kebiasaan mengerjakan hal-hal yang tidak suka dikerjakan oleh orang gagal. Mereka belum tentu suka mengerjakannya. Namun ketidaksukaan mereka, tunduk pada kekuatan tujuan mereka."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ini artinya, diperlukan komitmen tinggi dan keberanian mengatakan "tidak" jika memang hal itu berseberangan dengan prioritas. Sebab memang pekerjaan itu ada enam kuadran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;1). Sangat penting dan mendesak seperti ibadah yang masuk waktu dan membawa anak ke rumah sakit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;2) Sangat penting dan tidak mendesak, seperti olah raga, silaturahim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;3) Penting dan mendesak, seperti mengantar anak sekolah, menerima tamu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;4) Penting dan tidak mendesak, seperti membaca, mengikuti pelatihan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;5) Tidak penting tapi mendesak, seperti lihat acara TV. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;6) Tidak penting dan tidak mendesak, lama-lama baca koran (hal. 52-54). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Yang sangat berguna dalam kebiasaan ketiga ini adalah &lt;b style=""&gt;Teori Pareto&lt;/b&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Yaitu yang mengajarkan bahwa kita termasuk produktif hingga 80%&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jika kita merealisasikan 20% dari tujuan-tujuan yang kita tetapkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Artinya, ia menfokuskan pada tujuan-tujuan besar, tujuan-tujuan prioritas. Dan di lapangan kenyataannya memang demikian (hal.59). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kebiasaan keempat, &lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Perencanaan yang Efektif&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; (hal. 63). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pernah diadakan survey untuk mengetahui profesional yang paling sukses. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Ternyata dari 100&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;profesional sukses yang diteliti di Amerika, yang paling sukses di antara mereka adalah yang memulai harinya di kantor dengan menulis daftar kerja (baca: perencanaan) yang harus ia realisasikan hari itu. Lalu ia berusaha untuk menyelesaikannya. Satu dari mereka berusaha maksimal untuk tidak meninggalkan kantor sebelum menuntaskan daftar kerjanya hari itu (hal. 69). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Segala sesuatu diciptakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dua kali. Demikian kata Stephen C. Yang pertama adalah ciptaan mental, dan yang kedua adalah ciptaan fisik. Persis seperti rumah yang sebelum dibangun kita membuat design dan arsitektur-nya, baru kemudian kita merealisasikan rumah itu dalam kenyataan fisik sesuai gambarnya. Atau dalam bahasa kedokteran, diagnosis dulu sebelum membuat resep. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Artinya, &lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa merencanakan sukses atau gagal, tergantung bagaimana kita menciptakan suatu pekerjaan itu dalam rencana kita&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Dan kita harus memiliki rencana baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Dalam bahasa Tujuh Kebiasaan Stephen C. "Merujuk pada tujuan akhir". Stephen mengajak agar kita menvisualisasikan kita sudah mati. Lalu apa yang dikatakan oleh orang-orang tentang kita? Apa prestasi, kontribusi yang anda ingin agar mereka ingat? Apa kata-kata perpisahan yang anda ingin diucapkan anak, isteri, paman dan kolega anda? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Berangkatlah dari sini saat membuat perencanaan. Sejauh mana kita melihat tujuan akhir seringkali menentukan apakah kita mampu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau tidak menciptakan sebuah perusahaan/bisnis yang berhasil. Kebanyakan kegagalan bisnis diawali dengan dari ciptaan pertamanya, dengan masalah-masalah seperti kurangnya modal, kesalahpahaman tentang pasar, atau tidak adanya rencana bisnis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Kebiasaan kelima, &lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Fokus&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; (hal. 79). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Artinya, serius terhadap suatu pekerjaan yang sudah ditetapkan, tidak berpaling ke hal-hal yang lain. Untuk itu diperlukan kemauan besar sehingga mampu menundukkan keing&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;n hawa nafsu, dan bisa menuntaskan pekerjaan yang sedang diprioritaskan. Sebagian orang barat menyarankan, untuk bisa fokus kita harus latihan dengan cara meditasi, sehingga pikiran kita hanya tertuju pada satu hal yang kita inginkan, yang kita fikirkan, tidak ke yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Kalau kita umat Islam, tidak perlu meditasi. Shalat lima kali itu saja tegakkan yang sekhusyu'-khusyu'nya sehingga kita terlatih fokus. Fokus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga akan menghilangkan sikap menunda-nunda pekerjaan yang sering menjadi penghambat utama keberhasilan sebuah pekerjaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Penyakit terbesar sebuah pekerjaan adalah terbengkalai di tengah jalan (medak, Jawa), karena dianggap tidak menarik, malas atau ada yang lebih memikat. Dalam Islam ada istilah &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;"pekerjaan itu dinilai pada pamungkasnya"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Batal wudhunya kalau tanpa mencuci kaki. Batal shalatnya kalau lari sebelum salam. Tidak dikategorikan lulus sarjana, kalau dia belum merampungkan dan lulus ujian skripsinya, tidak jadi sebuah buku kalau bab terakhirnya tak digarap, tidak bisa dimakan kalau nasi masih setengah masak dsb. Salah satu penawar terbesar penyakit "medak" adalah fokus pada pekerjaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kebiasaan keenam, &lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Keahlian Berkomunikasi&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; (hal. 93). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Komunikasi adalah ketrampilan yang sangat penting dalam hidup, karena komunikasi adalah jantung hubungan sosial dengan masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Prof. Thomas Harrel&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt; (1986) pernah melakukan penelitian selama 20 tahun tentang hubungan kesuksesan kerja dengan proses komunikasi dalam kehidupan manusia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Penelitian ini menemukan bahwa faktor terpenting ukuran keberhasilan adalah sikap terbuka dan senang bermasyarakat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Disebutkan hanya 15% saja keberhasilan seseorang yang bergantung pada keahlian teknis, sedang 85% bergantung pada keahlian berkomunikasi (hal. 95). Keahlian berkomunikasi menjadikan kita bisa mempengaruhi orang lain secara positif, menjadikan mereka puas dengan pendapat kita dan menjadikan mereka mau membantu dan bekerjasama dengan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Menurut Stephen, justru kunci komunikasi adalah pada kemampuan kita untuk mendengar secara empatik, bukan banyak dan mendom&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;si pembicaraan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Mendengar untuk maksud mengerti secara mendalam, mengerti lawan bicara kita, secara emosional maupun intelektual. Para ahli komunikasi mengatakan, hanya 10% komunikasi kita diwakili oleh kata-kata, 30% selebihnya oleh suara kita, dan 60% oleh bahasa tubuh kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Mendengar empatik, teknisnya kita mendengar dengan telinga, mata dan hati kita. Memperhatikan perasaan, makna, perilaku, memahami, berintuisi dan merasa. Dengan demikian akan memberikan kita data yang akurat untuk dikerjakan. Komunikasi kita banyak dipengaruhi oleh tiga faktor: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;1) Muatan komunikasi. Yaitu misi yang ingin kita sampaikan kepada orang lain (pemikiran, perasaan, permohonan, pemahaman dsb). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;2) Kondisi saat komunikasi berlangsung (kejiwaan lawan bicara, waktu, tempat, situasi). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;3) Metode penyampaian komunikasi (hal. 97). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Biasanya, yang sangat berpengaruh adalah faktor kedua, terutama kondisi kejiwaan. Berkomunikasilah dengan menempatkan diri kita pada posisi orang yang kita ajak bicara. Benar-benar memahami posisi orang tersebut, kekhawatiran-kekhawatirannya, harapan-harapannya, dan dari sanalah kita bisa masuk dan mempengaruhinya secara tulus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Bayangkanlah kita saat ini sedang berkomunikasi dengan teman kita dalam persoalan yang pelik. Bisakah kita menerapkan prinsip-prinsip komunikasi yang benar? Juga bila kita berkomunikasi dengan anak kita yang "nakal". Semakin pandai kita menempatkan diri dalam komunikasi dan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan komunikasi, berarti kita telah menyelesaikan lebih dari separuh persoalan hidup kita. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Karena hidup kita lebih banyak adalah kesalingtergantungan dengan orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kebiasaan ketujuh, &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mengalahkan Diri &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sendiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (hal.103). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Artinya, menundukkan diri, mengarahkan dan membiasakannya menghadapi tanggung jawab dan mengontrolnya serta bersabar atas berbagai beban hidup. Beberapa faktor yang membuat kita gagal mengalahkan diri sendiri adalah; siasat selalu membela diri sendiri dan menyalahkan orang lain, lemah, malas, tidak rapi, menunda-nunda, merasa gagal dsb. Barangkali inilah yang dalam bahasa Stephen diistilahkan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;"proaktif"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Artinya, sebagai manusia, kita bertanggung jawab atas hidup kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Perilaku kita adalah fungsi dari keputusan kita, bukan kondisi kita. Kita dapat menomorduakan perasaan sesudah nilai. Kita punya inisiatif dan tanggung jawab untuk membuat segala sesuatunya terjadi. Kita tidak menyalahkan keadaan, kondisi atau orang lain. Karena itu masalahnya bukan apa yang terjadi pada kita, melainkan respon kita terhadap apa yang terjadi pada diri kitalah yang menyakiti kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sehingga Eleanor Roosevelt berkata, "Tak seorang pun dapat menyakiti anda tanpa persetujuan anda." Kita perlu menghadapi hidup ini dengan cinta. Kita harus membuat cinta sebagai kata kerja, bukan kata benda, bukan perasaan. Cinta adalah sesuatu yang kita lakukan; pengorbanan kita, pemberian kita, seperti seorang ibu yang melahirkan anaknya ke dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan itulah yang akan mengalahkan egoisme kita, bahkan hawa nafsu kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kebiasaan kedelapan, &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Manajemen Waktu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (hal. 115). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Artinya, proses pemanfaatan waktu yang tersedia dalam hidup kita, juga potensi pribadi kita untuk mewujudkan tujuan-tujuan penting yang kita upayakan, dengan tetap menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dengan kehidupan pribadi, juga keseimbangan jasmani, ruhani dan akal. &lt;/span&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; dua jenis waktu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: green;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;, waktu yang sulit diatur yaitu waktu yang kita gunakan khusus untuk itu, tidak bisa yang lain. Seperti waktu tidur, makan, istirahat dsb. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: green;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;, waktu yang bisa diatur, seperti saat kerja, waktu dalam sebagian kehidupan pribadi kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pada jenis yang kedua inilah terutama pertanyaan ditujukan, apakah kita telah manfaatkan waktu tersebut dengan baik? Untuk itu kita harus tahu kapan waktu prima kita sepanjang siang dan malam. Kerjakanlah pada saat itu pekerjaan-pekerjaan besar dan berat. Berikutnya, kita harus bisa menghitung berapa waktu kita yang terbuang percuma. Sehingga bisa kita gunakan untuk hal produktif. Dengan kemampuan kita, kita juga bisa memperpendek waktu jenis pertama untuk ditambahkan pada waktu jenis kedua. Lalu misalnya, ada dua jam waktu yang bisa dimanfaatkan, fikirkanlah untuk apa waktu itu kita gunakan? (hal. 116-117). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kebiasaan kesembilan, &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Berfikir Positif&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (hal. 131). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Di antara definsinya adalah cara pandang yang baik terhadap setiap masalah, orang dan peristiwa. Berfikir positif menjadikan seseorang selalu konstruktif dan produktif. Ia akan &lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;melihat dunia dengan terang benderang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, karena ia menggunakan kaca mata yang positif, bukan negatif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Seorang yang berfikir positif senantiasa tawakal kepada Allah, selalu optimis dengan kebaikan, menyikapi hidup dengan suka cita, melihat sisi kelebihan orang lain bukan kekurangannya, selalu menggunakan ungkapan-ungkapan lembut, berfikir menang-menang dan memiliki akhlak terpuji. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kebiasaan kesepuluh, &lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Mewujudkan Keseimbangan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; (hal. 141). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Seimbang artinya pandangan pertengahan antara berbagai hal. Pertengahan antara ujung yang saling bertentangan. Menjauhi sisi yang berlebihan, semangat membabi buta, kaku dan keras. Juga menjauhi sisi lain yang meremehkan, plin plan, tidak berpendirian dan mengabaikan setiap persoalan. Keseimbangan antara jasmani, ruhani dan akal. Kita seimbangkan antara ibadah, kerja dan kehidupan pribadi sesuai dengan porsinya masing-masing, dari sisi urgensi, usaha dan waktunya. Kita seimbangkan antara maslahat pribadi dengan maslahat umum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Stephen Covey menawarkan bentuk keseimbangan yang lebih d&lt;/span&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/st1:PersonName&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;mis. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Kita harus seimbang dalam empat dimensi; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Fisik&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt; dengan olah raga, nutrisi dan manajemen stres. Dengan memenuhi kebutuhan fisik, kita akan merasakan aktivitas normal kita jauh lebih nyaman dan menyenangkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Kedua, dimensi &lt;i style=""&gt;spiritual&lt;/i&gt;. Yaitu sebuah dimensi untuk mempertahankan ketenangan dan kedamaian jiwa, misalnya dengan ibadah, berdoa, i'tikaf, (meditasi bagi nonmuslim), komitmen pada nilai dan ajaran agama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Ketiga, dimensi &lt;i style=""&gt;mental&lt;/i&gt;, sebagian besar perkembangan mental dan disiplin studi kita berasal dari pendidikan formal. Karena itu, begitu lulus sekolah, kita membiarkan mental kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berhenti pertumbuhannya. Kita tidak membaca secara serius, tidak berfikir analitis, tidak menulis, sebaliknya dihabiskan waktu untuk nonton TV. Membaca adalah cara terbaik untuk menjaga keseimbangan mental, sehingga meluaskan pikiran kita dengan ide-ide brilian yang ada pada literatur yang kita baca. Tiga dimensi pertama ini –fisik, spiritual, mental- adalah praktik yang disebut Stephen sebagai kemenangan pribadi sehari-hari. Dan kita diminta untuk menggunakan satu jam sehari untuk melakukannya, demi menjaga keseimbangan ketiganya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Keempat, dimensi &lt;i style=""&gt;sosial/emosional&lt;/i&gt;. Yaitu dalam bentuk pelayanan, empati, sinergi dan rasa aman intrinsik. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;DR. Hans Selye&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dalam penelitiannya tentang stres mengatakan, pada dasarnya kehidupan yang panjang, sehat dan bahagia adalah hasil dari memberikan kontribusi, memiliki proyek berarti yang menyenangkan secara pribadi dan menyokong serta memberkahi kehidupan orang lain. Dalam ungkapan &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;G. Bernard Shaw&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, "Saya ingin terpakai secara tuntas ketika saya mati." &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;N. Eldon Tanner&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; mengatakan, "Pelayanan adalah sewa yang kita bayar untuk hak istimewa hidup di atas bumi ini." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Agama kita yang sempurna mengajarkan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial; color: green;"&gt;"Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya kepada sesama."&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Pesan utama buku ini adalah; Di dunia ini seorang muslim harus prestatif di segala bidang. Di pekerjaan, di keluarga, di masyarakat, di bidang ekonomi, pendidikan, sosial, ilmu pengetahuan, budaya dsb. Dan kita harus memulainya dengan mengubah kebiasaan kita menjadi kebiasaan-kebiasaan yang positif-produktif dengan mengacu pada 10 langkah yang ia tawarkan. Pesan substantif buku ini –dan hal ini yang membedakannya dengan buku-buku pengembangan diri lainnya- adalah &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;ke mana kesuksesan itu diorientasikan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;Buku-buku pengembangan diri lainnya, jarang sekali menyinggung masalah ini. Buku-buku tersebut mengajarkan kita bagaimana bisa sukses. Dan kesuksesan itu adalah untuk kesuksesan itu sendiri. Untuk dinikmati, untuk status sosial, untuk dijadikan contoh bagi orang lain, serta untuk berbagai bentuk kepuasan duniawi lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="PT-BR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Berbeda dengan Dr. Ibrahim bin Hamd Al-Quayyid, penulis buku ini. Beliau justeru sangat menekankan orientasi kesuksesan ini. Kesuksesan bukanlah sekedar untuk masa depan 20-30 tahun yang akan datang, atau untuk dinikmati sebelum datangnya kematian. Tidak, itu memang masa depan, tetapi masa depan jangka pendek (baca: bersifat duniawi) yang pasti berakhir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Masa depan yang diorientasikan DR. Ibrahim adalah &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;masa depan yang tiada akhir, yaitu masa depan Akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Buku 10 Kebiasaan Muslim Yang Sukses ini mengajak kita sukses dunia Akhirat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sukses yang sudah bisa kita nikmati sejak sekarang. Oh iya, Anda mau bergabung? Praktikkan resep-resep buku ini sekarang!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;---------------------------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;* Makalah ini disampaikan dalam acara Bedah Buku 10 Kebiasaan Muslim Yang Sukses, LPU Al-Kahfi Yogyakarta, Ahad, 25 Sya'ban 1425H/ 10 Oktober 2004 M.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113799664438482713?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113799664438482713/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113799664438482713' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113799664438482713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113799664438482713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/merencanakan-dan-menikmati-sukses.html' title='MERENCANAKAN DAN MENIKMATI SUKSES SEKARANG'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113747282152965792</id><published>2006-01-17T11:40:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T11:56:21.366+07:00</updated><title type='text'>Jama'at ut-Tableegh &amp; The Prayer Within Mosques That Contain Graves :: Question to Imaam Ibn Baaz</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:navy;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;color:navy;"  &gt;Jama'at ut-Tableegh &amp; The Prayer Within Mosques That   Contain Graves :: Question to Imaam Ibn Baaz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; Question&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I travelled to India and Pakistan with the Jama'atul-Tableegh, and we used to gather and pray in mosques that had graves within them. And I heard that the prayer within a masjid that contains a grave is invalidated; so what is your opinion regarding my prayers and do I have to repeat them? And what is the ruling upon going out with them (Jama'atul-Tableegh) to these places?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; Answer:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the Name of Allaah, and all praise is due to Allaah, to proceed; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;Jama'at ut-Tableegh do not have with them sure-sighted knowledge in issues of 'Aqeedah, so it is not permissible to go out with them, except for the one who has with him knowledge and insight of the correct sound 'Aqeedah, that which the Ahlus sunnah wal-Jama'ah are upon, so that he guides them and advises them and cooperates with them upon good, because they are very active in their work, however they are in need of more knowledge, and (in need of) those who will give them clear-sightedness from the scholars of Tawheed and Sunnah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; May Allaah grant   all people understanding in the religion and firmness upon it.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; As for the Prayer in Masjids that contain a grave within them, then it is not correct, and it is obligatory to repeat that which you prayed within them; due to the saying of the Prophet &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sallAllaahu 'alayhi   wa sallam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;"May   the curse of Allaah be upon the Jews and the Christians, they took the graves   of their Prophets as places of worship." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; Its authenticity is agreed upon.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;And his &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;sallAllaahu 'alayhi wa sallam &lt;/span&gt; &lt;/i&gt;   saying:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; "Truly those that came before you use to take the graves of their Prophets and righteous ones as places of worship, so do not take the graves as places of worship because, indeed I forbid you from that."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;[1]&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;And the narrations   in this subject are many. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;And success is with Allaah, and may the peace and blessings of Allaah be upon our Prophet Muhammad, and upon his family and Companions.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;_________________________&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;[1] Reported by   Muslim in his &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saheeh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt;Shaykh `Abdul-`Azeez Bin Baz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="line-height: 13.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; Fatawa,   Volume.8, Page,331&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;color:black;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial;" &gt; Translated   by Abu Maryam Taariq bin 'Ali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113747282152965792?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113747282152965792/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113747282152965792' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113747282152965792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113747282152965792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/jamaat-ut-tableegh-prayer-within_16.html' title='Jama&apos;at ut-Tableegh &amp; The Prayer Within Mosques That Contain Graves :: Question to Imaam Ibn Baaz'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113746830842496690</id><published>2006-01-17T10:25:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T10:36:20.586+07:00</updated><title type='text'>[Bagian 10] Arti Sebuah Keteguhan Iman</title><content type='html'>---------- Forwarded message ----------&lt;br /&gt;&lt;span class="gmail_quote"&gt;From: &lt;b class="gmail_sendername"&gt;Abu Tilmidz&lt;/b&gt; &amp;lt;&lt;a href="mailto:tilmidzi@yahoo.com"&gt;tilmidzi@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;Date: Jan 16, 2006 7:18 PM&lt;br /&gt;Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 10] Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;br /&gt;To: &lt;a href="mailto:manhaj-salaf@yahoogroups.com"&gt;manhaj-salaf@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;  &lt;div&gt;    &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td&gt;  &lt;div&gt;  &lt;center&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;[Bagian 10]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Kesembilan : Berdakwah di jalan Allah ta'ala.&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Jiwa jika tidak diajak bergerak, menjadi pasif dan kemudian akan rusak. Termasuk medan yang paling &lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;baik bagi jiwa ini untuk bergerak adalah: Berdakwah di jalan Allah yang&lt;font&gt;  merupakan tugas para rasul, pembebas jiwa ini dari siksaan. Dengan berdakwah, potensi akan tersalurkan dan sebuah misi akan terlaksana :  &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;" Maka dari itu serulah&lt;font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;(mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu" (Asy Syuro : 15) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Dan tidak benar kalau ada yang mengatakan &lt;i&gt;"si fulan tidak mengalami kemajuan, juga kemunduran",&lt;/i&gt; karena yang namanya jiwa jika tidak disibukkan dengan ketaatan dia akan disibukkan dengan kemaksiatan, dan iman itu sendiri dapat bertambah dan &lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;berkurang. &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Berdakwah &lt;font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;dengan&lt;font&gt;   Manhaj&lt;font&gt;  (sistem) yang&lt;font&gt;  &lt;font&gt; shahih dengan&lt;font&gt;  meluangkan waktu, memeras pikiran dan tenaga, lidah&lt;font&gt;  yang selalu berucap, sehingga dakwah bagi seorang muslim merupakan pusat kesibukannya, akan menjadi penutup jalan bagi syetan yang akan menyasatkannya dan menyebarkan fitnah kepadanya.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Mengajarkan Islam berdasarkan Al Quran dan As Sunnah menurut pemahaman salafus shalih dapat meneguhkan iman di samping pembuka jalan dan tentu saja ia akan terus belajar ttg materi yang akan disampaikannya. bukankah ini sebagai peneguh iman karena ia selalu dekat dengan ilmu [ket: Abu Tilmidz] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Lebih dari itu, seorang da'i akan memiliki perasaan tertantang untuk menghadapi rintangan, saat menghadapi para penentangnya dan pendukung kebathilan di jalan dakwahnya, maka imannya akan semakin naik dan menguat.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Dan dakwah selain di dalamnya terdapat pahala yang besar merupakan salah satu sarana yang dapat mendatangkan keteguhan dan melindunginya dari kemunduran; karena yang menyerang itu tidak perlu bertahan. Allah bersama para da'i meneguhkan &lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;mereka dan melindungi setiap langkah mereka. Seorang da'i bagaikan seorang dokter yang memerangi penyakit dengan keahlian dan&lt;font&gt;  ilmunya, dan karena dia yang memerangi penyakit orang lain maka dengan sendirinya dia adalah orang yang lebih terhindar dari penyakit tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;to be continued....insya Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:fuchsia;"   &gt;Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Muhammad Shalih Al Munajjid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);font-family:Verdana;" &gt; MENEBAR ILMU &amp;amp; TEGAKKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113746830842496690?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113746830842496690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113746830842496690' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746830842496690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746830842496690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-10-arti-sebuah-keteguhan-iman.html' title='[Bagian 10] Arti Sebuah Keteguhan Iman'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113746794694952505</id><published>2006-01-17T10:19:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T10:33:10.416+07:00</updated><title type='text'>[Bagian 9] Arti Sebuah Keteguhan Iman</title><content type='html'>---------- Forwarded message ----------&lt;br /&gt;&lt;span class="gmail_quote"&gt;From: &lt;b class="gmail_sendername"&gt;Abu Tilmidz&lt;/b&gt; &amp;lt;&lt;a href="mailto:tilmidzi@yahoo.com"&gt;tilmidzi@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;Date: Jan 13, 2006 7:19 PM&lt;br /&gt;Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 9] Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;br /&gt;To: &lt;a href="mailto:manhaj-salaf@yahoogroups.com"&gt;manhaj-salaf@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;  &lt;div&gt;    &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;   &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td&gt;  &lt;div&gt;  &lt;center&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;[Bagian 9]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Kedelapan: Tsiqoh (yakin) terhadap jalan yang ditempuh. &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;             &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Jika keyakinan terhadap jalan yang ditempuh oleh seorang mu'min semakin bertambah, maka tidak diragukan lagi akan semakin  memperbesar keteguhannya ……untuk menumbuhkan hal tersebut dapat dilakukan beberapa hal:  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          &lt;b&gt;-&lt;/b&gt; Menumbuhkan perasaan bahwa jalan lurus yang ditempuhnya bukanlah perkara baru yang baru ada pada masanya, tetapi dia merupakan jalan agung yang sebelumnya telah ditempuh oleh para Nabi, orang-orang yang benar, para Ulama, Syuhada dan orang-orang Shalih, maka akan sirnalah rasa keterasingan kita. Kesepian akan berganti menjadi kedamaian, berbagai kepedihan akan menjadi kesenangan karena adanya  perasaan bahwa mereka semua saudara-saudara seperjalanan dan seperjuangan.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          - Adanya perasaan  bahwa dirinya terpilih;  Allah Ta'ala  Berfirman: &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:AGA Arabesque;font-size:10;color:green;"   &gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya" (An Naml: 59) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; "Kemudian Kitab itu Kami wariskan  kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami" (Fathhir : 32) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:AGA Arabesque;font-size:10;color:green;"   &gt;]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;   &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;"Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkannNya kepadamu sebagian dari ta'bir mimpi-mimpi" (Yusuf : 6)  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          Sebagaimana Allah ta'ala memilih para nabi maka orang-orang shalih pun mendapatkan bagian dari keterpilihan tersebut karena mereka mewarisi ilmu para nabi.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          - Bagaimana perasaan anda seandainya Allah menciptakan anda menjadi benda mati, atau hewan atau seorang kafir atheis atau penyeru kepada bid'ah dan kefasikan atau menjadi seorang muslim tetapi tidak  menyeru kepada agamanya, atau menjadi penyeru ke jalan yang sesat ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          - Bukankah dengan adanya perasaan bahwa Allah telah memilihnya dan menjadikannya seorang da'i dari kalangan Ahli Sunnah Waljamaah akan menjadi faktor dapat meneguhkannya di atas jalan yang ditempuhnya ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;   &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000bf;"&gt;to be continued....insya Allah &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;    &lt;div style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:fuchsia;"   &gt;Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA ALLAH &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Muhammad Shalih Al Munajjid &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#4040ff;"&gt;MENEBAR ILMU &amp; TEGAKKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;        &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113746794694952505?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113746794694952505/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113746794694952505' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746794694952505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746794694952505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-9-arti-sebuah-keteguhan-iman.html' title='[Bagian 9] Arti Sebuah Keteguhan Iman'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113746761262106787</id><published>2006-01-17T10:13:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T10:29:15.590+07:00</updated><title type='text'>[Bagian 8] Arti Sebuah Keteguhan Iman</title><content type='html'>---------- Forwarded message ----------&lt;br /&gt;&lt;span class="gmail_quote"&gt;From: &lt;b class="gmail_sendername"&gt;Abu Tilmidz&lt;/b&gt; &amp;lt;&lt;a href="mailto:tilmidzi@yahoo.com"&gt;tilmidzi@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;Date: Jan 10, 2006 2:30 PM&lt;br /&gt;Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 8] Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;br /&gt;To: &lt;a href="mailto:manhaj-salaf@yahoogroups.com"&gt;manhaj-salaf@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;  &lt;div&gt;    &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td&gt;  &lt;div&gt;  &lt;center&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;[Bagian 8]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Ketujuh: Tarbiyah (pendidikan)&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Ada empat bentuk tarbiyah yang sangat mendasar yang dapat mendatangkan keteguhan, yaitu  &lt;i&gt;Tarbiyah Imaniyah&lt;/i&gt; (keimanan), &lt;i&gt;Ilmiah &lt;/i&gt;(keilmuan), &lt;i&gt;Wa'iyah&lt;/i&gt; (penyadaran) dan &lt;i&gt;Mutadarrijah&lt;/i&gt; (bertahap). &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Yang dimaksud dengan &lt;i&gt;Tarbiyah Imaniyah&lt;/i&gt; adalah: tarbiyah yang dapat menghidupkan hati dengan perasaan K&lt;i&gt;houf&lt;/i&gt; (takut), R&lt;i&gt;oja&lt;/i&gt;' (berharap) dan M &lt;i&gt;ahabbah&lt;/i&gt; (cinta) yang dapat menyingkirkan kegersangan hati akibat jauh dari nash-nash Al Quran dan As-Sunnah dan hanya memperhatikan ucapan-ucapan orang-orang tertentu. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Yang dimaksud dengan &lt;i&gt;Tarbiyah Ilmiah&lt;/i&gt; adalah: Tarbiyah yang berdiri diatas dalil yang shahih yang terhindar dari taklid buta yang tercela.  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Yang dimaksud dengan &lt;i&gt;Tarbiyah Wa'iyah &lt;/i&gt; adalah: tarbiyah yang tidak menempuh jalan orang-orang yang menyimpang, tetapi mempelajari strategi musuh-musuh Islam serta memahami realitas yang ada, memahami setiap kejadian dan memberikan penilaian terhadapnya, menghindari ketertutupan dan tenggelam dalam lingkungan yang sempit dan terbatas.  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Yang dimaksud dengan &lt;i&gt;Tarbiyah &lt;/i&gt; &lt;i&gt;Mutadarrijah&lt;/i&gt; adalah: tarbiyah yang mengantarkan seorang muslim sedikit demi sedikit menaiki tangga kesempurnaannya dengan metode yang seimbang, menghindari&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;ketergesa-gesaan yang merusak. &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Agar kita dapat mengetahui pentingnya masalah ini sebagai faktor peneguh, maka kita dapat melihat kembali siroh Rasulullah  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Shallallahu'alaihi wasallam &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;dan kemudian &lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;bertanya kepada diri kita masing-masing.  &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Apa yang menjadi sumber keteguhan para sahabat  saat menghadapi masa-masa penindasan ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; Bagaimana Bilal, Khabbab, Mush'ab dan keluarga Yasir serta yang lainnya dari golongan lemah dan&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;bahkan&lt;font&gt;   para&lt;font&gt;   pembesar&lt;font&gt;   sahabat&lt;font&gt;   tetap&lt;font&gt;   teguh &lt;font&gt;   saat mengalami pemboikotan&lt;font&gt;  dan&lt;font&gt;  lain-lain ? &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; Apakah mungkin mereka dapat tabah tanpa tarbiyah intensif dalam cahaya kenabian yang menerangi kepribadian&lt;font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;mereka ? &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Kita ambil contoh seorang sahabat seperti Khabbab bin Art Radhiallahu'anhu, saat tuan perempuannya memanggang tusuk besi hingga memerah kemudian beliau (Khabbab) dengan punggung telanjang dilemparkan ke atasnya dan besi tersebut baru padam setelah menembus punggungnya dan gajihnya meleleh di atasnya. Apa yang membuatnya sabar atas &lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;itu semua ? &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; Demikian juga halnya dengan Bilal yang ditindih batu di tengah panasnya padang pasir dan Sumayyah yang dirantai dan dibelenggu… &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Ada sebuah pertanyaan yang muncul pada fase Madinah, siapa yang tetap teguh bersama Rasulullah &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; Shallallahu'alaihi wasallam &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;pada perang Hunain saat banyak kaum muslimin yang mundur kebelakang ? Apakah mereka (yang tetap teguh itu) adalah orang-orang yang baru masuk Islam &lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;atau mereka&lt;font&gt;  yang masuk Islam saat terjadi Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah) yang tidak mendapatkan tarbiyah dalam waktu yang cukup dari Rasulullah &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; Shallallahu'alaihi wasallam &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;dan banyak diantara mereka yang berperang semata-mata karena mengharapkan ghanimah (harta rampasan) ? Ternyata tidak….justru yang tetap teguh adalah mereka yang telah mendapatkan gemblengan yang cukup dalam tarbiyah Rasulullah  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Shallallahu'alaihi wasallam &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Seandainya tidak ada tarbiyah apakah mereka akan tetap teguh ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;to be continued....insya Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:fuchsia;"   &gt;Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA  ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Muhammad Shalih Al Munajjid &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);font-family:Verdana;" &gt;MENEBAR ILMU &amp;amp; TEGAKKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113746761262106787?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113746761262106787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113746761262106787' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746761262106787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746761262106787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-8-arti-sebuah-keteguhan-iman.html' title='[Bagian 8] Arti Sebuah Keteguhan Iman'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113746623187326964</id><published>2006-01-17T09:50:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T10:23:16.763+07:00</updated><title type='text'>[Bagian 7] Arti Sebuah Keteguhan Iman</title><content type='html'>---------- Forwarded message ----------&lt;br /&gt;&lt;span class="gmail_quote"&gt;From: &lt;b class="gmail_sendername"&gt;Abu Tilmidz&lt;/b&gt; &amp;lt;&lt;a href="mailto:tilmidzi@yahoo.com"&gt;tilmidzi@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;Date: Jan 5, 2006 7:25 AM&lt;br /&gt;Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 7] Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;br /&gt;To: &lt;a href="mailto:manhaj-salaf@yahoogroups.com"&gt;manhaj-salaf@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;   &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;  &lt;div&gt;    &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td&gt;  &lt;div&gt;  &lt;center&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;[Bagian 7]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Keenam: Berupaya agar setiap muslim menempuh jalan yang benar (shahih) &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Satu-satunya jalan yang benar yang wajib bagi setiap muslim untuk menempuhnya adalah salafy; jalan kelompok yang mendapatkan pertolongan dan keselamatan, pemilik aqidah yang murni dan dasar yang benar, pengikut sunnah dan dalil, yang berbeda dari musuh-musuh Allah dan menjauhkan diri dari pendukung kebathilan.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          Jika anda ingin mengetahui nilai masalah ini dalam mendatangkan keteguhan, perhatikanlah dan tanyalah diri anda sendiri: Mengapa banyak orang  -dahulu maupun sekarang- yang mengalami kesesatan  dan kebingungan dan kaki-kaki mereka tidak teguh di jalan yang lurus? atau menemukan jalan yang lurus setelah dia menghabiskan sebagian besar umurnya dan menyia-nyiakan waktunya yang berharga dalam kehidupannya ?.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          Akan anda dapati ada di antara mereka yang berpindah-pindah dari satu kesesatan dan bid'ah kepada kesesatan dan bid'ah yang lainnya, dari filsafat kepada ilmu kalam, dari pemikiran Mu'tazilah yang melakukan  &lt;i&gt;tahrif&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;ta'wil&lt;/i&gt; (merubah dan menta'wil sifat-sifat Allah) kepada pemikiran Murji'ah yang menyerahkan segala-galanya kepada Allah, dari satu tarekat tasawwuf kepada yang lainnya…. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          Demikianlah para pelaku bid'ah mengalami kebingungan dan kegalauan; dan  perhatikanlah bagaimana ahli kalam terhalang untuk mendapatkan keteguhan saat-saat menghadapi kematiannya, sehingga ada salah seorang ulama salaf yang mengatakan: &lt;i&gt;"Orang yang paling banyak mengalami keraguan di saat kematiannya adalah ahli kalam". &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;           Tetapi pikirkan dan amatilah apakah ada salah seorang diantara salafy yang keluar darinya dengan kebencian setelah dia mengenalnya, memahaminya dan menjalaninya ? Boleh jadi ada orang yang meninggalkannya karena hawa nafsu  dan syubhat yang menghinggapi akalnya yang lemah, tetapi tidak ada yang meninggalkannya setelah dia melihat ada yang lebih benar darinya dan adanya kebatilan yang terdapat di dalam salafy. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          Hal tersebut dapat dibuktikan dari tanya jawab yang terjadi antara Heraclius dan Abu Sufyan, saat Heraclius bertanya: "Apakah ada diantara mereka -setelah masuk kedalam agamanya- lalu  murtad darinya (Islam) karena kebenciannya terhadap agama tersebut?", dijawab oleh  Abu Sufyan: "Tidak ada", kemudian Heraclius berkata: "Demikianlah halnya iman jika sudah menerangi hati seseorang" [&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#008000;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Riwayat Bukhori, Fathul Bari 1/32] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          Kita sering mendengar tokoh-tokoh besar yang telah berpindah-pindah dari satu bid'ah kepada bid'ah yang lainnya, tetapi kemudian Allah berikan kepada mereka hidayah sehingga mereka tinggalkan kebatilannya dan pindah ke mazhab Ahli Sunnah wal Jamaah dengan membawa kebencian atas mazhabnya yang pertama, tetapi apakah kita mendengar berita sebaliknya ?!  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;          Maka jika anda menginginkan keteguhan, ikutilah salafy, dakwah ahlus sunnah wal jamaah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="NL-BE" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000bf;"&gt;to be continued....insya Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;    &lt;div style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:fuchsia;"   &gt;Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt; &lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Muhammad Shalih Al Munajjid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#4040ff;"&gt; MENEBAR ILMU &amp; TEGAKKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt;  &lt;div align="left"&gt; &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="500"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;&lt;strong&gt;Umar bin Abdul Aziz berkata :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#407f00;"&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu (Salafus Shalih) itu berhenti di atas dasar ilmu dengan bashirah yang tajam (menembus) mereka, menahan (dirinya), dan mereka lebih mampu dalam membahas sesuatu jika mereka ingin membahasnya." (Bayan Fadlli Ilmis Salaf 38) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;tbody&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;     &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113746623187326964?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113746623187326964/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113746623187326964' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746623187326964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746623187326964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-7-arti-sebuah-keteguhan-iman.html' title='[Bagian 7] Arti Sebuah Keteguhan Iman'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113746240729851758</id><published>2006-01-17T08:46:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T10:19:54.990+07:00</updated><title type='text'>[Bagian 6] Arti Sebuah Keteguhan Iman</title><content type='html'>---------- Forwarded message ----------&lt;br /&gt;&lt;span class="gmail_quote"&gt;From: &lt;b class="gmail_sendername"&gt;Abu Tilmidz&lt;/b&gt; &amp;lt;&lt;a href="mailto:tilmidzi@yahoo.com"&gt;tilmidzi@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;Date: Jan 3, 2006 7:21 PM&lt;br /&gt;Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 6] Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;br /&gt;To: &lt;a href="mailto:manhaj-salaf@yahoogroups.com"&gt;manhaj-salaf@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;  &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;  &lt;div&gt;    &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;   &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td&gt;  &lt;div&gt;  &lt;center&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;[Bagian 6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Kelima: Zikrullah&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;Zikrullah termasuk faktor penting yang mendatangkan keteguhan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;Perhatikanlah adanya keterkaitan antara dua perkara tersebut (keteguhan dan zikrullah) dalam firman Allah ta'ala : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya" (Al Anfal : 45)  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;Allah ta'ala menjadikan zikrullah sebagai penyebab yang sangat penting dalam mendatangkan keteguhan saat berjihad. " &lt;i&gt;Perhatikanlah bagaimana tentara-tentara Persi dan Romawi ditinggalkan oleh sesuatu yang paling mereka butuhkan&lt;/i&gt;" padahal jumlah dan peralatan  orang-orang yang selalu  berzikir kepada Allah sedikit. [Kalimat yang bertulis miring dikutip dari ucapa Ibnul Qayim Rahimahullah dalam kitabnya Addaa' Waddawa'] &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;Perhatikanlah dengan apa Yusuf alaihis salam memelihara keteguhannya saat menghadapi fitnah wanita yang memiliki kedudukan &amp; kecantikan yang mengajaknya untuk berbuat zina? Bukankah dia berlindung di balik benteng  "Aku berlindung kepada Allah" sehingga  gelombang tentara-tentara syahawat tersebut hancur berantakan di depan pagar-pagar benteng zikrullah ? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="NL-BE" &gt;Demikianlah kekuatan zikir dalam memberikan keteguhan kepada orang-orang beriman. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="q"&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="NL-BE" &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   lang="NL-BE" &gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000bf;"&gt;to be continued....insya Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;    &lt;div style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:fuchsia;"   &gt; Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA  ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Muhammad Shalih Al Munajjid &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span class="q"&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#4040ff;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;MENEBAR ILMU &amp; TEGAKKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="q"&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt;  &lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span class="ad"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="q"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113746240729851758?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113746240729851758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113746240729851758' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746240729851758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746240729851758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-6-arti-sebuah-keteguhan-iman.html' title='[Bagian 6] Arti Sebuah Keteguhan Iman'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113746214470666332</id><published>2006-01-17T08:42:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T10:07:29.626+07:00</updated><title type='text'>[Bagian 5] Arti Sebuah Keteguhan Iman</title><content type='html'>---------- Forwarded message ----------&lt;br /&gt;&lt;span class="gmail_quote"&gt;From: &lt;b class="gmail_sendername"&gt;Abu Tilmidz&lt;/b&gt; &amp;lt;&lt;a href="mailto:tilmidzi@yahoo.com"&gt;tilmidzi@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;Date: Jan 3, 2006 7:12 PM&lt;br /&gt;Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 5] Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;br /&gt;To: &lt;a href="mailto:manhaj-salaf@yahoogroups.com"&gt;manhaj-salaf@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;  &lt;div&gt;&lt;b&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;  &lt;div&gt;    &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;   &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td&gt;  &lt;div&gt;  &lt;center&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;   &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;[Bagian 5]&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;Keempat: Berdoa&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; Termasuk karakteristik hamba Allah yang beriman adalah mereka mengarahkan doanya kepada Allah ta'ala agar memberikan keteguhan kepada mereka: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; "Ya Rabb kami, janganlah Engkau goyahkan hati kami setelah Engkau beri kami petunjuk"  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;"Ya Rabb kami, limpahkanlah  kepada kami&lt;/span&gt; &lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; &lt;i&gt;kesabaran dan mantapkanlah kaki-kaki kami" &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; Karena &lt;i&gt;"Semua hati anak Adam terletak diantara dua jari Ar-Rahman bagaikan satu hati, dia mengalihkannya sekehendakNya"&lt;/i&gt;, maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam senantiasa membaca doa: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-weight: 700;font-family:Verdana;" &gt;"Yaa Muqollibal qulub tsabbit qolbi 'ala  diinik"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;"Ya (Allah) yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agamamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;to be continued....insya Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;    &lt;div style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:fuchsia;"   &gt; Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA  ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Muhammad Shalih Al Munajjid &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);font-family:Verdana;" &gt;MENEBAR ILMU &amp;amp; TEGAKKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt;  &lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113746214470666332?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113746214470666332/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113746214470666332' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746214470666332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113746214470666332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-5-arti-sebuah-keteguhan-iman.html' title='[Bagian 5] Arti Sebuah Keteguhan Iman'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113626486024048776</id><published>2006-01-03T12:07:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T08:55:07.603+07:00</updated><title type='text'>[Bagian 4] Arti Sebuah Keteguhan Iman</title><content type='html'>---------- Forwarded message ----------&lt;br /&gt;&lt;span class="gmail_quote"&gt;From: &lt;b class="gmail_sendername"&gt;La Adri&lt;/b&gt; &amp;lt;&lt;a href="mailto:tilmidzi@yahoo.com"&gt;tilmidzi@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;Date: Jan 2, 2006 12:51 PM&lt;br /&gt;Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 4] Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;br /&gt;To: &lt;a href="mailto:manhaj-salaf@yahoogroups.com"&gt;manhaj-salaf@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;  &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;   &lt;div&gt;    &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td&gt;  &lt;div&gt;  &lt;center&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;[Bagian 4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Ketiga: Memperhatikan kisah-kisah para nabi dan mempelajarinya untuk dijadikan teladan dalam perbuatan . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Landasan hal tersebut adalah firman Allah ta'ala&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;: &lt;span  lang="AR-SA" style="color:green;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; &lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;"Dan semua kisah dari rasul-rasul kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman " (Huud : 120)  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;Ayat-ayat tersebut&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;diturunkan pada zaman Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bukan untuk main-main dan senda gurau, akan tetapi untuk sebuah tujuan agung yaitu memantapkan hati Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dan orang-orang beriman yang bersamanya.  &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Jika engkau perhatikan&lt;font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;-wahai saudaraku- Firman Allah Ta'ala: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;"Mereka berkata: "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak. Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim. Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka kami menjadikan mereka itu orang-orang yang merugi " (Al-Anbiya : 68-70)  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:12;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; Ibnu Abbas berkata: "Ucapan Ibrahim yang terakhir tatkala dilempar ke dalam api adalah : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;em&gt;" Cukuplah Allah bagiku sebaik-baik pelindung " &lt;/em&gt;[Fathul Bari 8/229]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;a title="" href="http://www.geocities.com/dewa_ihp/strong/Ketiga.htm#_ftn1" name="10889aead9458177__ftnref1" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt; &lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Tatkala anda memperhatikan kisah ini, bukankah akan anda rasakan adanya nilai-nilai keteguhan -ketika berhadapan &lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;dengan thaghut dan penyiksaan- yang meresap ke dalam jiwa anda.. ? &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; Seandainya anda merenungi kisah nabi Musa &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;alaihis salam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; yang terdapat dalam firman Allah ta'ala :  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span  lang="AR-SA" style="color:green;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;" Maka setelah kedua golongan&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul". Musa menjawab: "Sesungguhnya Tuhanku besertaku kelak dia akan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt; &lt;i&gt;memberikan petunjuk kepadaku" (Asy Syuara : 61-62) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Bukankah -saat memperhatikan kisah ini- anda akan merasakan nilai lain dari keteguhan saat menghadapi orang-orang zholim, dan keteguhan pada saat-saat yang sangat kritis  sementara disekelilingnya terdengar teriakan keputus asa'an. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; Begitu juga jika anda mengamati kisah para penyihir Firaun, anda akan menyaksikan sebuah contoh yang sangat menarik tentang sekelompok orang yang teguh dengan kebenaran yang telah jelas baginya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Anda akan menyaksikan pelajaran yang sangat berharga tentang sebuah keteguhan yang kokoh dalam jiwa saat menghadapi intimidasi orang zholim yang berkata:  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;"Berkata Fira'un: "Apakah kamu telah beriman kepadanya&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;(Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt; &lt;i&gt;pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara timbal balik dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon &lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;i&gt;&lt;font&gt;kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa diantara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksaannya"&lt;font&gt;  (Thaahaa : 71) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Perhatikanlah keteguhan sekelompok&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;kecil kaum beriman yang tidak gentar sedikitpun saat mereka berkata:  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;"Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mu'jizat) yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan &lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;pada kehidupan di dunia ini saja"&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;(Thaahaa : 72)  &lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; Demikian juga halnya dengan kisah orang-orang beriman pada surat Yasiin dan seorang mu'min pada keluarga Firaun serta Ashhabul Ukhdud (orang-orang yang dibakar di parit karena beriman kepada Allah) dan yang lainnya, dimana keteguhan merupakan pelajaran yang paling berharga di dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;to be continued....insya Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:fuchsia;"   &gt; Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Muhammad Shalih Al Munajjid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);font-family:Verdana;" &gt;MENEBAR ILMU &amp; TEGAKKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="500"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Umar bin Abdul Aziz berkata :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 127, 0);"&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu (Salafus Shalih) itu berhenti di atas dasar ilmu dengan bashirah yang tajam (menembus) mereka, menahan (dirinya), dan mereka lebih mampu dalam membahas sesuatu jika mereka ingin membahasnya." (Bayan Fadlli Ilmis Salaf 38) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;tbody&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113626486024048776?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113626486024048776/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113626486024048776' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113626486024048776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113626486024048776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-4-arti-sebuah-keteguhan-iman.html' title='[Bagian 4] Arti Sebuah Keteguhan Iman'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113626464367526040</id><published>2006-01-03T12:04:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T08:48:09.823+07:00</updated><title type='text'>[Bagian 3] Arti Sebuah Keteguhan Iman</title><content type='html'>---------- Forwarded message ----------&lt;br /&gt;&lt;span class="gmail_quote"&gt;From: &lt;b class="gmail_sendername"&gt;La Adri&lt;/b&gt; &amp;lt;&lt;a href="mailto:tilmidzi@yahoo.com"&gt;tilmidzi@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;Date: Dec 30, 2005 7:42 AM&lt;br /&gt;Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 3] Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;br /&gt;To: &lt;a href="mailto:manhaj-salaf@yahoogroups.com"&gt;manhaj-salaf@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;   &lt;div&gt;    &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td&gt;  &lt;div&gt;  &lt;center&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;[Bagian 3]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; Kedua: Berpegang Teguh Kepada Syariat Allah Dan Beramal Shalih&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; Allah ta'ala  berfirman : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki" (Ibrahim : 27)  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Qatadah berkata: "Adapun dalam kehidupan dunia mereka akan diberikan keteguhan dengan kebaikan dan  amal shalih, sedangkan yang dimaksud dengan akhirat adalah alam kubur" demikian juga halnya dengan beberapa riwayat dari beberapa ulama salaf. Allah ta'ala berfirman:&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:10;color:green;"  lang="AR-SA" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;"Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan  (iman mereka) " (An Nisa : 66)  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   lang="NL-BE" &gt;Yang dimaksud adalah memberikan kekuatan atas Al-Haq (kebenaran). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   lang="NL-BE" &gt; Hal ini jelas, jika tidak, maka apakah kita akan mengharapkan adanya keteguhan dari orang-orang yang malas  dan berpangku tangan dalam beramal shalih sementara fitnah telah menjalar kemana-mana?!. Akan tetapi orang-orang yang beriman dan beramal shalih Allah akan memberikan petunjuk kepada mereka ke jalan yang lurus. Oleh karena itu Rasulullah  selalu melaksanakan amal shalih. Sedang amalan yang paling disenanginya adalah yang kontinyu (terus menerus) walaupun sedikit. Begitu juga para sahabatnya, jika mereka melakukan suatu amalan mereka memantapkannya. Adalah Aisyah Radhiallahu'anha jika melakukan suatu  pekerjaan dia tidak meninggalkannya setelah itu.  &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; "Siapa yang secara kontinyu melaksanakan (shalat sunnah rawatib) dua belas rakaat, wajib baginya mendapatkan syurga "  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Terdapat dalam hadits qudsi: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; "Dan hambaku (yang) selalu bertaqarrub kepadaku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya "&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;to be continued....insya Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;    &lt;div style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt; &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:fuchsia;"   &gt;Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt; &lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Muhammad Shalih Al Munajjid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);font-family:Verdana;" &gt; MENEBAR ILMU &amp; TEGAKKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt;  &lt;div align="left"&gt; &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="500"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 255);"&gt;&lt;strong&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Umar bin Abdul Aziz berkata :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 127, 0);"&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu (Salafus Shalih) itu berhenti di atas dasar ilmu dengan bashirah yang tajam (menembus) mereka, menahan (dirinya), dan mereka lebih mampu dalam membahas sesuatu jika mereka ingin membahasnya." (Bayan Fadlli Ilmis Salaf 38) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;tbody&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113626464367526040?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113626464367526040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113626464367526040' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113626464367526040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113626464367526040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-3-arti-sebuah-keteguhan-iman.html' title='[Bagian 3] Arti Sebuah Keteguhan Iman'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113626451888657998</id><published>2006-01-03T12:01:00.000+07:00</published><updated>2006-01-17T08:42:27.746+07:00</updated><title type='text'>[Bagian 2] Arti Sebuah Keteguhan Iman</title><content type='html'>---------- Forwarded message ----------&lt;br /&gt;&lt;span class="gmail_quote"&gt;From: &lt;b class="gmail_sendername"&gt;La Adri&lt;/b&gt; &amp;lt;&lt;a href="mailto:tilmidzi@yahoo.com"&gt;tilmidzi@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;Date: Dec 28, 2005 6:43 PM&lt;br /&gt;Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 2] Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;br /&gt;To: &lt;a href="mailto:manhaj-salaf@yahoogroups.com"&gt;manhaj-salaf@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;  &lt;div&gt;    &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td&gt;  &lt;div&gt;  &lt;center&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;   &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt; [Bagian 2]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;Pertama: Berpegang Teguh Kepada Al Quran &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Al-Quran yang mulia merupakan alat peneguh yang paling utama, dia merupakan tali  Allah yang kuat, cahaya yang terang, siapa yang berpegang teguh kepadanya, Allah akan melindunginya, siapa yang mengikutinya Allah akan menyelamatkannya dan siapa yang menyeru kepadanya akan ditunjukkan kepadanya jalan yang lurus.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Allah telah menjelaskan bahwa tujuan diturunkannya Al-Quran secara berangsur-angsur adalah untuk mendatangkan keteguhan. Allah ta'ala berfirman saat membantah syubhat-syubhat orang-orang kafir:  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;"Berkatalah orang-orang kafir : "Mengapa Al  Quran tidak diturunkan kepadanya sekali saja?"; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu  (membawa)  sesuatu yang ganjil, melainkan Kami datangkan  kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya" (Al Furqon : 32-33)  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   lang="ES-TRAD" &gt;Mengapa Al Quran menjadi sumber peneguh ? &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   lang="ES-TRAD" &gt;Karena Al-Quran dapat menumbuhkan keimanan, dan membersihkan hati, karena adanya hubungan dengan Allah ta'ala. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   lang="ES-TRAD" &gt;Karena ayat-ayat-Nya yang diturunkan menyejukkan dan menyelamatkan hati seorang mu'min dari goncangan badai fitnah. Hati menjadi tenang dengan berzikir kepada Allah.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   lang="ES-TRAD" &gt;Karena Al Quran membekali seorang muslim dengan gambaran dan nilai-nilai yang  shahih (benar) yang dengannya dia dapat menilai  kondisi di sekelilingnya, demikian juga Al Quran membekalinya dengan standar hukum bagi segala bidang sehingga dirinya tidak ragu dalam menentukan sebuah  hukum sementara  ucapannya tidak kontradiktif karena adanya perbedaan dalam setiap kejadian dan pendapat-pendapat manusia.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   lang="ES-TRAD" &gt;Karena Al Quran membantah berbagai macam syubhat (keragu-raguan) yang dihembuskan oleh musuh-musuh Islam dari golongan orang-orang kafir dan munafiq sebagaimana kasus yang pernah dialami oleh generasi pertama, berikut beberapa contohnya:  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Bagaimanakah pengaruh Firman Allah Ta'ala : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; " Rabb-mu tiada meninggalkan kamu dan tiada pula membenci kamu" (Adh-dhuha: 3) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; terhadap jiwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam, tatkala orang-orang musyrik berkata : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; (Muhammad telah ditinggalkan) &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-size:10;color:green;"  lang="AR-SA" &gt;………&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   lang="AR-SA" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; [Lihat Shahih Muslim Syarah An Nawawi 12/156]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Bagaimanakah pengaruh Firman Allah Ta'ala:  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;"Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan  (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang " (An Nahl : 103)  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Bagaimanakah pengaruhnya tatkala orang-orang kafir Quraisy menuduh bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam diajarkan oleh seseorang dan dia mengambil Al-Quran dari seorang tukang kayu berbangsa Romawi di Makkah ?  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Bagaimanakah pengaruh Firman Allah Ta'ala : "Ketahuilah bahwa mereka terjerumus kedalam fitnah" (At Taubah : 49) dalam jiwa &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-family:Traditional Arabic;font-size:10;color:green;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;orang-orang beriman tatkala orang-orang munafik berkata : "Berilah saya izin (untuk tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus kedalam fitnah"  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Bukankah semua itu (ayat-ayat diatas) memberikan keteguhan, pengikat di antara hati-hati orang beriman, membantah berbagai macam syubhat dan membungkam pendukung-pendukung kebathilan ?  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Yang menarik adalah tatkala Allah Ta'ala menjanjikan kepada orang-orang beriman dengan ghanimah (rampasan perang) yang banyak setelah mereka kembali dari Hudaibiyah (yaitu ghanimah perang Khaibar) dan ghanimah tersebut hanya mereka yang berhak mengambilnya karena hanya mereka yang  berangkat kesana dan kemudian orang-orang munafik meminta agar dibolehkan untuk turut bersama mereka dan kaum muslimin akan berkata: "Kamu sekali-kali tidak boleh mengikuti kami", kemudian mereka terus menuntut dan hendak merubah janji Allah dan bahkan mereka akan berkata: "Sebenarnya kalian dengki kepada kami" maka kemudian Allah memberikan jawaban kepada mereka : "Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali". Demikianlah semuanya terjadi babak demi babak dihadapan kaum muslimin. [Untuk lebih jelasnya lihat surat Al Fath ayat 15 (pent.) &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-size:10;color:green;"  &gt; &lt;span lang="AR-SA"&gt;[&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0cm;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt;Dari sini kita dapat membedakan antara orang-orang  yang selalu mengaitkan kehidupannya dengan Al-Quran dan berpegang teguh kepadanya baik dalam bentuk membacanya, menghafalnya, mengkaji dan mempelajarinya (darinya dia  bertitik tolak dan kepadanya dia kembali), dengan orang-orang yang menjadikan ucapan manusia sebagai pusat perhatiannya dan kesibukannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:green;"   &gt; Seyogyanya para penuntut ilmu menjadikan pemahaman terhadap Al-Quran sebagai bagian utama dari kajiannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;  &lt;div&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000bf;"&gt; to be continued....insya Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#0000bf;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div&gt;   &lt;div style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:fuchsia;"   &gt; Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt; Muhammad Shalih Al Munajjid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#4040ff;"&gt;MENEBAR ILMU &amp; TEGAKKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt; &lt;div align="center"&gt;  &lt;div align="left"&gt; &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="500"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="color:#ff00ff;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;Umar bin Abdul Aziz berkata :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt;&lt;span style="color:#407f00;"&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu (Salafus Shalih) itu berhenti di atas dasar ilmu dengan bashirah yang tajam (menembus) mereka, menahan (dirinya), dan mereka lebih mampu dalam membahas sesuatu jika mereka ingin membahasnya." (Bayan Fadlli Ilmis Salaf 38) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;tbody&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113626451888657998?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113626451888657998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113626451888657998' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113626451888657998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113626451888657998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-2-arti-sebuah-keteguhan-iman.html' title='[Bagian 2] Arti Sebuah Keteguhan Iman'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113625898975346812</id><published>2006-01-03T10:29:00.000+07:00</published><updated>2006-01-03T11:28:08.006+07:00</updated><title type='text'>[Bagian 1] Arti Sebuah Keteguhan Iman</title><content type='html'>---------- Forwarded message ----------&lt;br /&gt;&lt;span class="gmail_quote"&gt;From: &lt;b class="gmail_sendername"&gt;La Adri&lt;/b&gt; &amp;lt;&lt;a href="mailto:tilmidzi@yahoo.com"&gt;tilmidzi@yahoo.com&lt;/a&gt;&amp;gt;&lt;br /&gt;Date: Dec 27, 2005 8:47 PM&lt;br /&gt;Subject: [manhaj-salaf] [Bagian 1] Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;br /&gt;To: &lt;a href="mailto:manhaj-salaf@yahoogroups.com"&gt;manhaj-salaf@yahoogroups.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;  &lt;div&gt;    &lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;  &lt;tbody&gt;  &lt;tr&gt;  &lt;td&gt;  &lt;div&gt;  &lt;center&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt; &lt;b&gt;&lt;i&gt;Arti Sebuah Keteguhan Iman&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:blue;"   &gt;MUKADDIMAH &lt;/span&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;Sesungguhnya segala puji hanya untuk Allah semata, kami memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya dan minta ampunan-Nya, kami juga  berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan buruknya perbuatan kami. Siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan siapa yang Allah sesatkan tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah semata dan tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;Sesungguhnya tsabat (keteguhan) merupakan tuntutan mutlak bagi setiap muslim yang benar keimanannya dan menghendaki jalan yang lurus dengan tekad kuat dan berdasarkan petunjuk.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="margin: 12pt 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;Pentingnya pembahasan ini dapat dilihat dari berbagai hal-hal&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;berikut ini : &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;font&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;- Kondisi kehidupan masyarakat saat ini di mana kaum muslimin hidup di dalamnya serta banyaknya fitnah dan godaan-godaan yang apinya menjalar kemana-mana, sementara itu berbagai macam bentuk syubhat dan syahwat yang menyebabkan agama ini menjadi asing, sehingga orang-orang yang berpegang teguh di dalamnya termasuk ke dalam sebuah perumpamaan:  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;"Orang yang menggenggam (berpegang teguh terhadap) agamanya, bagaikan&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt; orang  yang menggenggam bara api " &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;font&gt;&lt;i&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-size:10;color:black;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; Tidak diragukan lagi bagi orang yang memiliki pandangan, bahwa kebutuhan seorang muslim saat ini&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;akan faktor-faktor yang mendukung keteguhannya lebih besar dari pada&lt;font&gt;  kebutuhan saudara-saudaranya pada masa lalu, dan perjuangan untuk merealisasikannyapun lebih berat; karena zaman yang telah rusak, sedikitnya kawan seperjuangan serta lemah dan sedikitnya orang yang membantu.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;- Banyaknya terjadi peristiwa &lt;b&gt;&lt;i&gt;Riddah&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (keluar dari Islam) dan mundur dari  &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;medan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt; perjuangan serta penyelewengan-penyelewengan yang bahkan hal tersebut terjadi pada sebagian aktivis-aktivis Islam, sehingga menjadi kekhawatiran tersendiri bagi seorang muslim akan tragedi tersebut. Maka akhirnya mereka mencari sarana-sarana yang dapat mendatangkan keteguhan sehingga dirinya mendapatkan tempat yang aman.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;- Keterkaitan pembahasan ini dengan hati, yang mana Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam pernah Sabdakan :  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;"Sesungguhnya hati anak Adam itu lebih keras goncangannya dari pada ketel (tempat memasak air) yang di dalamnya terdapat air yang mendidih &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;font&gt;" [&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;font&gt;Riwayat Ahmad dan Hakim dan termasuk dalam (kitab)&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; Silsilah hadits shahih 1772]&lt;i&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-size:10;color:black;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam juga memberikan perumpamaan lain terhadap hati dalam sabdanya:  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"  style="font-size:10;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;"Sesunggunnya hati (qalb) dinamakan hati karena sifatnya yang suka berbolak balik  (taqallub),&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt; &lt;i&gt;sesungguhnya perumpamaan hati&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;font&gt;bagaikan sehelai dedaunan di pohon yang dibolak-balikkan oleh angin" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;[ Riwayat Ahmad&lt;font&gt;  4/408, juga terdapat dalam &lt;font&gt;Shahih Jami' 2361]&lt;i&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-size:10;color:black;"  lang="AR-SA" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; Seorang penyair berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style=";font-size:10;color:black;"  &gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Times New Roman;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;Tidaklah manusia dinamakan insan kecuali karena pelupanya (an-nasyu) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 12pt 0in; text-align: justify;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:red;"   &gt;Dan tidaklah hati dinamakan qalbu kecuali karena sifatnya yang suka bolak-balik (taqallub).  &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;Memantapkan hal yang suka berbolak balik karena badai syahwat dan syubhat merupakan&lt;font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;perkara&lt;font&gt;  yang sangat penting, membutuhkan upaya yang maksimal untuk mengatasinya sesuai dengan besar dan beratnya tantangan yang dihadapi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;to be continued....insya Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 6pt 0cm; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:10;color:fuchsia;"   &gt;Kiat Berpegang Teguh DENGAN AGAMA ALLAH&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;b&gt;&lt;span dir="ltr" style="color: rgb(0, 128, 0);font-family:Verdana;font-size:10;"  &gt;Muhammad Shalih Al Munajjid&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div dir="rtl" style="margin: 6pt 0cm; direction: rtl; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 128, 0);"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:10;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 191);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(64, 64, 255);font-family:Verdana;" &gt;MENEBAR ILMU &amp; TEGAKKAN SUNNAH&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;hr size="1"&gt;&lt;div style="text-align: center; color: rgb(144, 144, 144); width: 500px;"&gt;&lt;hr style="border-bottom: 1px none; width: 500px; text-align: left;"&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;&lt;font&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113625898975346812?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113625898975346812/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113625898975346812' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113625898975346812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113625898975346812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2006/01/bagian-1-arti-sebuah-keteguhan-iman.html' title='[Bagian 1] Arti Sebuah Keteguhan Iman'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-113461698647591864</id><published>2005-12-15T10:20:00.000+07:00</published><updated>2005-12-15T10:42:38.573+07:00</updated><title type='text'>BEBERAPA KESALAHAN FATAL DI DALAM BUKU HARUN YAHYA.</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Oleh :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Abu Hudzaifah al-Atsari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Manusia tidak dapat lepas dari kesalahan, sedangkan kewajiban setiap Muslim adalah saling mengingatkan di dalam menetapi kebenaran dan kesabaran. Harun Yahya –&lt;i&gt;saddadahullahu&lt;/i&gt;- adalah diantara cendekiawan dan saintis muslim yang juga terperosok ke dalam kesalahan yang cukup fatal di dalam masalah aqidah. Kesalahan-kesalahan beliau ini tersebar di mayoritas buku-bukunya yang membicarakan tentang Islam. Kami tidak menutup mata dari mashlahat yang beliau berikan bagi ummat di dalam membela Islam dan membantah faham-faham materialistis saintifis. Namun, biar bagaimanapun beliau adalah manusia yang kadang salah kadang benar, sehingga kita wajib menolak kesalahan-kesalahannya dan wajib menerangkannya kepada ummat agar ummat tidak terperosok ke dalam kesalahan yang sama. Semoga Allah menunjuki diri kami, diri beliau dan seluruh ummat Islam.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Beliau memiliki kesalahan-kesalahan yang fatal di dalam buku-bukunya, diantaranya yang berjudul &lt;b&gt;EVOLUTION DECEIT&lt;/b&gt; (Keruntuhan Teori Evolusi) yang menunjukkan pemahamannya terhadap Aqidah dan Tauhid yang keliru. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Bab yang menunjukkan kesalahan ini diantaranya terdapat di dalam bab ”&lt;b&gt;The Real Essence of Matter&lt;/b&gt;”. Perlu saya tambahkan di sini, walaupun Harun Yahya melakukan kesalahan serius di dalam perkara aqidah, namun saya tidak pernah menvonisnya sebagai Ahlul Bid’ah, terlebih-lebih menvonisnya sebagai kafir, &lt;i&gt;nas’alullaha salamah wa ‘afiyah&lt;/i&gt;. Sebab, bukanlah hak saya untuk melakukan vonis semacam ini, namun hal ini adalah hak para ulama dan ahlul ilmi yang &lt;i&gt;mutamakkin&lt;/i&gt; (mumpuni). Saya di sini hanya ingin menunjukkan beberapa kesalahan yang beliau lakukan sebagai bentuk amar ma’ruf nahi munkar.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Harun Yahya –saddadahullahu- berkata di dalam pembukaannya di dalam “&lt;b&gt;Where is God?&lt;/b&gt;” &lt;/span&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;(Dimana Tuhan) pada halaman 175, sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;"The basic mistake of those who deny God is shared by many people who in fact do not really deny the existence of God but have a wrong perception of Him. They do not deny creation, but have superstitious beliefs about "where" God is. Most of them think that God is up in the "sky". They tacitly imagine that God is behind a very distant planet and interferes with "worldly affairs" once in a while. Or perhaps that He does not intervene at all: He created the universe and then left it to itself and people are left to determine their fates for themselves. Still others have heard that in the Qur'an it is written that God is everywhere" but they cannot perceive what this exactly means. They tacitly think that God surrounds everything like radio waves or like an invisible, intangible gas. However, this notion and other beliefs that are unable to make clear "where" God is (and maybe deny Him because of that) are all based on a common mistake. They hold a prejudice without any grounds and then are moved to wrong opinions of God. What is this prejudice?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Yang artinya adalah :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Kesalahan mendasar bagi mereka yang mengingkari Tuhan yang tersebar pada kebanyakan orang adalah pada kenyataannya mereka tidaklah mengingkari keberadaan Tuhan itu sendiri, namun mereka memiliki persepsi yang berbeda terhadap Tuhan. Mereka tidaklah mengingkari penciptaan, namun mereka memiliki keyak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:personname&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;n takhayul mengenai “dimanakah” Tuhan itu berada. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Mayoritas mereka beranggapan bahwa Tuhan berada berada di atas ”Langit”. Mereka secara diam-diam membayangkan bahwa Tuhan berada di balik planet-planet yang sangat jauh dan turut mengatur ”urusan dunia” sesekali waktu. Atau mungkin Tuhan tidak turut campur tangan sama sekali. Dia menciptakan alam semesta dan membiarkan apa adanya dan manusia dibiarkan begitu saja mengatur nasib mereka masing-masing. Sedangkan lainnya, ada yang pernah mendengar bahwa Tuhan ”ada di mana-mana”, namun mereka tidak dapat memahami maksud hal ini secara benar. Mereka secara diam-diam berfikir bahwa Tuhan meliputi segala sesuatu seperti gelombang radio atau seperti udara yang tak dapat dilihat ataupun diraba. Bagaimanapun juga, dugaan ini dan keyak&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:personname&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;ina&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:personname&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;n lainnya yang tidak mampu menjelaskan ”dimanakah” Tuhan berada (atau bahkan mungkin mengingkari Tuhan dikarenakan hal ini), seluruhnya adalah kesalahan yang lazim terjadi. Mereka berpegang pada praduga yang tak berdasar dan akhirnya menjadi keliru di dalam memahami Tuhan. Apakah prasangka ini??”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Kemudian beliau sampai kepada perkataan filsafat sebagai berikut (hal. 189) :&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;"Consequently it is impossible to conceive Allah as a separate being outside this whole mass of matter (i.e the world) Allah is surely "everywhere" and encompasses all.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Yang artinya :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;“Maka dari itu, merupakan suatu hal yang mustahil untuk memahami Allah sebagai suatu Dzat yang terpisah dari keseluruhan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;massa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt; partikel/materi (yaitu dunia), Allah secara pasti “berada di mana-mana” dan meliputi segala sesuatu.”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Perkataan ini jelas-jelas perkataan kaum shufiyah, bahkan menyimpan pemahaman konsep &lt;i&gt;Wihdatul Wujud&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Pemahaman ini jelas-jelas suatu kekeliruan yang nyata dan fatal yang setiap muslim dan mukmin harus &lt;i&gt;baro’ &lt;/i&gt;(berlepas diri) darinya. Karena Ahlus Sunnah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala beristiwa di atas Arsy-Nya di atas Langit, Dzat-Nya terpisah dari makhluk-Nya dan Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Harun Yahya –&lt;i&gt;saddadahullahu&lt;/i&gt;- menulis di halaman 190 tentang ”kedekatan Allah secara tidak terbatas” terhadap makhluk-Nya dengan membawakan dalil :&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;”Jika hamba-hamba-Ku bertanya tentang-Ku, sesungguhnya Aku dekat.” (Al-Baqoroh : 186)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu: "Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia." (Al-Israa’ : 60)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Harun Yahya juga membawakan ayat yang berhubungan dengan kedekatan Allah terhadap manusia tatkala sakaratul maut, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. &lt;/span&gt;Tetapi kamu tidak melihat.” (Al-Waaqi’ah : 83-85)&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Padahal ayat-ayat yang dibawakan oleh Harun Yahya ini, tidak sedikitpun menunjukkan pemahaman bahwa Allah Dzat Allah ada dimana-mana, namun menurut pemahaman Ahlus Sunnah yang dimaksud oleh Firman Allah di atas adalah, “Ilmu” Allah-lah yang meliputi segala sesuatu. Sebagaimana dikatakan oleh al-Imam Sufyan ats-Tsauri, tatkala ditanya tentang ayat &lt;i&gt;wa huwa ma’akum ayna ma kuntum &lt;/i&gt;(Dia berada dimanapun kamu berada), beliau berkata : “Yang dimaksud adalah Ilmu-Nya.” (&lt;i&gt;Khalqu Af’alil Ibad&lt;/i&gt;, Imam Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;Harun Yahya berkata pada permulaan halaman 190 sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;"That is, we cannot perceive Allah's existence with our eyes, but Allah has thoroughly encompassed our inside, outside, looks and thoughts...."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Yang artinya :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;“Oleh karena itulah, kita tidak dapat membayangkan keberadaan Allah dengan mata kita, namun Allah benar-benar sepenuhnya meliputi bagian luar, bagian dalam, pengelihatan, pemikiran...”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Ucapan ini adalah ucapan yang keliru dan bathil. Ini adalah pemahaman filsafat shufiyah jahmiyah mu’tazilah. Sungguh, keseluruhan bab yang berjudul “&lt;b&gt;The real essence of Matter&lt;/b&gt;” benar-benar diselaraskan dengan filosofi Harun Yahya terhadap aqidahnya. Yang apabila diringkaskan keseluruhan bab ini menjadi satu kalimat, yaitu :&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;"That there is no &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;US&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, the WORLD is not REAL, Allah is REAL, so ALLAH is EVERYWHERE and WE ARE an ILLUSION"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang artinya :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;“Bahwa kita ini tidak ada, dunia itu tidak nyata, Allah sajalah yang nyata, oleh karena itu Allah berada di mana-mana sedangkan kita hanyalah ilusi belaka.”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Hal ini tersirat di dalam perkatannya di halaman 193 :&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;"As it may be seen clearly, it is a scientific and logical fact that the "external world has no materialistic reality and that it is a collection of images perpetually presented to our soul by God. Nevertheless, people usually do not include, or rather do not want to include, everything in the concept of the "external world". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang artinya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Sebagaimana telah tampak secara nyata, merupakan suatu hal yang saintifis dan fakta bahwa dunia eksternal tidak memiliki materi yang realistis dan dunia eksternal hanyalah merupakan kumpulan gambaran yang secara terus menerus berada di dalam jiwa kita oleh Tuhan. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Walau demikian, manusia seringkali tidak memasukkan, atau lebih jauh tidak mau memasukkan, segala sesuatu ke dalam konsep “dunia luar”.” &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Ucapan ini berlanjut hampir pada keseluruhan bab, dan hal ini tentu saja suatu penyimpangan yang fatal dan dapat menimbulkan syubuhat terhadap para pembaca buku ini, karena biar bagaimanapun buku ini mengandung data-data saintifis, bukti-bukti rasional dan bantahan-bantahan ilmiah rasionalis terhadap kaum materialistis. Oleh karena itu menjelaskan kesalahan-kesalahan aqidah dan selainnya adalah suatu keniscayaan dan kewajiban, karena membela al-Haq lebih dicintai dari seluruh perkara lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Sebagai kesimpulan, di sini saya akan meringkaskan poin-poin kesalahan pemahaman Harun Yahya di dalam bukunya &lt;b&gt;EVOLUTION DECEIT&lt;/b&gt; (dan selainnya), sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;1. Harun Yahya memiliki perkataan yang bernuansa shufiyah kental, yakni meyakini pemahaman ”Allah ada dimana-mana”, bahkan beliau memiliki perkataan yang mengarah kepada konsep &lt;i&gt;Wihdatul Wujud&lt;/i&gt; yang kufur, semoga Allah memberinya hidayah dan mengampuninya.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;2. Harun Yahya memiliki aqidah yang serupa dengan Qodariyah-Mu’tazilah di dalam masalah Qodar (Taqdir), sebagaimana secara jelas terlihat pada tulisannya di halaman 190 akhir.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;3.   Harun Yahya memiliki aqidah yang dekat kepada Jahmiyah di dalam menolak sifat-sifat Allah, terutama sifat istiwa Allah di atas Arsy-Nya dan Arsy-Nya berada di atas langit.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Demikianlah sebagian kecil yang dapat saya tuliskan tentang beberapa kesalahan fatal di dalam buku-buku Harun Yahya –&lt;i&gt;saddadahullahu&lt;/i&gt;-, dan apa yang saya tuliskan di sini bukanlah menunjukkan hanya ini sajalah kesalahan beliau, namun yang saya tuliskan di sini hanyalah sebagian kecil saja dari kesalahan-kesalahan yang bersifat aqidah yang terdapat pada beliau. Tulisan ini lebih banyak diadopsi dari tulisan al-Akh Abu Jibrin al-Birithani yang meluangkan waktunya menyusun beberapa kekeliruan aqidah Harun Yahya.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Bagi para ikhwah yang tertarik dengan modern sains dan bantahan-bantahan terhadap saintis sekuler atau yang berideologi materialistis, saya lebih menyarankan untuk merujuk kepada tulisan-tulisan dan ceramah al-Ustadz DR. Zakir Naik al-Hindi, seorang ilmuwan muda India yang telah hafal al-Qur’an pada usia 10 tahun, dan sekarang menjadi presiden IRC (International Research Center) India. Beliau juga dekat dengan masyaikh jum’iyah Ahlul Hadits India, sehingga insya Allah dalam masalah aqidah, beliau jauh lebih salimah daripada ilmuwan muslim lainnya seperti Harun Yahya.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Wallahu a’lam bish showab.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Sumber : &lt;a href="http://dear.to/abusalma" target="_blank" onclick="return top.js.OpenExtLink(window,event,this)"&gt;http://dear.to/abusalma&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-113461698647591864?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/113461698647591864/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=113461698647591864' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113461698647591864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/113461698647591864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2005/12/beberapa-kesalahan-fatal-di-dalam-buku.html' title='BEBERAPA KESALAHAN FATAL DI DALAM BUKU HARUN YAHYA.'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-112917855907957721</id><published>2005-10-13T11:34:00.000+07:00</published><updated>2005-10-21T12:49:31.083+07:00</updated><title type='text'>What is a Salafi and What is Salafism?</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;The reader will notice that the word "Wahhabi" is always indented with quotation marks here at TheWahhabiMyth.com. Those who are labelled with this word do not themselves use this term, as it is used as a means of belittlement. The reasons for the rejection of this term are clearly outlined throughout &lt;a href="http://www.thewahhabimyth.com/images/bookcover.jpg" target="_blank"&gt;this book&lt;/a&gt;. The correct way of referring to them is by terming them Salafis, as they are those who adhere to the way of the Salaf - the Prophet Muhammad (may &lt;a href="http://www.thewahhabimyth.com/Allah.htm" target="_blank"&gt;Allah&lt;/a&gt; raise his rank and grant him peace) and his companions.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Following the way of the Salaf is the way which has been legislated in the Quran and Sunnah, the very sources of Islam. The Prophet (may &lt;a href="http://www.thewahhabimyth.com/Allah.htm" target="_blank"&gt;Allah&lt;/a&gt; raise his rank and grant him peace) said to his daughter Fatimah: &lt;b&gt;"Indeed, I am for you a blessed &lt;i&gt;Salaf&lt;/i&gt;."&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;When asked about which was the correct and acceptable way of understanding Islam, the Prophet (may &lt;a href="http://www.thewahhabimyth.com/Allah.htm" target="_blank"&gt;Allah&lt;/a&gt; raise his rank and grant him peace) replied by saying: &lt;b&gt;"That which I and my companions are upon."&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt; 2&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Similarly, &lt;a href="http://www.thewahhabimyth.com/Allah.htm" target="_blank"&gt;Allah&lt;/a&gt; says in the Quran that He is pleased with the companions &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;"and also those who follow them exactly (in faith)."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt; 3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;As such, He said regarding the Prophet (may &lt;a href="http://www.thewahhabimyth.com/Allah.htm" target="_blank"&gt;Allah&lt;/a&gt; raise his rank and grant him security) and his companions: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;"So if they believe as you (i.e. the Salaf) believe, they are indeed rightly guided."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt; 4&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;All of the orthodox scholars of Islam followed the way of the Salaf in understanding religion. Early scholars such as Imam al-Awzaa'ee, who died 157 years after the Prophet's emigration to Med&lt;st1:personname&gt;ina&lt;/st1:personname&gt;, said: "Be patient upon the Sunnah, and stop where the people (i.e. the Salaf) stopped, and say what they said, and refrain from what they refrained from, and follow the path of your righteous &lt;b&gt;Salaf&lt;/b&gt;; for verily, sufficient for you is what was sufficient for them."&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt; 5&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Today, one of the famous Sunni schools of jurisprudence is named after a scholar named Abu Haneefah. Millions of Muslims all over the world ascribe themselves to his school of jurisprudence; those who the media would term "mainstream" Muslims. Regarding adherence to the Salafi methodology, he said, "Adhere to the narrations and way of the &lt;b&gt;Salaf&lt;/b&gt;, and beware of newly invented matters (in religion), for all of it is innovation."&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt; 6&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;The orthodox scholars who came after these early generations also followed the understanding of the Salaf in religious matters. Imam ath-Thahabi said: "It is authentically related from ad-Daraqutni (a scholar from approximately 1,000 years ago) that he said: There is nothing more despised by me than &lt;i&gt;'ilmul-kalaam&lt;/i&gt; (innovated speech and rhetoric). I (adh-Thahabee) say: The man never entered into&lt;i&gt; ’ilmul-kalaam&lt;/i&gt;, nor did he enter into argumentation &lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;7&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (i.e. philosophy), he did not delve into that. Rather, he was Salafee (a follower of the Salaf)."&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt; 8&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;The present day scholars who stick to the mainstream understanding of Islam also ascribe themselves to the way of the Salaf. Shaykh Saalih al-Fawzaan is considered to be one of the most knowledgeable of scholars alive today. Regarding Salafism, he made the following remark: "It is not a party from amongst the various parties… Hence Salafism is a group of people who are upon the way of the Salaf, upon what the Messenger (may &lt;a href="http://www.thewahhabimyth.com/Allah.htm" target="_blank"&gt;Allah&lt;/a&gt; raise his rank and grant him peace) and his Companions were upon; and it is not a party from amongst the contemporary groups present today."&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt; 9&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;The media claim that Salafis/&lt;a href="http://www.thewahhabimyth.com/wahhabism.htm" target="_blank"&gt;"Wahhabis"&lt;/a&gt; believe that all those who do not follow their form of Islam are heathens"&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;10&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; is a tall tale. Salafis believe that those Muslims who do not follow the understanding of the Salaf are not adhering to these and other clear texts. As such, they do not fall under the above-mentioned Quranic verse as being &lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;"rightly guided."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; Salafis distinguish between those who fall into religious innovation and those who fall into disbelief.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;When considering the proofs which are contained within the Quran and Sunnah and the statements of all the orthodox scholars of Islam from the earliest generations to the present time, it becomes obvious that it is a great blunder for the media to refer to Salafism as being a new movement called &lt;a href="http://www.thewahhabimyth.com/wahhabism.htm" target="_blank"&gt;"Wahhabism"&lt;/a&gt; which came about only two centuries ago during the time of Muhammad Ibn Abdul-Wahhab in Saudi Arabia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;"So after the truth, what else can there be, save error?"&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; [Quran 10:32]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;- abridged from the book: The 'Wahhabi' Myth&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;1 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;al-Bukhaaree (no. 2652)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;2 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Saheeh Sunan at-Tirmidhee&lt;/i&gt; (3/54)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;3 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Quran 9:100&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;4 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Quran 2:137&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;5 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;al-Hujjah&lt;/i&gt; (6/A-B) of Ismail Abu Fadhl&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;6 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Sawnul-Mantaq wal-Kalaam&lt;/i&gt; (p. 32) of As-Suyuti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;7 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;This statement does not come from the standpoint of being narrow-minded. On the contrary, any open minded individual will research the authenticity of any claim that something constitutes revelation from &lt;a href="http://www.thewahhabimyth.com/Allah.htm" target="_blank"&gt;the Creator&lt;/a&gt;. If this claim is found to be true and its texts require the person to submit to its decrees, it would not be from wisdom to then proceed to search for contradicting knowledge that leads to uncertainty. Most philosophers would not try to claim that philosophy leads to certain knowledge. For that reason, you will find some philosophers looking at objects and discussing whether or not they are actually in existence. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Philosophizing and leaving the texts and understanding of the Salaf is what leads groups like al-Qaeda to establish new methodologies in religion. Consequently, conjecture is something which is censured in Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 102);"&gt;"They follow nothing but conjecture; and verily, conjecture avails nothing against the truth."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; [53:28]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;8 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;Siyar A'laamun-Nubalaa' &lt;/i&gt;(16/457) of Ath-Thahabi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;9 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Refer to the cassette, &lt;i&gt;"at-Tahdheer min al-Bid'ah",&lt;/i&gt; second cassette, delivered as a lecture in Hawtah Sadeer (&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Saudi Arabia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size:8;"&gt;10 &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Saudi Time Bomb? Analysis: Wahhabism, PBS Frontline (&lt;st1:date year="2001" day="15" month="11"&gt;Nov. 15, 2001&lt;/st1:date&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Taken from www.thewahhabimyth.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/11914061-112917855907957721?l=almuhandisun.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://almuhandisun.blogspot.com/feeds/112917855907957721/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=11914061&amp;postID=112917855907957721' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/112917855907957721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/11914061/posts/default/112917855907957721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://almuhandisun.blogspot.com/2005/10/what-is-salafi-and-what-is-salafism.html' title='What is a Salafi and What is Salafism?'/><author><name>Abu Abdul Mawla</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_2FLqywILVts/TPmfyt3YIiI/AAAAAAAAAAw/nGJB_kb2BSc/S220/Image%2528423%2529.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-11914061.post-112381906722483178</id><published>2005-08-12T10:55:00.000+07:00</published><updated>2005-10-13T09:24:00.693+07:00</updated><title type='text'>Akhlak Baik Bagi Penuntut Ilmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bentuk luar ini ada yang diciptakan dalam bentuk yang indah, dan ada yang diciptakan dalam bentuk yang buruk, dan ada yang diciptakan dalam bentuk diantara keduanya. Dan bentuk batin (demikian juga) ada yang baik dan ada yang buruk, serta ada yang diantara keduanya, dan bentuk batin inilah yang dikatakan sebagai akhlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian halnya, maka yang dinamakan akhlak adalah : “Gambaran batin , dimana manusia berwatak seperti gambaran batin itu”. Dan sebagaimana akhlak itu merupakan suatu tabiat (pemberian Allah), sesungguhnya akhlak baik juga dapat diperoleh dengan berusaha untuk berakhlak baik, artinya bahwa (ada) manusia yang diciptakan Allah dalam keadaan berperangai baik, dan terkadang ada yang memperoleh akhlak baik itu dengan cara berusaha dan memaksa (serta mengalahkan jiwa untuk berakhlak baik) - oleh karena Nabi bersabda kepada (sahabat yang bernama) Al Asaj bin Qais : “Sesunggunhya dalam dirimu terdapat dua perangai yang dicintai Allah, yaitu sabar dan tenang, (lalu) Al Asaj bin Qais berkata : Wahai Rasulullah, apakah dua perangai itu aku yang membikin (mengusahakan untuk berakhlak sabar dan tenang) ataukah Allah telah ciptakan keduanya untukku? Beliau bersabda : “Allah menciptakanmu dalam keadaan berakhlak sabar dan tenang ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ini adalah dalil bahwa akhlak mulia itu terjadi melalui tabiat (pembawaan asli), dan bisa juga terjadi dari usaha untuk berakhlak mulia. Akan tetapi, akhlak mulia yang lahir dari tabiat, tentu lebih baik dari akhlak mulia yang terjadi dari hasil usaha untuk berakhlak mulia. Karena jika akhlak itu terlahir dari tabiat, ia akan menjadi karakter dan pembawaan bagi manusia yang tidak membutuhkan usaha membiasakan dan melatihnya. Akan tetapi, ini adalah karunia Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang tidak diciptakan dalam keadaan berakhlak baik, sesungguhnya ia dapat memperolehnya dari jalan berusaha untuk berakhlak baik itu, dengan cara membiasakan dan memaksa (serta mengalahkan jiwa untuk berakhlak baik) sebagaimana kami akan menyebutkannya insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak manusia berprasangka bahwa berakhlak baik hanyalah dilakukan dalam bermuamalah dengan makhluk, tanpa bermuamalah dengan Allah. Akan tetapi ini adalah pemahaman yang sempit (dalam memahami makna berakhlak baik), karena sesungguhnya berakhlak baik itu sebagaimana dilakukan dalam bermuamalah dengan mahluk, juga dilakukan dalam bermuamalah dengan Al Khaliq (Sang Pencipta). Maka pembahasan tentang berakhlak baik adalah bermuamalah dengan Allah dan bermuamalah dengan mahluk.Maka apakah yan dimaksud dengan berakhlak baik dalam bermuamalah dengan Allah ?Berakhlak baik dalam bermuamalah dengan Allah terkumpul dalam tiga perkara :Menerima berita-berita dari Allah (Al Qur'an) dengan membenarkannya. Menerima hukum-hukum Allah dengan cara mengamalkannya. Menerima takdir Allah dengan sabar dan ridha. Maka dalam tiga hal inilah berkisar sesuatu yang berkenaan dengan berakhlaq baik dengan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTAMA :&lt;br /&gt;Menerima berita-berita dari Allah (Al Qur'an) dengan membenarkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana (artinya adalah) tidak terdapat keraguan dalam diri manusia atau kebimbangan dalam membenarkan berita dari Allah (Al Qur’an) , karena berita dari Allah bersumber dari ilmu yaitu Allah Dzat yang paling benar perkataannya. Sebagaimana firman Allah :“Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) daripada Allah” (An Nisa : 87) Dan wajib membenarkan berita dari Allah dengan sikap mempercayainya, membelanya, berjihad dengannya, dimana keraguan dan kebimbangan terhadap Al Qur’an dan hadits tidak memasukinya. Dan jika seseorang menampakkan akhlak seperti ini, maka mungkin baginya untuk menolak setiap subhat (kerancuan) yang dibawa oleh orang-orang yang menentang terhadap Al Hadits, baik itu mereka yang menentang dari kalangan orang muslim yang mengadakan perbuatan bid’ah (perkara yang tidak ada contohnya dari Allah dan Rasul-Nya) atau orang-orang non muslim yang melemparkan subhat dalam hati kaum muslimin. Dan kami beri contoh tentang hal itu : Tersebut dalam shahih Bukhari sebuah hadits dari Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda :“Jika lalat terjatuh dalam minuman salah seoran dari kalian, maka hendaklah ia benamkan lalat itu kedalam minuman, lalu setelah itu hendaknya ia membuang lalat itu, karena sesunguhnya di dalam salah satu sayapnya terdapat penyakit, dan disayap lainnya terdapat obat” (Bukhari 5782)&lt;br /&gt;Ini adalah berita dari Rasulullah r dalam perkara-perkara yang ghaib , Dan Nabi tidaklah mengucapkan dari hawa nafsunya, tetapi yang beliau ucapkan adalah wahyu Allah. (Hal ini) karena Nabi adalah manusia, sedangkan manusia tidak mengetahui hal-hal yang ghaib, bahkan Allah berfirman kepada Nabi r : Katakanlah: "Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. (Al An’am : 50) Berita ini (hadits tentang lalat), wajib bagi kita menerimanya dengan akhak yang baik. Dan berakhlak baik terhadap hadits ini adalah dengan menerimanya serta menetapkan bahwa hadits yang disabdakan oleh Nabi adalah haq dan benar, walaupun ditentang orang yang menentangnya. Dan kita mengetahui dengan seyakin-yakinnya, bahwa pendapat yang menyelisihi hadits yang benar keshahihannya dari Rasulullah r adalah (pendapat) batil, hal ini karena Allah berfirman :“Maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan” (Yunus : 32) Contoh lainnya :Dari peristiwa hari kiamat, Rasulullah mengabarkan bahwa matahari berada dekat dengan manusia pada hari kiamat seukuran satu mil. Baik itu mil “al makhalah” (ukuran jarak) atau mil perjalanan. Jarak ini (yaitu antara matahari dan manusia) dekat sekali, tetapi manusia tidak terbakar oleh panasnya, padahal kalau matahari saat ini (didunia) dekat sekali pasti dunia terbakar. Maka terkadang seseorang berkata : “Bagaimana matahari berada dekat kepala-kepala manusia pada har
